Brebes Bakal Punya Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Produksi Tembus 180.000 Ton

Kompas.com - 17/04/2026, 07:23 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Kabupaten Brebes bersiap membangun mega farm sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 180.000 ton per tahun. Proyek ini digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut antusias investasi tersebut. Ia menilai proyek ini menjadi peluang besar untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujar Paramitha dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Ia berharap proyek tersebut mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ekonomi daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” tandas Paramitha.

Baca juga: Kemenpar Perkuat Keamanan Wisata, dari Regulasi hingga Pengawasan Ketat

Proyek strategis ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk mendorong realisasi investasi tersebut.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jateng saat ini menjadi magnet investasi berkat kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegas Luthfi.

Dirjen PKH Kementan Agung Suganda mengungkapkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia.

Baca juga: Australia Ekspor 1.300 Sapi Perah ke Indonesia, Dukung Peningkatan Pasokan Susu MBG

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

Mega farm ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Saat ini, produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, sehingga sekitar 80 persen masih bergantung pada impor.

Mega farm tersebut tidak hanya ditargetkan menjadi yang terbesar di Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan susu nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.

Konsep mega farm dan produksi susu

Suasana diskusi antara pemerintah daerah, perwakilan investor, dan pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan mega farm sapi perah di Brebes guna memperkuat produksi susu nasional.Dok. Pemkab Brebes Suasana diskusi antara pemerintah daerah, perwakilan investor, dan pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan mega farm sapi perah di Brebes guna memperkuat produksi susu nasional.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, memaparkan bahwa proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektar (ha) dengan konsep terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Proyek itu mengusung konsep close loop system yang ramah lingkungan, antara lain dengan mengolah limbah ternak menjadi biogas sebagai sumber energi, memanfaatkan residu sebagai pupuk organik, serta menerapkan sistem daur ulang air untuk efisiensi.

Baca juga: Integrated Farming ala Nurul Huda Farm di Cirebon: Ternak Kambing, Produksi Pakan dan Pupuk Organik Sendiri

Dengan target populasi sekitar 28.000 ekor sapi, produksi susu diperkirakan mencapai 180.000 ton per tahun. Fasilitas pendukung yang akan dibangun meliputi pabrik pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek tersebut juga memiliki dampak besar. Diproyeksikan sekitar 5.000 petani akan dilibatkan dalam penyediaan pakan di lahan 2.000 ha, serta sekitar 8.000 peternak lokal akan digandeng dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.

Adapun jadwal pelaksanaan proyek dimulai dari persiapan lahan pada Juni 2026, dilanjutkan pembangunan hingga akhir 2027, dengan target produksi perdana (first milking) pada Desember 2027.

Terkini Lainnya
Pemkab Brebes Raih Opini WTP Ke-7, Bukti Konsistensi Jaga Pengelolaan Keuangan Daerah

Pemkab Brebes Raih Opini WTP Ke-7, Bukti Konsistensi Jaga Pengelolaan Keuangan Daerah

Brebes
Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards, Pertanian Brebes Tuai Apresiasi Nasional

Brebes
Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Transformasi BUMD Brebes, PT AUB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Brebes
Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Genjot IPM Brebes, Bupati Paramitha Jadikan Jawara 2026 Penguat Kepercayaan Diri Warga Belajar

Brebes
Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Brebes
Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Tangkal Praktik Kecurangan, Pemkab Brebes Pastikan SPMB 2026 Berjalan Daring dan Gratis

Brebes
Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Lawan Korupsi, Dinkominfotik Brebes dan Inspektorat Hadirkan Jejaring Pariwara Antikorupsi KPK di Harkitnas

Brebes
162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

162 KDMP Dibangun di Brebes, Bupati Paramitha Fokus pada UMKM dan Ekonomi Lokal

Brebes
Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Brebes
Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes
Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Brebes
Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Brebes
Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Brebes
HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

Brebes
Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Brebes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com