Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat

Kompas.com - 22/04/2026, 17:15 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Kegiatan halalbihalal warga Brebes di Jakarta menjadi ruang diskusi mengenai persoalan kemiskinan daerah sekaligus ajakan untuk memperkuat peran perantau dalam pembangunan.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan pentingnya keterlibatan warga Brebes di perantauan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami melibatkan peran warga Brebes dari berbagai profesi, terutama yang berada di perantauan, untuk bersama-sama membangun daerah,” ujarnya.

Paramitha yang hadir bersama suaminya, Ahmad Saeful Ansori, juga memaparkan capaian serta program pembangunan daerah.

Acara yang digelar Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) tersebut berlangsung di Auditorium Pusat Pendidikan, Kalibata Raya, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026), dan dihadiri warga Brebes yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Ruang Kelas Rusak Parah Bikin Siswa SD di Brebes Belajar Bergilir sampai Sore, Dinas Tunggu Anggaran Pusat

Suasana kegiatan berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan. Para peserta saling bertegur sapa menggunakan dialek khas Brebes. Sejumlah tokoh asal Brebes yang berkiprah di tingkat nasional turut hadir, mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, akademisi, hingga pelaku usaha.

Dalam rangkaian acara, para tokoh berbagi pandangan dan pengalaman untuk memotivasi warga Brebes di perantauan. Diskusi juga dilakukan bersama Wakil Bupati Brebes Wurja dan jajaran organisasi perangkat daerah terkait kondisi kemiskinan di Brebes yang masih tergolong tinggi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, menekankan pentingnya pemberdayaan sektor pertanian sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan.

Ia mencontohkan keberhasilan Kabupaten Gunungkidul dalam memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk mendukung petani dan peternak.

“Patut diapresiasi rencana pengembangan sapi perah di Brebes oleh pemodal dalam negeri yang disebut-sebut terbesar di Indonesia,” ujar Atmo.

Baca juga: Mengapa Indonesia Disebut Sebagai Negara Terbaik di Dunia Untuk Berselancar? Ini Alasannya!

Pada kesempatan yang sama, tokoh nasional asal Brebes, Profesor Doktor (Dr) Akhsanul Khaq, menekankan pentingnya budaya saling mengenal, memahami, dan berkolaborasi antarpihak untuk menyejahterakan masyarakat serta memajukan Kabupaten Brebes.

Sebagai informasi, acara tersebut ditutup dengan tausiah hikmah syawalan yang disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hikmah Benda Brebes Kiai Haji Mukhlis Syafiq.

Terkini Lainnya
Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Brebes
Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Brebes
Bupati Paramitha Fokus Benahi Birokrasi, Ekonomi, dan SDM lewat Visi Brebes Beres

Bupati Paramitha Fokus Benahi Birokrasi, Ekonomi, dan SDM lewat Visi Brebes Beres

Brebes
Tekankan Pentingnya Integritas, Sekda Brebes Imbau PPK Jaga Profesionalisme dan Jauhi Praktik Suap

Tekankan Pentingnya Integritas, Sekda Brebes Imbau PPK Jaga Profesionalisme dan Jauhi Praktik Suap

Brebes
Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat

Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat

Brebes
Lepas 354 Jemaah Calon Haji Brebes, Bupati Paramitha Minta Mereka Jaga Nama Baik Daerah

Lepas 354 Jemaah Calon Haji Brebes, Bupati Paramitha Minta Mereka Jaga Nama Baik Daerah

Brebes
Paparkan Sistem Manajemen Talenta ASN di BKN, Pemkab Brebes Tuai Apresiasi

Paparkan Sistem Manajemen Talenta ASN di BKN, Pemkab Brebes Tuai Apresiasi

Brebes
Brebes Bakal Punya Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Produksi Tembus 180.000 Ton

Brebes Bakal Punya Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Produksi Tembus 180.000 Ton

Brebes
Transformasi Bank Brebes Berbuah Manis, Raih Penghargaan Bergengsi hingga Tingkatkan Kepercayaan Publik

Transformasi Bank Brebes Berbuah Manis, Raih Penghargaan Bergengsi hingga Tingkatkan Kepercayaan Publik

Brebes
Pemkab Brebes Gabung Proyek PSEL Tegal Raya, Olah 1.015 Ton Sampah Jadi Listrik

Pemkab Brebes Gabung Proyek PSEL Tegal Raya, Olah 1.015 Ton Sampah Jadi Listrik

Brebes
Serahkan 37 SK Pensiun ASN, Bupati Brebes: Masa Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian

Serahkan 37 SK Pensiun ASN, Bupati Brebes: Masa Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian

Brebes
Menteri PU Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Brebes, Bupati Paramitha: Ini Kepedulian Pemerintah Pusat

Menteri PU Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Brebes, Bupati Paramitha: Ini Kepedulian Pemerintah Pusat

Brebes
Bupati Brebes Kunjungi 44 Desa dan Bagikan Ribuan Sembako Selama Ramadhan

Bupati Brebes Kunjungi 44 Desa dan Bagikan Ribuan Sembako Selama Ramadhan

Brebes
Bupati Brebes Salurkan Alat Bantu dan Sembako untuk 72 Penyandang Disabilitas

Bupati Brebes Salurkan Alat Bantu dan Sembako untuk 72 Penyandang Disabilitas

Brebes
Inovasi Hilirisasi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Global, Titiek Soeharto Beri Apresiasi

Inovasi Hilirisasi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Global, Titiek Soeharto Beri Apresiasi

Brebes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com