Tingkatan Minat Baca, Pemprov DKI Galakan Program Baca Jakarta

Kompas.com - Kamis, 7 November 2019
Gerakan Baca Jakarta sebaiknya diikuti dengan berbagai kegiatan yang digelar secara konsisten.DOK. PEMPROV DKI Gerakan Baca Jakarta sebaiknya diikuti dengan berbagai kegiatan yang digelar secara konsisten.

KOMPAS.com - Untuk meningkatkan minat membaca bagi warga DKI Jakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta menerapkan pola Pemerintahan 4.0.

Dalam pemerintahan 4.0 itu, Dispusip DKI berperan sebagai fasilitator dan kolaborator.

Karena itu, Dispusip Jakarta dalam menjalankan program Gerakan Baca Jakarta berkolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (komunitas), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan swasta.

Nah, salah satu agenda dari Gerakan Baca Jakarta adalah memberikan tantangan membaca kepada anak usia 7-12 tahun selama 30 hari.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah menciptakan ekosistem membaca berkelanjutan yang terbangun melalui sebuah kebiasaan.

Baca juga: Anies Minta Guru PAUD Tak Buru Anak-anak Belajar Baca Tulis

Ekosistem yang dimaksud yakni, bagaimana masyarakat menjadi relawan dan terbangun kebiasaan peserta dalam membaca.

Sementara itu,sektor swasta turut berperan sebagai kolaborator terhadap kegiatan membaca dan pemerintah.

Gerakan Baca Jakarta tersebar di 143 titik di DKI Jakarta dengan 928 relawan. Relawan berasal dari para professional, orang tua, pengelola titik baca, dan masyarakat umum yang peduli dengan kegemaran membaca anak-anak.

Melalui hasil proses kerja sama yang baik antar masyarakat, swasta, dan pemerintah, gerakan ini terbukti menjadi stimulus positif peningkatan kegemaran membaca sebagai proses membangun ekosistem membaca.

Baca juga: Panggilan Hati demi Literasi, Munawir Syahidi Bangun Taman Baca Masyarakat

Dalam keterangan persnya Pemprov DKI menjelaskan, Gerakan Baca Jakarta berhasil menjaring 3.551 peserta anak-anak di seluruh DKI Jakarta termasuk Kepulauan Seribu.

Tak cuma itu, Gerakan Baca Jakarta mampu merangkul peran aktif 6 BUMD untuk terlibat dalam kgiatan tersebut.

Efek dari Gerakan Baca Jakarta

Pelaksanaan Gerakan Baca Jakarta ternyata dapat membangun gerakan lain yang sejenis. Hal ini terbukti dari berbagai kegiatan baca di Jakarta yang muncul setelah adanya Baca Jakarta.

Contohnya, PT MRT Jakarta yang membuat ruang baca di setiap stasiun MRT, wisata literasi yang dilakukan di 6 perpustakaan daerah dan pelaksanaan hari Anak Jakarta Membaca yang di Pasar Buku Kenari Pasar Jaya.

Contoh lain adalah keikutsertaan difabel pada lomba-lomba literasi (mewarnai dan membaca buku braile), dan kegiatan literasi seni melalui Piala HB Jassin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan Ruang Baca Jakarta di Stasiun Bundaran HI, Minggu (8/9/2019).KOMPAS.COM/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan Ruang Baca Jakarta di Stasiun Bundaran HI, Minggu (8/9/2019).

Adapun Dispusip sendiri berkolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat dan Ikapi DKI Jakarta menyelenggarakan pameran buku, seperti Indonesia International Book Fair (IIBF) dan Islamic Book Fair.

Rencana selanjutnya, Dispusip akan mengembangkan geliat penciptaan ekosistem yang lebih masif. Caranya adalah dengan melibatkan program peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam pemetaan kondisi perpustakaan.

Tak hanya perpusatakaan, pemanfaatan TI akan tersedia di penyediaan pojok baca di PAUD, penyediaan taman baca di ruang publik, aktivasi kegiatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui peran serta aktif masyarakat melalui swakelola 3 dan 4.

Harus ada kegiatan

Salah satu warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Arninta Puspitasari (33) mengatakan, sebenarnya Jakarta memiliki banyak perpustakaan bagus yang dikelola swasta maupun pemerintah.

Selain ke perpustakaan yang disediakan di RPTRA Gondangdia, ia pernah mengunjungi perpustakaan pemerintah, yaitu Jakarta Public Library di Cikini, Perpustakaan Kemendikbud di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Perpustakaan Nasional.

Semua perpustakaan ini dinilainya cukup baik jika dilihat dari kondisinya.

"Seperti yang di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), cukup banyak secara jumlah bukunya, tapi secara konten nggak terlalu memperhatikan keberagamannya," kata Ninta, yang aktif membiasakan kedua anaknya membaca buku sejak kecil.

Anak-anak bermain di RPTRA Terminal Kampung Rambutan, Selasa (28/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Anak-anak bermain di RPTRA Terminal Kampung Rambutan, Selasa (28/5/2019).

Bagi Ninta, kondisi perawatan buku dan kegiatan-kegiatan yang membuat anak mencintai membaca masih perlu diperhatikan. Menurutnya, menyediakan taman bacaan adalah hal yang berbeda dengan memfasilitasi kegiatan cinta buku.

"Harus ada program kegiatan yang konsisten. Kalau cuma menaruh buku tetapi enggak ada kegiatannya, mau bertahan berapa lama? Kan tujuannya bukan punya perpustakaan, tapi membuat anak suka membaca. Untuk membaca nggak harus ada perpustakaan," sambung praktisi humas ini.

