KOMPAS.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi daerah melalui visi Brebes Beres dengan fokus pada pembenahan birokrasi, penguatan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Visi Brebes Beres mencakup tiga pilar utama. Pertama, Beres Birokrasinya, yakni mendorong layanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) serta penguatan Satu Data Brebes.
Kedua, Beres Ekonominya, yaitu memperkuat hilirisasi pertanian, khususnya komoditas bawang merah, dan digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar produk lokal mampu menembus pasar internasional.
Baca juga: Rosan Sebut Hilirisasi Pertanian Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja dari Tambang
Ketiga, Beres SDM-nya, yakni mendukung investasi pada manusia melalui pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta memperkuat literasi digital.
"Kita tidak bisa lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. Brebes harus bergerak menuju hilirisasi agar petani memperoleh nilai tambah. Investasi terbesar kita bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada manusia Brebes itu sendiri," ujar Paramitha dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Paramitha dalam diskusi panel Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) bertajuk "Urun Rembug Brebes Beres untuk Indonesia yang Lebih Baik" di Auditorium Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Survei: 67,2 Persen Warga Brebes Puas Kinerja Bupati Paramitha
Pelaksanaan diskusi panel Masigab di Auditorium Pusdiklat BPK RI, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).Dalam forum Masigab, Paramitha menekankan bahwa kemajuan Brebes tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata, melainkan membutuhkan sinergi kolektif antara pemerintah daerah (pemda) dan perantau asal Brebes.
Ia pun mengajak para perantau untuk pulang dan berkontribusi bagi kampung halaman, baik melalui gagasan maupun investasi.
Menurut Paramitha, perantau merupakan aset strategis yang memiliki jejaring luas dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mempercepat inovasi di daerah.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro yang hadir dalam forum tersebut menilai warga Brebes memiliki karakter kritis.
Baca juga: Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat
"Orang Brebes itu wataknya kritis. Apa saja dikritik dulu, mau benar atau salah dikritik dulu. Namun, kita harus berprasangka baik bahwa itu adalah bentuk kepedulian. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain kita semua harus support dan bareng-bareng membereskan Brebes," tuturnya.
Untuk mengejar ketertinggalan indeks pembangunan manusia (IPM), Juri menilai bahwa Pemkab Brebes membutuhkan akselerasi.
"Kalau kita lari, daerah lain juga lari. Maka, sekecil apa pun inisatif kita, harus dilakukan sekarang untuk membantu percepatan perkembangan Brebes," tegasnya.
Menindaklanjuti diskusi panel dalam forum Masigab, Pemkab Brebes menyepakati penyusunan peta jalan kolaborasi yang terukur, pembentukan forum komunikasi berkelanjutan antara pemda dan perantau, serta inisiasi program nyata yang menyentuh masyarakat.
Baca juga: Paparkan Sistem Manajemen Talenta ASN di BKN, Pemkab Brebes Tuai Apresiasi