KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes terus berupaya mengikis kesenjangan digital bagi masyarakat, terutama di wilayah pelosok.
Pada Kamis (7/5/2026), delapan desa di Brebes resmi menerima bantuan layanan internet dalam kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi di Pendopo Kabupaten Brebes.
Luthfi menegaskan, pemerataan pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga akses teknologi dan informasi bagi masyarakat desa.
Menurutnya, internet kini menjadi kebutuhan penting agar warga tidak tertinggal dalam perkembangan pendidikan, ekonomi, maupun pelayanan pemerintahan.
Layanan internet tersebut dihadirkan untuk mendukung akses informasi, pendidikan, dan pelayanan publik di desa.
“Wilayah yang luas seperti Brebes harus mendapat perhatian bersama. Internet hari ini bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Ahmad Luthfi Turunkan Inspektorat ke Brebes, Usut 3.000 ASN yang Akali Presensi
Ia mengatakan, keterbukaan akses digital akan membantu pemerintah desa lebih cepat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang terus mendorong pemerataan akses digital hingga wilayah terpencil.
Menurutnya, bantuan tersebut akan memberi manfaat besar bagi pelajar, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Paramitha menegaskan, internet merupakan jembatan penting agar warga desa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kami ingin warga di pelosok juga bisa menikmati akses pendidikan, informasi, dan peluang ekonomi digital,” terangnya.
Baca juga: Buntut 3.000 ASN Brebes Curangi Presensi, Pemprov Jateng Turunkan Tim Hukuman Disiplin
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Warsito Eko Putro mengatakan, bantuan internet tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan transformasi digital yang lebih merata di Brebes.
Warsito menyebutkan, sejumlah desa penerima bantuan sebelumnya masih mengalami keterbatasan jaringan yang berdampak pada pelayanan publik dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Oleh karena itu, kehadiran internet diharapkan mampu membuka peluang baru bagi warga desa untuk berkembang.
“Anak-anak bisa lebih mudah belajar, pemerintah desa lebih cepat memberikan layanan, dan pelaku usaha kecil dapat mulai mengenal pemasaran digital,” jelasnya.
Baca juga: Pakai Struktur Baja, Proyek Sekolah Rakyat Brebes Dipangkas Jadi 48 Hari
Warsito menambahkan, Dinkominfotik Brebes akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar pemanfaatan internet benar-benar dirasakan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.
“Harapan kami, internet ini tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar menjadi alat pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri, produktif, dan terhubung dengan dunia luar,” ucapnya.
Adapun delapan desa penerima bantuan internet tersebut meliputi Desa Cipetung, Kecamatan Paguyangan; Desa Karangpari, Kecamatan Bantarkawung; Desa Ciomas, Kecamatan Bantarkawung; dan Desa Telaga, Kecamatan Bantarkawung.
Baca juga: 3.000 ASN Brebes Terindikasi Curangi Presensi, Sekda Jateng Tegaskan Bakal Beri Sanksi
Kemudian, Desa Waru, Kecamatan Bantarkawung; Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan; Desa Gunungjaya, Kecamatan Salem; serta Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu.