Peringati Hardiknas 2025, Wawalkot Semarang Tekankan Pentingnya Karakter dan Budaya dalam Pendidikan Digital

Kompas.com - 06/05/2025, 21:26 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Semarang Iswar Aminuddin menekankan pentingnya pendidikan yang tetap berpijak pada karakter dan nilai kebudayaan di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital. 

“Teknologi ibarat samudra luas yang menggoda dan mengguncang, tetapi pendidikan harus tetap berpijak pada karakter, nilai, dan semangat gotong royong," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (6/5/2025).

Hal tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Semarang, yang berlangsung di kawasan wisata budaya Sam Poo Kong, Senin (5/5/2025).

Mewakili Wali Kota Agustina, Iswar menyampaikan apresiasi kepada para pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh elemen masyarakat yang berkontribusi terhadap pendidikan inklusif dan berkeadilan. 

Baca juga: Maknai Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri Perkuat Pilar Sosial ESG lewat Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

Ia juga menekankan pentingnya momentum peringatan Hardiknas sebagai saat yang tepat untuk kembali meneladani semangat Ki Hajar Dewantara.

“Pendidikan adalah akar dari kemajuan, dan semangat pengabdian para guru merupakan batang utama yang menopang peradaban,” ucap Iswar.

Peringatan Hardiknas 2025 di Kota Semarang diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan peluncuran program strategis di bidang pendidikan. 

Sejumlah kegiatan menarik digelar, seperti Lomba Band SMP sederajat, penampilan Barongsai, peluncuran Tari Semarang, serta persembahan lagu “Semarang Mendidik” oleh pencipta dan penyanyi aslinya.

Baca juga: Masih Ada Praktik Titip Menitip SPMB di Banten, Andra Soni: Percuma Ada Program Sekolah Gratis

Peluncuran SPMB 2025 dan Gerakan Orang Tua Asuh

Pada kesempatan yang sama, juga dideklarasikan program CSR Peduli Gerbang Harapan (Gerakan Bersama Orang Tua Asuh Membangun Masa Depan) serta peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

“SPMB tahun ini (2025) kami rancang dengan lebih selektif, khususnya pada jalur zonasi, agar pemerataan akses pendidikan bisa lebih optimal,” terang Iswar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga terus memperkuat program prioritas pendidikan yang berkeadilan. 

Pada 2025i, ditargetkan sebanyak 8.220 siswa dari keluarga kurang mampu akan menerima beasiswa. 

Selain itu, penyelesaian ijazah yang tertahan di ratusan sekolah swasta tengah dikebut, ditambah dengan pemberian Kartu Bus Gratis bagi pelajar dan mahasiswa ber-KTP Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas pendidikan yang merata.

Baca juga: Tanoto-Gates Kerja Sama untuk Kesehatan dan Pendidikan di Asia

Program literasi digital “Disdik Berkarya”

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Semarang memperkenalkan program literasi digital bertajuk Disdik Berkarya.

Inisiatif tersebut merupakan kolaborasi antara Tim Cyber AI, Tanoto Foundation, dan guru-guru Semarang, yang telah melahirkan 44 cerita anak berbasis kearifan lokal. 

Seluruh karya disajikan dalam bentuk perpustakaan digital sebagai media pembentukan karakter yang menarik dan mudah diakses oleh generasi muda.

“Lewat tari, lagu, literasi digital, dan sistem pendidikan yang semakin tertata, kami ingin menumbuhkan ekosistem pendidikan yang kuat, merata, dan penuh semangat inovasi,” ujar Iswar.

Baca juga: Membawa Inovasi AI Lebih Dekat ke Semua Orang

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi dunia usaha melalui program CSR yang semakin aktif mendukung sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Peringatan Hardiknas menjadi momen reflektif bahwa kemajuan pendidikan bukanlah tugas satu pihak semata. 

“Dengan semangat gotong royong, Kota Semarang siap mencetak generasi tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Iswar.

Terkini Lainnya
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

Semarang
Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Wali Kota Agustina Minta Duta Pancasila Semarang Sebarkan Pesan Persatuan lewat Konten Kreatif

Semarang
Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Wali Kota Agustina Sebut Imlek dan Ramadhan 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Semarang
Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Semarang
Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Pasar Semawis Ramaikan Imlek di Semarang, Wali Kota Agustina Tekankan Harmoni dan Toleransi

Semarang
Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Bersinergi Hadirkan Sembako Murah

Semarang
Lebih dari Sekadar Pasar Rakyat, Pemkot Semarang Perjuangkan Tradisi Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional

Lebih dari Sekadar Pasar Rakyat, Pemkot Semarang Perjuangkan Tradisi Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional

Semarang
Lantik Pejabat Hasil Seleksi Tim Talenta, Wali Kota Agustina Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng

Lantik Pejabat Hasil Seleksi Tim Talenta, Wali Kota Agustina Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng

Semarang
Resmikan TPS Bugen, Wali Kota Agustina Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Resmikan TPS Bugen, Wali Kota Agustina Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com