Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Kompas.com - 07/05/2026, 20:49 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menekan angka kemiskinan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui penyaluran bantuan senilai Rp 28,01 miliar.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam rangkaian kunjungan kerja di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemprov Jateng.

“Bantuan ini sangat besar artinya bagi kami karena menjangkau hampir seluruh dimensi kemiskinan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Pemerintah Genjot UMKM Tekan Kemiskinan Ekstrem Lewat Target 10 Juta Pekerja Baru

Pada kesempatan tersebut, Paramitha mengatakan, Pemkab Brebes telah menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan melalui slogan "Brebes Beres".

Melalui strategi keroyokan, sejumlah program yang digagas Pemkab Brebes mulai membuahkan hasil, di antaranya, penurunan angka stunting dari 23,1 persen menjadi 13,1 persen, renovasi 1.375 rumah tidak layak huni (RTLH), serta jambanisasi bagi 1.581 rumah tangga.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung pendekatan kolaboratif tersebut. Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antarlevel pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat.

 

Luthfi mengatakan, konsep collaborative government harus berjalan hingga tingkat desa agar setiap persoalan sosial dapat ditangani bersama.

Baca juga: Said Abdullah: DPR Tak Berwenang Tutup Ritel Modern, Ekonomi Desa Harus Kolaboratif

“Begitu ada problem di desa atau kecamatan, seluruh dinas harus ikut menyelesaikan. Jadi, tugas bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lebih ringan karena seluruh elemen bergerak bersama,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sepakat memberi perhatian khusus kepada 10 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tinggi, termasuk Brebes.

Brebes menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk besar, serta berbatasan langsung dengan Jawa Barat (Jabar).

“Kabupaten yang masuk kategori prioritas harus kita keroyok bersama-sama. Ini bukan berarti Brebes miskin sekali, tidak. Brebes itu luar biasa, wilayahnya luas, penduduknya banyak, dan berbatasan langsung dengan Jawa Barat,” katanya.

Baca juga: Ahmad Luthfi Turunkan Inspektorat ke Brebes, Usut 3.000 ASN yang Akali Presensi

Pendidikan dan kesejahteraan jadi fokus intervensi

Sektor pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam memutus rantai kemiskinan di Brebes.

Melalui program Gas Rolas, Pemkab Brebes telah mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.

Meski demikian, Luthfi menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap masih tingginya jumlah anak putus sekolah, termasuk mereka yang harus membantu orangtuanya bekerja.

“Sekitar 5.000 masyarakat putus sekolah harus kita sekolahkan gratis. Kalau tidak diberi atensi, wilayah ini bisa tertinggal,” ucapnya.

Baca juga: 13.669 Anak Putus Sekolah di DIY, DPRD Desak Pemda Cari Solusi

Untuk mendukung sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Pemprov Jateng mengalokasikan bantuan sebesar Rp 16,55 miliar bagi 101 sekolah dan lembaga pendidikan di Brebes.

Sementara itu, untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, Dinas Sosial Pemprov Jateng menyalurkan anggaran senilai Rp 1,52 miliar untuk bantuan sosial (bansos) Kartu Jateng Ngopeni (Kajen), usaha ekonomi produktif, dan kelompok usaha bersama.

Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Jateng juga memberikan bantuan Rp 900 juta untuk pembangunan 18 rumah baru bagi korban bencana.

 

Baca juga: Prabowo: Rp 6,62 T Hasil Penertiban Hutan Bisa Bangun 100.000 Rumah Korban Bencana Sumatera

Perkuat pangan dan ekonomi rakyat

Selain pendidikan dan kesejahteraan, sektor pangan juga menjadi perhatian dalam upaya menekan kemiskinan di Brebes.

Bupati Paramitha mengatakan, produksi padi Brebes pada 2025 mencapai 607.000 ton, melampaui target 575.000 ton.

Brebes juga menyumbang 60 persen produksi bawang merah Jateng dan menembus pasar ekspor, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov Jateng memberikan bantuan Rp 7,03 miliar untuk rehabilitasi 28 paket irigasi tersier dan benih sarana produksi pertanian (saprodi).

Baca juga: Sawah Petani di Jember Tercemar TPA Pakusari, Pemkab Rencanakan Perbaikan Irigasi

Bantuan tersebut diberikan mengingat Jateng ditargetkan memproduksi 10 juta ton gabah kering giling pada 2026.

“Swasembada pangan Jateng yang berkontribusi 15,6 persen nasional harus tetap dipertahankan. Kalau perlu, Jateng menjadi nomor satu di Indonesia,” tegas Gubernur Luthfi.

Luthfi juga meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Pemkab Brebes untuk memetakan potensi kekeringan dan menjaga produktivitas pangan.

 

Baca juga: Jawa Tengah Mulai Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Antisipasi Risiko Kekeringan

Dorong pariwisata dan keterampilan kerja

Selain fokus pada pendidikan, kesejahteraan, dan pangan, Pemprov Jateng juga menyoroti sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan ketenagakerjaan.

Bantuan senilai Rp 11 miliar diberikan untuk pembangunan ruas jalan menuju kawasan wisata Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan.

Sementara itu, dana sebesar Rp 1,42 miliar dialokasikan untuk revitalisasi bangunan pelatihan kerja guna meningkatkan keterampilan pencari kerja di Brebes.

Dukungan untuk Pemkab Brebes juga datang dari berbagai OPD, antara lain Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permades), serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Inilah cara berpikir yang utuh. Kemiskinan kita keroyok dari hulunya, ekonomi rakyat kita tumbuhkan lewat wisata, dan kompetensi tenaga kerja kita siapkan melalui pelatihan,” kata Paramitha.

Baca juga: Evaluasi Pengentasan Kemiskinan, Menteri Rini Tekankan Akselerasi Dukungan Kementerian PANRB

Paramitha berharap, dukungan Pemprov Jateng dapat terus berlanjut, khususnya untuk program RTLH, sanitasi, perluasan sekolah kemitraan, dan layanan dokter spesialis keliling bagi masyarakat pelosok desa.

“Dengan dukungan Pemprov Jateng, kami optimistis target penurunan angka kemiskinan Jateng dapat tercapai lebih cepat, dan Brebes siap menjadi salah satu kontributor utamanya,” tegas Paramitha.

Seusai kegiatan di Pendopo Kabupaten Brebes, rombongan meninjau tiga lokasi intervensi penanganan kemiskinan ekstrem.

Tiga lokasi tersebut adalah sekolah kemitraan di SMK Muhammadiyah Wanasari, PT Gold Emperor di Tanjung sebagai contoh penyerapan tenaga kerja lokal, serta rumah tidak layak huni di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.

Terkini Lainnya
Pemkab Brebes Raih Opini WTP Ke-7, Bukti Konsistensi Jaga Pengelolaan Keuangan Daerah

Pemkab Brebes Raih Opini WTP Ke-7, Bukti Konsistensi Jaga Pengelolaan Keuangan Daerah

Brebes
Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Brebes
Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Brebes
Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Brebes
Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Brebes
Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Brebes
Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Brebes
162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

Brebes
Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Brebes
Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes
Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Brebes
Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Brebes
Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Brebes
HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

Brebes
Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Brebes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com