Ridwan Kamil: Jawa Barat Harus Menjadi Provinsi Pariwisata

Kompas.com - 02/11/2019, 18:06 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Salah satu visi Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil adalah menjadikan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata merupakan s

“Saya berkomitmen Jawa Barat harus menjadi Provinsi Pariwisata,” ujar Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) saat membuka West Java Festival (WJF) 2019 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Pasalnya, kata Emil, jika industri wisata tumbuh akan banyak lapangan pekerjaan. Peluang untuk berbisnis pun terbuka. Masyarakat bisa membuka warung atau menawarkan jasa penginapan.

“Ini membuat kesempatan bagi semua orang Dari kelas kecil sampai kelas besar, dari tukang parkir hingga konglomerat, semua punya peluang,” lanjut Emil.

Baca juga: Atasi Kawasan Kumuh, Pemdaprov Jabar Anggarkan Rp 10 Miliar

Ridwan Kamil pun menegaskan jika pariwisata harus jadi lokomotif ekonomi Jawa Barat karena potensinya sudah ada.

“Industri wisata bisa menumbuhkan dan memberikan kesejahteraan multidimensi kepada masyarakat,” lanjut Gubernur Jabar itu.

Terlebih, lanjut dia, Jawa Barat dikunjungi 60 juta wisatawan domestik setiap tahun. Kebanyakan dari mereka datang untuk menikmati alam.

Langkah konkret Kang Emil tidak hanya mengembangkan obyek wisata yang sudah ada. Pihaknya juga mencari sejumlah obyek wisata tidak populer di Jawa Barat untuk dikembangkan.

Baca juga: Ridwan Kamil Bakal Gelar Kejuaraan Mengingat Tingkat Provinsi

Selain memperbaiki infrastruktur dan promosi, telah disiapkan pula anggaran sekitar Rp 500 miliar yang dibagi untuk event dan wisata kota.

“Untuk wisata pantai, kami siapkan Rp 80 miliar untuk memperbaiki infrastruktur seperti membuat breakwater agar wisatawan bisa berenang,” kata Emil.

Ia melanjutkan, tahun depan akan ada penerbangan sampai ke kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Siap dukung visi gubernur

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengaku siap mengawal dan mendukung visi besar Gubernur Jabar.

Visi itu terkait pengembangan ekonomi melalui sektor wisata dalam lingkup smart tourism.

“Dalam smart tourism ini, ada empat kebijakan untuk industri pariwisata berjalan baik. Isinya tentang marketing, layanan, big data, dan co working space/TIC,” kata Dedi.

Ia melanjutkan, tidak hanya infrastruktur wisata yang harus kuat. Semua aspek menurutnya harus ditunjang dalam sebuah sistem secara terintegrasi.

Langkah nyata Disparbud salah satunya adalah membuat inovasi berupa aplikasi bernama Smiling aps dan Smiling West Java yang bisa diunduh gratis di smartphone.

Baca juga: Pantai Barat dan Timur Pangandaran Direvitalisasi, Akan Jadi Seperti Apa?

Smiling apps ini adalah wadah besar untuk memudahkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus peluang bagi pengusaha untuk menanamkan investasi,” kata Dedi.

Aplikasi ini, imbuh dia adalah bagian penguatan terkait otonomi daerah di sektor pariwisata. Untuk bisnis, semua perusahaan perbankan dan lainnya bisa bergabung dan Disparbud sebagai regulatornya.

“Sedangkan aplikasi smiling West Java ini lebih ke pelayanan informasi semua hal, mulai dari destinasi wisata, event (konser), amenitas, dan hotel,” imbuh Dedi.

Ia melanjutkan, wisatawan bisa mencari informasi sekaligus membayar tiket konser, tempat wisata atau reservasi hotel. Metode pembayarannya akan langsung terintegrasi dalam smiling apps.

Gelaran West Java Festival 2019

Sementara itu, gelaran WJF 2019 sendiri berlangsung meriah karena diwarnai karnaval budaya dari berbagai daerah Jabar.

Kontingen lain turut meramaikan jalannya festival, seperti dari Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta hingga Kalimantan Timur turut hadir sebagai bentuk keberagaman.

Hadir pula aneka booth makanan di dalam Gedung Sate. Uniknya, terlihat booth internasional seperti Kampung Jepang, Kampung Belanda, dan Kampung Korea.

Baca juga: Berbagai Keseruan West Java Festival 2019 Hari Pertama, Ada Apa Saja?

"Festival ini merayakan keberagaman. Ada dari Betawi, Priangan. Ini namanya festival kebudayaan. Dari sini, saatnya kita membangun negeri," kata Emil.

WJF 2019 ini, imbuh dia merupakan penutup HUT Jabar yang rangkaian acaranya sudah berlangsung sejak Agustus lalu.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com