KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menyalurkan bantuan alat bantu kesehatan dan paket sembako kepada 72 penyandang disabilitas di Pendopo Kabupaten Brebes, Jumat (13/3/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung mobilitas sekaligus mendorong kemandirian para penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan perhatian, pelayanan, serta kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Para difabel juga harus mendapatkan perhatian, pelayanan, serta kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga: Pemkab Brebes Buka Posko Pengaduan THR, Buka Senin-Jumat, Warga Bisa Lapor via WA
Paramitha berharap, bantuan alat bantu kesehatan dapat memudahkan para penyandang disabilitas dalam beraktivitas serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Dengan adanya alat bantu ini, kami berharap para penerima bantuan dapat lebih mudah beraktivitas, berinteraksi dengan lingkungan, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri,” katanya.
Selain alat bantu kesehatan, Paramitha mengatakan, bantuan sembako dan nutrisi tambahan juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga penyandang disabilitas.
Paramitha juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Giant Sea Wall di Jateng Bakal Capai 274,7 Kilometer, Membentang dari Brebes hingga Rembang
Menurutnya, sinergi lintas lembaga penting agar penanganan dan pendampingan penyandang disabilitas dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Brebes Imam Baehaqi mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Brebes dan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Satria Baturaden serta Puskesmas Klikiran.
Dia menyebutkan, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.
Imam menambahkan, kerja sama dengan Sentra Satria Baturaden telah berjalan baik.
Sepanjang 2025, berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari penanganan kasus anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pendampingan penyintas tuberkulosis (TBC) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga bantuan bagi korban bencana di Desa Menggala.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada penderita thalassemia dan HIV/AIDS, serta lansia dan penyandang disabilitas dengan total penerima manfaat mencapai 1.030 orang.
Baca juga: 1.400 dari 100.500 Peserta BPJS PBI di Brebes yang Dinonaktifkan Sudah Direaktivasi
“Pada kegiatan kali ini, bantuan disalurkan kepada 72 penyandang disabilitas yang terdiri dari 28 disabilitas fisik, satu disabilitas ganda, dua disabilitas intelektual, satu disabilitas sensorik, dan 40 disabilitas mental,” jelas Imam.
Bantuan yang diberikan, antara lain satu unit alat bantu dengar, satu kursi roda 2 in 1, tujuh kursi roda adaptif, dua kursi roda anak, 12 kursi roda standar, satu walker anak CP, satu sepatu AFO, satu paket diapers, serta 72 paket sembako.
"Selain bantuan tersebut, para penerima manfaat juga mendapatkan bantuan uang transport yang diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes," imbuh Imam.
Imam menambahkan, dalam penanganan penyandang disabilitas mental, Dinas Sosial Kabupaten Brebes juga bekerja sama dengan Puskesmas Klikiran melalui program Pelita Jiwa.
Melalui program tersebut, pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif telah diberikan kepada 176 orang dengan gangguan jiwa.
Salah satu penerima bantuan, Faturahman, warga Desa Kaligangsa, Kecamatan Brebes, melalui ayahnya Haryono menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah.
Baca juga: 90 Pemudik Ikut Valet and Ride di Brebes: Lanjut Perjalanan Pakai Bus, Motor Diangkut Truk
“Semoga program ini ke depannya lebih ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan bermanfaat dan semakin banyak anak-anak difabel yang bisa menerima bantuan,” ujar Haryono.