KOMPAS.com – Kabupaten Brebes bersiap membangun mega farm sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 180.000 ton per tahun. Proyek ini digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut antusias investasi tersebut. Ia menilai proyek ini menjadi peluang besar untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujar Paramitha dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (17/4/2026).
Ia berharap proyek tersebut mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ekonomi daerah.
“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” tandas Paramitha.
Baca juga: Kemenpar Perkuat Keamanan Wisata, dari Regulasi hingga Pengawasan Ketat
Proyek strategis ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk mendorong realisasi investasi tersebut.
“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, Jateng saat ini menjadi magnet investasi berkat kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.
“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegas Luthfi.
Dirjen PKH Kementan Agung Suganda mengungkapkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia.
Baca juga: Australia Ekspor 1.300 Sapi Perah ke Indonesia, Dukung Peningkatan Pasokan Susu MBG
“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.
Mega farm ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Saat ini, produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, sehingga sekitar 80 persen masih bergantung pada impor.
Mega farm tersebut tidak hanya ditargetkan menjadi yang terbesar di Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan susu nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.
Suasana diskusi antara pemerintah daerah, perwakilan investor, dan pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan mega farm sapi perah di Brebes guna memperkuat produksi susu nasional.Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, memaparkan bahwa proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektar (ha) dengan konsep terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Proyek itu mengusung konsep close loop system yang ramah lingkungan, antara lain dengan mengolah limbah ternak menjadi biogas sebagai sumber energi, memanfaatkan residu sebagai pupuk organik, serta menerapkan sistem daur ulang air untuk efisiensi.
Dengan target populasi sekitar 28.000 ekor sapi, produksi susu diperkirakan mencapai 180.000 ton per tahun. Fasilitas pendukung yang akan dibangun meliputi pabrik pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung.
Dari sisi sosial ekonomi, proyek tersebut juga memiliki dampak besar. Diproyeksikan sekitar 5.000 petani akan dilibatkan dalam penyediaan pakan di lahan 2.000 ha, serta sekitar 8.000 peternak lokal akan digandeng dalam pengembangan sapi perah.
“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.
Adapun jadwal pelaksanaan proyek dimulai dari persiapan lahan pada Juni 2026, dilanjutkan pembangunan hingga akhir 2027, dengan target produksi perdana (first milking) pada Desember 2027.