Ia memberi contoh Jakarta Public Library yang terletak di kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini. Sebagai fasilitas umum yang tidak berbayar, tempat ini menurutnya cukup bagus.

"Salut untuk Pemprov DKI yang menyediakan fasilitas ini sehingga setiap masyarakat bisa menikmatinya. Paling menyenangkan waktu Raya putri saya ke sana sedang ada kunjungan sekolah. Ternyata dari mereka disediakan sesi storytelling bagi sekolah yang berkunjung," kata Ninta.

Bukan gerakan musiman

Sebagai rangkaian dari peningkatan kegemaran membaca di DKI Jakarta yang bersifat kolaboratif, siapapun dapat bergabung dalam upaya peningkatan kegemaran membaca di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan gerakan membaca ini bukan sekadar gerakan musiman, tetapi jadi awal gerakan masif sepanjang tahun.

Diharapkan pula, kebiasaan membaca di kampung-kampung menjadi hal yang wajar dan menjadi gerakan secara masif.

Melalui gerakan membaca ini, Pemprov DKI Jakarta ingin menekankan budaya membaca, seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 76 Tahun 2018 tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca.

Baca juga: Mengapa Membaca Berdampak Positif Bagi Otak

"Ini dikerjakannya terstruktur. Satu sisi kebiasaan membaca didorong, taman baca ditumbuhkan di mana-mana,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kemudian, ucap Anies, pogram buku di Jakarta kami sedang dorong supaya harganya bisa menjadi lebih murah dengan cara kembali membangun Pasar Buku.

Ini semua ikhtiar untuk membuat Jakarta menjadi kota yang memungkinkan generasi masa depan tumbuh jadi pembelajar.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Wahyu Haryadi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan peran dan fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi, pendidikan, pembelajaran, penelitian, serta rekreasi kultural.

Baca juga: Jangan Malas Membaca Buku, Ini 8 Manfaatnya

"Ke depan, semoga hal baik ini terus berkesinambungan. Untuk mewujudkan kota Jakarta sebagai kota pembelajar, kami akan lakukan program bersama Forum Taman Baca Masyarakat" kata Wahyu.

Selain menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, gerakan #BacaJakarta yang diluncurkan tahun 2019 diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan pada ilmu pengetahuan dan perpustakaan, serta mengasah kemampuan literasi baca tulis.

EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Inovasi dan Langkah Konkret Pemprov DKI Jakarta Atasi Banjir
Inovasi dan Langkah Konkret Pemprov DKI Jakarta Atasi Banjir
Jakarta Maju Bersama
Integrasi dan Kolaborasi untuk Tangani Kemacetan di Jakarta
Integrasi dan Kolaborasi untuk Tangani Kemacetan di Jakarta
Jakarta Maju Bersama
Jakarta, Ruang Pembangunan Kolaboratif dan Berkelanjutan
Jakarta, Ruang Pembangunan Kolaboratif dan Berkelanjutan
Jakarta Maju Bersama
Jakarta Jadi Tuan Rumah U20 Mayors Summit, Anies Paparkan 3 Isu Prioritas Tuntaskan Masalah Perkotaan
Jakarta Jadi Tuan Rumah U20 Mayors Summit, Anies Paparkan 3 Isu Prioritas Tuntaskan Masalah Perkotaan
Jakarta Maju Bersama
Para Pemimpin Kota U20 Serukan Presidensi G20 Dorong Ekonomi Berkelanjutan dan Pemulihan Sosial
Para Pemimpin Kota U20 Serukan Presidensi G20 Dorong Ekonomi Berkelanjutan dan Pemulihan Sosial
Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Genjot Upaya Integrasi Antarmoda Transportasi
Pemprov DKI Jakarta Genjot Upaya Integrasi Antarmoda Transportasi
Jakarta Maju Bersama
Jakarta Gelar U20 Sherpa Meeting, Gubernur Anies Minta Hasil Diskusi Disampaikan kepada Publik
Jakarta Gelar U20 Sherpa Meeting, Gubernur Anies Minta Hasil Diskusi Disampaikan kepada Publik
Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Berkomitmen Belanjakan Rp 5 Triliun untuk Produk-produk dalam Negeri
Pemprov DKI Jakarta Berkomitmen Belanjakan Rp 5 Triliun untuk Produk-produk dalam Negeri
Jakarta Maju Bersama
Atasi Genangan di Pondok Bambu, Pemprov DKI Jakarta Turunkan Personel Gabungan
Atasi Genangan di Pondok Bambu, Pemprov DKI Jakarta Turunkan Personel Gabungan
Jakarta Maju Bersama
Jakarta City 4.0, Kolaborasi Pemprov DKI dan Warga Tuntaskan Masalah Kota
Jakarta City 4.0, Kolaborasi Pemprov DKI dan Warga Tuntaskan Masalah Kota
Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Bakal Ubah
Pemprov DKI Bakal Ubah "Wajah" Taman Ismail Marzuki Jadi Simpul Ekosistem Kebudayaan
Jakarta Maju Bersama
Lewat Jakarta Investment Forum, Pemprov DKI Harap Dapat Tingkatkan Realisasi Investasi
Lewat Jakarta Investment Forum, Pemprov DKI Harap Dapat Tingkatkan Realisasi Investasi
Jakarta Maju Bersama
Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”
Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”
Jakarta Maju Bersama
Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?
Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?
Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur
Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur
Jakarta Maju Bersama