Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Kompas.com - 11/06/2026, 19:40 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Atas capaian tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Founder Disway Group Dahlan Iskan dalam acara yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Paramitha menjadi salah satu dari tujuh kepala daerah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap inovasi tata kelola pemerintahan, kepemimpinan daerah, pelayanan publik, serta keberhasilan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Brebes, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Paramitha.

Menurut Paramitha, pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Baca juga: El Nino Godzilla, Ketahanan Pangan Nasional, dan Nasib Petani

Oleh karena itu, pembangunan sektor tersebut terus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Kabupaten Brebes berhasil mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah sekaligus sentra bawang merah nasional yang menjadi identitas dan kekuatan ekonomi daerah,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Paramitha menjelaskan, pembangunan pertanian di Brebes tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat daya saing daerah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkab Brebes menjalankan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Langkah itu turut didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pemerintah pusat.

Sinergi tersebut memungkinkan berbagai program bantuan, pendampingan, dan pengembangan sektor pertanian berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.

Baca juga: Pengembangan SAF dari Limbah Pertanian Terkendala Teknologi dan Keekonomian

Selain itu, modernisasi pertanian terus didorong melalui penyediaan alsintan, penggunaan benih unggul, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Berbagai tantangan di sektor pertanian, seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber air, serangan organisme pengganggu tanaman, alih fungsi lahan, hingga fluktuasi harga komoditas, juga terus diantisipasi pemerintah daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan irigasi, pengembangan sumber air pertanian, peningkatan perlindungan tanaman, serta penguatan kelembagaan petani.

Di sisi lain, Pemkab Brebes terus memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan, pemanfaatan pekarangan produktif, pengembangan cadangan pangan, serta peningkatan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Menurut Paramitha, seluruh kebijakan tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, pengembangan usaha tani, perluasan akses pasar, dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

“Kecakapan pengelolaan sektor pertanian tecermin dari kemampuan menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, penguatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, serta peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Baca juga: KAI Luncurkan KA Cikuray dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Petani-Pedagang, Ini Harga Tiketnya

Dengan dukungan sumber daya pertanian yang besar dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Brebes terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Tengah dan sentra bawang merah nasional yang berdaya saing serta berkelanjutan.

Terkini Lainnya
Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Brebes
Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Brebes
Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Brebes
Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Brebes
Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Brebes
Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Brebes
162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

Brebes
Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Brebes
Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes
Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Brebes
Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Brebes
Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Brebes
HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

Brebes
Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Brebes
Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Brebes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com