Revitalisasi SMK, Pemdaprov Jabar Gandeng Dunia Industri

Mico Desrianto
Kompas.com - Rabu, 11 September 2019
Revitalisasi SMK, Pemdaprov Jabar Gandeng Dunia IndustriDok. Dinas Pendidikan Jawa BaratSMKN 12 Bandung bekerja sama dengan PT JABIL, perusahaan publik asal Amerika Serikat yang memproduksi detail part component untuk pesawat terbang.

KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) menggandeng Dunia Usaha atau Dunia Industri (DUDI) untuk melakukan kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispen) Pemdaprov Jabar, Dewi Sartika, mengatakan langkah ini sebagai upaya merevitalisasi lembaga vokasi atau SMK demi menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di wilayahnya.

"SDM yang siap menatap revolusi industri 4.0. Tak hanya mengandalkan ijazah, tapi sertifikat kompetensi," ucap dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Rabu (11/9/2019).

Kerja sama ini, imbuh dia, memiliki sejumlah aspek, di antaranya kelembagaan, kurikulum, dan kerja sama dengan DUDI.

Baca juga: APBD Jawa Barat Parkir Rp 7,94 Triliun di Kas Bank Daerah

Selain itu, terdapat juga program magang untuk guru demi menciptakan tenaga pengajar produktif dan kompeten, termasuk guru tamu dari praktisi.

“Tujuannya menghasilkan lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan industri. Anak-anak dapat magang di sana, termasuk guru-gurunya. Bahkan tenaga kerja di industri juga bisa datang mengajar ke sekolah,” kata Dewi.

Saat ini, sebanyak 894 SMK di Jabar telah bermitra dengan industri dan perusahaan.

Pemdaprov Jabar pun sudah menyelaraskan kurikulum 34 kompetensi keahlian dengan kebutuhan industri saat ini.

Baca juga: Jawa Barat Boyong Pengusaha dan Desainer ke Moskow

Untuk bidang lainnya, Dispen Pemdaprov Jabar telah berkoordinasi dengan dinas lain, seperti Dinas Pariwisata Kebudayaan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan dan lainnya yang terkait dengan kompetensi Keahlian di SMK.

Target serapan tenaga kerja SMK

Dewi menambahkan, adanya kerja sama ini merupakan upaya dari berbagai pihak, antara lain SMK di Jabar, pihak industri, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Perindustrian, dan Kemenko Perekonomian .

"Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang perlunya revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas SDM," lanjut Dewi.

Kegiatan serupa, lanjut Dewi, juga pernah dilakukan Pemdaprov Jabar pada 2018 dengan melakukan pilot project keahlian kopi di SMK PPN Tanjungsari.

Baca juga: Jawa Barat Siap Kolaborasikan Pembelajaran Berbasis TIK

"Serta keahlian teh di SMK Negeri 13 Garut, dan keahlian Kriya Logam di SMK Negeri 3 Tasikmalaya," lanjut Dewi.

Kerja sama di industri otomotif misalnya, Dewi menjelaskan sejumlah SMK di wilayahnya telah melakukan kerja sama dengan PT Astra Jabar.

Model kerja sama yang diterapkan adalah penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, peningkatan sarana prasarana, alih tehnologi dan teaching factory.

"Saat ini baru 360 SMK, targetnya 2022 seluruh SMK otomotif di Jabar sudah bekerja sama dengan PT Astra atau perusahaan sejenis.

Sebagai informasi, Dewi mengatakan Jabar memiliki 2.950 SMK dengan kurang lebih 110 kompetensi keahlian, 9,6 persen di antaranya adalah SMK negeri dan sisanya dikelola swasta.

Dengan revitalisasi SMK, dirinya optimistis pada 2022 keterserapan lulusan SMK di dunia kerja mencapai 80 persen. Sisanya melanjutkan ke jenjang universitas atau berwirausaha.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Dewi mengatakan saat ini sedang disusun Peraturan Gubernur (Pergub) tentang revitalisasi SMK di Jabar dan Pergub SMK tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kita berharap 15 persen berwirausaha, sisanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kita sebut itu Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha (BMW),” tutupnya.

PenulisMico Desrianto
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Athalia Ridwan Kamil: Meski PSBB, Layanan Posyandu Tidak Boleh Berhenti
Athalia Ridwan Kamil: Meski PSBB, Layanan Posyandu Tidak Boleh Berhenti
jawa barat
Ridwan Kamil: Berdonasi dan Berdiam di Rumah adalah Bentuk Bela Negara
Ridwan Kamil: Berdonasi dan Berdiam di Rumah adalah Bentuk Bela Negara
jawa barat
Keterlibatan Semua Pihak Dalam Gerakan Nasi Bungkus Diapresiasi Atalia Kamil
Keterlibatan Semua Pihak Dalam Gerakan Nasi Bungkus Diapresiasi Atalia Kamil
jawa barat
Soal Larangan Warga Tidak Keluar dari Daerahnya, Emil Minta Bantuan Kepolisian
Soal Larangan Warga Tidak Keluar dari Daerahnya, Emil Minta Bantuan Kepolisian
jawa barat
Pemerintah Berikan Jabar 21.000 Reagen PCR dari Korsel dan Tiongkok
Pemerintah Berikan Jabar 21.000 Reagen PCR dari Korsel dan Tiongkok
jawa barat
Pemprov Jawa Barat Kembali Terima Donasi Penanganan Covid-19
Pemprov Jawa Barat Kembali Terima Donasi Penanganan Covid-19
jawa barat
Warga Jabar Terdampak Covid-19 Dapat 9 Jenis Bantuan
Warga Jabar Terdampak Covid-19 Dapat 9 Jenis Bantuan
jawa barat
Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng LIPI
Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng LIPI
jawa barat
Wagub Uu Dukung Pengusulan 2 Tokoh Jabar Jadi Pahlawan Nasional
Wagub Uu Dukung Pengusulan 2 Tokoh Jabar Jadi Pahlawan Nasional
jawa barat
Gandeng Ojek Online dan PT Pos Indonesia, Pemprov Jabar Genjot Penyaluran Bansos
Gandeng Ojek Online dan PT Pos Indonesia, Pemprov Jabar Genjot Penyaluran Bansos
jawa barat
Program Gasibu di Gunung Putri Bogor Bagikan 500 Nasi Bungkus Setiap Hari
Program Gasibu di Gunung Putri Bogor Bagikan 500 Nasi Bungkus Setiap Hari
jawa barat
Di Rapat Paripurna DPRD, Emil Beberkan Keberhasilan Jabar Raih 131 Penghargaan
Di Rapat Paripurna DPRD, Emil Beberkan Keberhasilan Jabar Raih 131 Penghargaan
jawa barat
Jabar Paling Tinggi dalam Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19
Jabar Paling Tinggi dalam Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19
jawa barat
Wagub Jabar Minta Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Wagub Jabar Minta Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
jawa barat
Jelang PSBB Jabar, 5.492 KK Terdampak Covid-19 Mulai dapat Bansos
Jelang PSBB Jabar, 5.492 KK Terdampak Covid-19 Mulai dapat Bansos
jawa barat