Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Kompas.com - 26/04/2026, 19:07 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Brebes mewanti-wanti potensi alih fungsi lahan produktif di tengah meningkatnya minat investasi ke wilayah tersebut.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan investor yang masuk tidak boleh menguasai lahan hijau yang selama ini menjadi penopang sektor pertanian.

Pernyataan itu disampaikan Paramitha saat menghadiri kegiatan Halalbihalal dan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Brebes di Hotel King Royal Brebes, Sabtu (25/4/2026).

“Saya tidak anti Investor. Silakan masuk ke Brebes, tetapi harus jelas rencananya sejak awal dan sesuai ketentuan,” ungkap Paramitha.

Menurutnya, pemerintah daerah mendukung masuknya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Namun, investasi tersebut harus sejalan dengan kepentingan jangka panjang daerah, terutama menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan tata ruang.

Ia menegaskan lahan pertanian produktif tidak boleh dialihkan menjadi kawasan industri maupun permukiman secara sembarangan tanpa kajian yang matang.

“Jangan sampai lahan hijau dipakai industri secara sembarangan. Pertanian harus tetap kita jaga,” katanya.

Paramitha menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Brebes tengah mempercepat penyusunan dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Dokumen tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian mengenai pembagian zona industri, pertanian, perdagangan, dan permukiman.

Dengan adanya kepastian tata ruang, pemerintah berharap investor memperoleh kejelasan lokasi usaha, sementara masyarakat tetap mendapat perlindungan terhadap kawasan produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Ketua Kadin Brebes Indra Kusuma menyatakan dunia usaha menyambut baik langkah pemerintah daerah yang membuka peluang investasi, selama manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas dan pelaku usaha lokal.

“Investasi yang masuk ke Brebes diharapkan bisa bersinergi dengan pengusaha lokal, UMKM, dan petani,” ujar Indra.

Menurut dia, investasi yang sehat tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka peluang kemitraan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas usaha daerah.

Ia menambahkan pelaku UMKM di Brebes perlu mendapat ruang dalam rantai pasok industri baru, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati pemodal besar.

Selain itu, Indra juga menyoroti tantangan ekonomi global yang berdampak terhadap pelaku usaha daerah, mulai dari fluktuasi harga energi hingga biaya distribusi barang.

Mewakili Kadin Jawa Tengah, Triyatmo menilai Brebes memiliki potensi besar untuk berkembang karena berada di jalur strategis nasional serta memiliki kekuatan di sektor pertanian dan perdagangan.

“Brebes punya modal besar untuk tumbuh, tinggal diperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” ucapnya.

Menurut dia, hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia berharap Brebes mampu memanfaatkan posisi strategisnya untuk menarik investasi produktif dan padat karya.

Ketua Panitia Danang Komaruzaman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, baik peserta, sponsor, maupun tamu undangan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh tamu undangan. Apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” jelasnya.

Ia berharap forum silaturahmi tersebut mampu memperkuat kebersamaan antaranggota Kadin serta membuka peluang kerja sama baru bagi pengembangan usaha di Kabupaten Brebes.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Dalam forum Rapimkab itu, Kadin Brebes juga membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pendataan UMKM, penguatan akses perizinan dan pasar, pengawalan tata ruang wilayah, serta pembentukan forum komunikasi rutin antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Kadin, pelaku usaha, pimpinan BUMD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Terkini Lainnya
Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Tekan Kemiskinan, Brebes Dapat Dukungan Rp 28 Miliar dari Pemprov Jateng

Brebes
Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes Menuju Desa Digital, 8 Desa Pelosok Kini Terhubung Internet

Brebes
Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Bidik Pasar Eropa, Bupati Brebes Gandeng Dubes RI di Roma untuk Akselerasi Ekspor Produk Olahan

Brebes
Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Kolaborasi Pemkab Brebes dan PT Djarum Sulap 10 Hunian Tak Layak Huni Jadi Simbol Harapan Baru

Brebes
Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Bupati Brebes Ungkap Progres Sekolah Rakyat Capai 4 Persen, Akses Diperkuat Jembatan Bailey

Brebes
HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

HUT Otoda Ke-30, Bupati Brebes Tekankan E-Government untuk Sapu Bersih Korupsi

Brebes
Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Pemkab Brebes Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan, Bupati: Investor Jangan Kuasai Lahan Hijau

Brebes
Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Brebes Dorong Peran Kadin Jadi Jembatan Pemda dan Pelaku Usaha

Brebes
Bupati Paramitha Fokus Benahi Birokrasi, Ekonomi, dan SDM lewat Visi Brebes Beres

Bupati Paramitha Fokus Benahi Birokrasi, Ekonomi, dan SDM lewat Visi Brebes Beres

Brebes
Tekankan Pentingnya Integritas, Sekda Brebes Imbau PPK Jaga Profesionalisme dan Jauhi Praktik Suap

Tekankan Pentingnya Integritas, Sekda Brebes Imbau PPK Jaga Profesionalisme dan Jauhi Praktik Suap

Brebes
Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat

Halalbihalal Warga Brebes di Jakarta Soroti Kemiskinan, Perantau Diajak Terlibat

Brebes
Lepas 354 Jemaah Calon Haji Brebes, Bupati Paramitha Minta Mereka Jaga Nama Baik Daerah

Lepas 354 Jemaah Calon Haji Brebes, Bupati Paramitha Minta Mereka Jaga Nama Baik Daerah

Brebes
Paparkan Sistem Manajemen Talenta ASN di BKN, Pemkab Brebes Tuai Apresiasi

Paparkan Sistem Manajemen Talenta ASN di BKN, Pemkab Brebes Tuai Apresiasi

Brebes
Brebes Bakal Punya Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Produksi Tembus 180.000 Ton

Brebes Bakal Punya Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Produksi Tembus 180.000 Ton

Brebes
Transformasi Bank Brebes Berbuah Manis, Raih Penghargaan Bergengsi hingga Tingkatkan Kepercayaan Publik

Transformasi Bank Brebes Berbuah Manis, Raih Penghargaan Bergengsi hingga Tingkatkan Kepercayaan Publik

Brebes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com