Pemprov Jabar Fasilitasi Pelatihan Bahasa Inggris untuk Ulama dan Guru

Kompas.com - 12/04/2019, 16:27 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pelatihan bahasa Inggris untuk para ulama dan guru. Program kerja sama dengan British Council itu diberi nama English for Ulama (EFU).

English for Ulama merupakan bagian dari program English for West Java. Program ini untuk meningkatan kapasitas bahasa Inggris para ulama dan guru melalui kombinasi antara materi belajar dan mengajar digital.

Kelasnya dibuat kreatif dengan pelatihan tatap muka yang inovatif dan interaktif. Adapun program ini merupakan bagian dari kampanye nasional English for Indonesia yang diprakarsai oleh British Council dan Kedutaan Besar Inggris.

Saat ini, pelatihan sudah hampir dua pecan. Selain bahasa Inggris ada juga pendalaman agama Islam. Dalam rencananya, 30 lulusan EFU siap diberangkatkan ke Inggris untuk mendakwahkan konsep Islam yang damai kepada masyarakat Eropa.

“Selama ini ada kesalahpahaman tentang Islam di mata dunia. Dengan hadirnya duta-duta ulama Jabar ini, diharapkan tidak ada lagi persepsi negatif terhadap Islam,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (12/4/2019).

Emil, sapaan karibnya, mengatakan bahwa dalam tiga sampai enam bulan, sebagian dari mereka akan mulai dikirim ke Inggris. Agendanya, dialog Islam yang damai, wajah Islam Indonesia khususnya Jawa Barat yang damai ke Eropa melalui Inggris.

"Semoga tidak ada lagi miskomunikasi dan buruk sangka sehingga anak cucu kita bisa hidup di dunia yang lebih damai tanpa prasangka,” jelasnya.

Selain itu, Emil juga meminta kepada para peserta EFU untuk menyelenggarakan program pelatihan yang sama di daerahnya masing-masing.

“Insya Allah (EFU dilakukan) setahun empat kali, para lulusan saya motivasi untuk menyelengarakan hal yang sama di daerah masing-masing, nanti kami dukung, sehingga makin lama menyebar dan menjadi budaya, bahwa semua ulama di Jawa Barat punya skill tambahan Bahasa Inggris,” kata Emil.

Gelaran English for Ulama (EFU), pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris untuk ulama dan guru di Pemprov Jabar.Dok Humas Pemprov Jawa Barat Gelaran English for Ulama (EFU), pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris untuk ulama dan guru di Pemprov Jabar.

Melalui program EFU, diharapkan para ulama yang telah fasih berbahasa Inggris mampu membuat konten dakwah dalam bentuk digital, salah satunya melalui akun Youtube.

“Setelah ini kami mulai dakwah digital. Jadi, mereka saya minta bikin akun Youtube tapi (dakwahnya) pake Bahasa Inggris, difilmkan dengan cara yang baik, sehingga akhirnya pesannya sampai ke seluruh duni. Ini investasi,” ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Moazzam Malik menilai Indonesia mempunyai peran penting di pentas dunia karena bisa menjadi contoh penerapan sikap toleransi dan pluralisme yang baik.

Namun, lebih lanjut Moazzam juga menekankan pentingnya Indonesia dalam melindungi hak-hak kaum minoritas.

“Ada berbagai tantangan Indonesia, seperti harus bekerja keras menjaga hak-hak minoritas dalam negeri. Akan tetapi saya kira dibandingkan negara lain, Indonesia lebih berhasil untuk menjaga keragaman dan pluralismenya,” tutur Moazzam.

Direktur British Council Indonesia Paul Smith dalam keterangan tertulisnya mengatakan, bahwa English for West Java adalah sebuah program yang merepresentansikan nilai–nilai inklusif dari program English for Indonesia.

Tujuannya untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati materi Bahasa Inggris yang berkualitas dan mudah diakses lewat materi online.

“Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan upaya pengembangan life-skills masyarakat, kali ini untuk para Ulama di Jawa Barat,” ujar Paul.

Salah satu peserta asal Cipulus, Purwakarta, Ihya Ulumudin mengatakan, program EFU jadi kesempatan yang baik untuk terlibat langsung dalam menyampaikan Islam yang damai, moderat, dan toleran ke seluruh dunia.

“Kami banyak dapat ilmu dari sisi pendalaman Bahasa Inggris. (engan ini) kami jadi lebih percaya diri lagi  saat membuat konten mengenai keislaman. Acara ini sangat bermanfaat,” ujar Ihya.

Dalam pelatihan itu, Ihya juga menuturkan bahwa yang dipelajari bukan Cuma bahasa tapi juga budaya barat. Hal ini dapat menjadi jembatan saat mereka menyampaikan pesan Islam secara langsung di sana nantinya.

Ihya pun menyebut dirinya siap untuk dikirim ke berbagai negara termasuk Inggris untuk berdialog dengan masyarakat di sana tentang keislaman Indonesia dan Jawa Barat.

Sesuai dengan tema “From West Java With Love”, mereka mau menyebarkan Islam yang penuh damai sehingga tak ada lagi anggapan bahwa di Indonesia banyak teroris, atau tak ada kesetaraan gender.

 “Kami akan berusaha menyampaikan (Islam) tidak begitu, ini Islam yang ada di Indonesia terutama di Jawa Barat. Di sini semuanya damai walaupun banyak perbedaan organisasi tapi kami damai-damai saja. Tidak ada perang saudara,” jelasnya.

 

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com