SNC 2025 Pukau Ribuan Warga, Walkot Agustina: Ini Motor Penggerak Ekonomi dan Pariwisata

Kompas.com - 05/05/2025, 15:49 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Semarang Night Carnival (SNC) 2025 sukses memukau ribuan masyarakat dan tamu dari berbagai daerah dalam puncak perayaan Hari Jadi ke-478 Kota Semarang. Parade kostum tematik yang digelar Minggu (4/5/2025) ini berlangsung meriah dan penuh warna.

Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan rasa bangga atas antusiasme publik terhadap SNC 2025.

"SNC mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, memperkuat pariwisata, serta mengembangkan industri kreatif di Kota Semarang," kata Agustina melalui siaran persnya, Senin (5/5/2025).

Ia mengungkapkan, SNC hadir sebagai pertunjukan kreasi sekaligus upaya pelestarian budaya nusantara, serta penggerak ekonomi masyarakat.

Baca juga: Pengusaha Harap Danantara Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi RI

"Untuk itu, perlu dukungan semua pihak agar acara tersebut bisa terus berkembang sehingga menjadi motor penggerak ekonomi lokal," imbuh Agustina.

Lebih lanjut, ia menyebut SNC berpotensi menembus panggung internasional.

Agustina berharap, acara tersebut ke depannya bisa digelar lebih lama, dengan partisipasi peserta yang semakin luas, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk lebih lama tinggal dan berwisata di Kota Semarang.

“Mari kita kenalkan Kota Semarang kepada dunia. SNC bisa jadi karnaval kebanggaan Indonesia yang memikat perhatian internasional,” tuturnya.

Baca juga: Pertamina Turut Rayakan Puncak Perayaan Hari Buruh Internasional 2025

Kemeriahan SNC 2025

Kemeriahan SNC 2025 terlihat sejak awal parade yang dimulai dari titik nol kilometer di depan Kantor Pos Pasar Johar hingga Balai Kota Semarang.

Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute, menikmati atraksi budaya dan parade kostum bertema Perisai Nusantara yang menampilkan subtema Penjor, Burung Merak, Bunga Anggrek, dan Burung Cendrawasih.

Banyak penonton mengaku merasa terhibur dengan kemeriahan SNC 2025 yang dirasa lebih menawan dari tahun sebelumnya. 

"Keren sekali dan lebih mewah dari kemarin (2024) karena ada tema-tema khususnya. Yang paling menarik kostum penjor," kata Siti (45), warga Semarang Utara yang menyaksikan bersama suami dan kedua anaknya.

Baca juga: Polemik Perumahan Punsae Ungaran, Pengembang dan Warga Dimintai Keterangan

Hal yang sama juga disampaikan Anton (38) yang rela jauh-jauh dari Ungaran untuk melihat SNC.

Ia menilai keseruan SNC 2025 tergambarkan melalui kostum tematiknya yang unik.

"Bagus-bagus dan menarik semua," ujar Anton.

Tidak hanya decak kagum ataupun rona kebahagiaan yang terpancar dari penonton, para peserta parade pun menyatakan keseruannya turut serta terlibat dalam puncak acara ulang tahun Kota Semarang.

"Saya senang sekali bisa ada di sini, ikut berkolaborasi dalam kegiatan yang positif ini. Sukses untuk SNC dan terima kasih untuk Ibu Wali Kota Semarang Agustina. Sungguh luar biasa sekali Kota Semarang malam ini," ujar Jelantik, salah satu peserta asal Surabaya.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Semarang, Istilah Bos e Muncul, Siapa Dia?

Terkini Lainnya
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Semarang
Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Semarang
Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Semarang
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com