Setahun Pemerintahan, Pemkab Brebes Genjot Infrastruktur hingga Transformasi Digital

Kompas.com - 20/02/2026, 15:48 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki satu tahun masa pemerintahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes mencatat progres pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga transformasi digital.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Brebes Eko Warsito mengatakan, capaian tahun pertama tersebut menjadi fondasi percepatan pembangunan daerah.

“Fokus pemerintah daerah (pemda) adalah memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat, infrastruktur diperbaiki, layanan kesehatan diperluas, dan perlindungan sosial diperkuat. Ini menjadi pijakan untuk mempercepat kesejahteraan warga Brebes,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Tapteng Kembali Diterjang Banjir, Infrastruktur Rusak, Warga Trauma

Infrastruktur dan ketahanan lingkungan

Di sektor infrastruktur, Pemkab Brebes memperbaiki 287 ruas jalan kabupaten sepanjang 117,77 kilometer (km) serta 65 jembatan guna memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

Upaya pengendalian banjir juga diperkuat melalui perbaikan 99,8 km drainase, normalisasi dan pembangunan 721,49 km saluran pembuang serta tanggul, dan rehabilitasi 53,73 km tanggul bantaran sungai di wilayah rawan genangan.

Akses dasar lainnya turut diperluas, termasuk pembangunan 1.742 sambungan air bersih rumah tangga. Untuk menjaga produktivitas pertanian, pemeliharaan daerah irigasi seluas 2.541 hektar (ha) dilakukan secara intensif.

Baca juga: Wahana Visi Bangun Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya

Dari sisi hunian dan lingkungan, Pemkab Brebes merenovasi 1.375 rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah. Program jambanisasi menjangkau 1.581 rumah tangga, disertai perbaikan jalan lingkungan sepanjang 32,17 km dan pemasangan 827 titik penerangan jalan.

Baca juga: Daftar Perumahan di Jawa Barat yang Dapat Bantuan PSU Jalan Lingkungan

Penguatan layanan kesehatan dan perlindungan sosial

Pada bidang kesehatan, layanan ibu dan anak menjangkau 20.298 ibu hamil dan 21.944 ibu bersalin, serta pemantauan terhadap 113.759 balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Program Tenaga Kesehatan Door to Door telah melayani lebih dari 204.000 warga. Selain itu, 89.929 warga memperoleh perlindungan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Dalam perlindungan sosial, bantuan menjangkau 3.958 warga, sementara 2.000 keluarga dinyatakan lulus dari Program Keluarga Harapan (PKH), yang menunjukkan peningkatan kemandirian ekonomi.

Pemkab Brebes juga menyalurkan insentif kepada 21.000 pegiat keagamaan, termasuk guru ngaji dan pengasuh pesantren.

Baca juga: Bupati Tegal Janji Naikkan Insentif Guru Ngaji Jadi Rp2 Juta Per Orang Mulai Tahun Depan

Peningkatan SDM dan pelayanan publik

Untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM), Pemkab Brebes telah memperbaiki fasilitas di 239 sekolah.

Upaya tersebut dilengkapi dengan sejumlah program akses pendidikan. Sebanyak 13.081 warga dewasa memperoleh kesempatan kedua untuk menempuh pendidikan, 480 mahasiswa menerima beasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta 628 anak kembali bersekolah lewat program Gas Rolas.

Dalam bidang pelayanan publik, sebanyak 773.798 warga telah difasilitasi dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Penguatan layanan administrasi ini menjadi perhatian karena kepemilikan identitas hukum merupakan syarat dasar untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga berbagai layanan publik lainnya.

Baca juga: Mengenal Ombudsman, Lembaga yang Mengawasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Transformasi Digital dan Stabilitas Daerah

Pemkab Brebes juga memperluas akses digital melalui program Brebes Merdeka Internet dengan menyediakan internet gratis di sejumlah ruang publik, seperti Alun-alun Brebes, kawasan Monumen Perjuangan, dan sentra wisata kuliner.

Eko berharap ketersediaan akses internet tersebut dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas akses informasi, serta mempercepat transformasi digital di daerah.

Selama satu tahun pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, Kabupaten Brebes tidak mencatat konflik sosial yang signifikan, dan seluruh tahapan politik berlangsung aman berkat penguatan deteksi dini dan koordinasi keamanan wilayah.

Baca juga: MBG Dorong Ekonomi Lokal, Standar Keamanan Pangan Jadi Tantangan

Stabilitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah penghargaan pun diraih Pemkab Brebes, antara lain predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya, Innovative Government Award 2025, serta penghargaan pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com