Bupati Brebes Kunjungi 44 Desa dan Bagikan Ribuan Sembako Selama Ramadhan

Kompas.com - 21/03/2026, 14:42 WIB
Hotria Mariana,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sepanjang Ramadhan 1447 Hijriah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengunjungi 44 desa di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng).

Ia membagikan ribuan paket sembako kepada warga, berbuka puasa bersama masyarakat, dan hampir setiap malam menunaikan shalat tarawih berjemaah di masjid-masjid desa yang dikunjunginya.

Kegiatan ini dikemas dalam dua agenda rutin, yakni “Ngabuburit Bareng Warga” di sore hari dan Tarawih Keliling (Tarling) di malam hari.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Selasa (24/2/2026) malam di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog.

Baca juga: Bupati Brebes Salurkan Alat Bantu dan Sembako untuk 72 Penyandang Disabilitas

Pada kesempatan itu, Paramitha bersama Wakil Bupati Brebes Wurja menyerahkan paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes untuk anak yatim, piatu, dan kaum duafa. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH Sholahudin Masruri.

Dari Sirampog, kunjungan berlanjut ke desa-desa lain hingga pekan terakhir Ramadhan. Polanya konsisten, sore hari ngabuburit bersama warga sekaligus membagikan paket sembako, dan malamnya berpindah ke desa lain untuk Tarling.

Distribusi sembako merupakan bagian dari program Wareg Sedoyo (Wardoyo). Program inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes ini menyasar warga paling miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan.

"Setiap sore saya habiskan waktu dengan masyarakat. Ngabuburit bareng, ngobrol-ngobrol santai sambil menunggu waktu buka," ujar Paramitha dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (21/3/2026).

Baca juga: Setahun Pemerintahan, Pemkab Brebes Genjot Infrastruktur hingga Transformasi Digital

Ia melanjutkan, setelah berbuka di satu desa, malam harinya langsung berpindah ke desa lain untuk tarawih. Dengan pola itu, dalam sehari ia bisa mengunjungi dua hingga tiga desa sekaligus.

Di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Paramitha duduk bersila di antara warga, membagikan kurma dan takjil dengan tangannya sendiri sebelum berbuka. Saf tarawih malam itu menyatu tanpa sekat, bupati berdampingan dengan ibu-ibu rumah tangga, pedagang, dan anak-anak.

"Ramadhan mengajarkan kita untuk merasakan denyut nadi masyarakat. Saat kita duduk sama rendah dengan rakyat, di situlah kita memahami bahwa kebijakan harus lahir dari empati, bukan angka anggaran," tuturnya.

Hadir untuk warga terdampak bencana

Ngabuburit Bareng Warga dan Tarling juga menjangkau warga terdampak bencana. Paramitha menyebutkan sejumlah wilayah yang menjadi perhatian, di antaranya Desa Sridadi di Kecamatan Sirampog, Desa Adisana di Kecamatan Bumiayu, dan Desa Randusari di Kecamatan Losari yang dilanda banjir selama Ramadhan.

Baca juga: Inovasi Hilirisasi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Global, Titiek Soeharto Beri Apresiasi

"Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi ujian bencana," ujarnya.

Di sisi lain, roda pemerintahan tetap berjalan di tengah padatnya agenda Ramadhan. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes menggenjot pemeliharaan jalan kabupaten menjelang Lebaran agar ruas-ruas jalur mudik nyaman dilalui pemudik.

Paramitha menegaskan, program Wardoyo akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang selama ini luput dari bantuan bisa merasakan kehadiran pemerintah.

"Pemerintahan yang baik tidak hanya soal program dan anggaran, tetapi juga kehadiran nyata di sisi masyarakat, terutama saat mereka paling membutuhkan," ucapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com