KOMPAS.com – Wajah Desa Rungkang, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, tampak berbeda pada Rabu (29/4/2026).
Di desa tersebut, 10 rumah tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dan PT Djarum.
Perubahan itu menjadi harapan baru bagi warga, sekaligus langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari tingkat desa.
Program tersebut diluncurkan dalam kick-off ceremony kolaborasi corporate social responsibility (CSR) antara Pemkab Brebes dan PT Djarum di halaman Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Melalui Program Sanitasi Terpadu Djarum, kerja sama itu menyasar persoalan mendasar masyarakat, mulai dari kualitas hunian, akses sanitasi, hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
Sebagai tahap awal, sebanyak 10 keluarga menerima kunci rumah layak huni yang telah diperbaiki.
Baca juga: Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, desa, swasta, maupun masyarakat.
“Dengan kolaborasi semua pihak, sanitasi terpadu bisa benar-benar mengubah perilaku dan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi tentang sanitasi aman dan air bersih,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.
Paramitha menambahkan, program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah jangka panjang yang harus dijaga bersama agar memberikan dampak berkelanjutan.
Dia mengatakan, Pemkab Brebes masih mencatat adanya ratusan rumah tidak layak huni serta keterbatasan akses sanitasi di Desa Rungkang.
Oleh karena itu, Paramitha berkomitmen untuk terus melanjutkan program perbaikan rumah dan sanitasi secara bertahap.
Ia juga meminta semua jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan pendampingan pascaprogram agar manfaatnya tidak berhenti pada pembangunan awal.
Baca juga: HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi
Dia juga meminta semua jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan pendampingan pascaprogram agar manfaatnya tidak berhenti pada pembangunan awal.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan daerah berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya Brebes yang lebih sehat, layak huni, dan sejahtera.
General Manager Community Development Djarum Foundation Achmad Budiharto mengatakan, program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program Rumah Sederhana Layak Huni CSR PT Djarum ini kami jalankan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sanitasi terpadu yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan,” katanya.
Dia menegaskan, program CSR tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendorong perubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat.
Baca juga: Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau
Program kolaborasi itu menjadi bagian dari momentum 75 tahun PT Djarum dan 40 tahun Djarum Foundation.
Selain itu, program tersebut melanjutkan komitmen “ Bakti Pada Negeri” yang telah hadir di Brebes sejak 2012 melalui penghijauan jalur Pantai Utara (Pantura). Kini, kontribusi itu diperluas ke sektor perumahan dan permukiman.
Baca juga: Rencana Anggaran Baju Olahraga Pegawai RSUD Brebes Rp 350 Juta, Direktur: Bukan Prioritas
Secara umum, program tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni pembangunan rumah layak huni, pelaksanaan sanitasi terpadu di tiga desa melalui pembangunan 100 unit sanitasi dan sambungan air bersih, serta penguatan ekonomi desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) dan koperasi di lima desa.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan PT Djarum, Djarum Foundation, perwakilan Yayasan Rabu Biru, para camat, kepala desa, serta pengurus BUMDes dan koperasi desa.