Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Minggu, 11 April 2021
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) terlihat menabuh beduk di Masjid Agung Kauman Semarang dalam gelaran tradisi Dugderan di Kota Semarang, Minggu (11/4/2021).DOK. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) terlihat menabuh beduk di Masjid Agung Kauman Semarang dalam gelaran tradisi Dugderan di Kota Semarang, Minggu (11/4/2021).

KOMPAS.com – Pelaksanaan Dugderan di Kota Semarang tahun ini diperingati secara sederhana oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (11/4/2021), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ( Hendi) menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna mencegah timbulnya kerumunan yang berpotensi memicu penularan Covid-19.

Meski sederhana, gelaran Dugderan itu tetap berjalan sesuai tradisi yang ada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kita belajar dari tahun lalu untuk tetap menjalankan tradisi Kota Semarang di tengah pandemi. Tahun lalu juga dikemas oleh teman-teman dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan menggalakkan prokes, meski tidak semeriah biasanya,” jelas Hendi.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Tradisi Dugderan di Semarang Digelar Sederhana

Pelaksanaan Dugderan itu, sebut dia, diselenggarakan Pemkot Semarang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Semarang.

Prosesi tradisi dilaksanakan di halaman Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Kauman Semarang dengan suasana yang sangat terbatas.

Sesampainya di masjid, Hendi lalu membaca Suhuf Halaqof dan menabuh beduk sebagai tanda tibanya bulan Ramadan.

“Mudah-mudahan selama Ramadan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan baik,” harap Hendi usai menjalani prosesi Dugderan, Minggu.

Selain dilakukan secara sederhana dan terbatas, proses Dugderan kali ini tidak menyertakan arak-arakan Warak Ngendog. Absennya arak-arakan ini bahkan sudah terjadi sejak tahun lalu.

Baca juga: Imbas Covid-19, Tradisi Dugderan dan Syawalan di Kendal Ditiadakan

Hal tersebut, kata Hendi, dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan masyarakat. Pasalnya, acara Warak Ngendog sangat berpotensi untuk mengundang warga dan memicu keramaian.

Sebagai informasi, Dugderan merupakan salah satu tradisi yang rutin dijalankan di Kota Semarang menjelang bulan Ramadan sejak tahun 1881.

Saking ikoniknya, tradisi itu bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia (RI).

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat
semarang
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo
semarang
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa
semarang
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023
semarang
Terima Bantuan untuk Korban Banjir, Plt Wali Kota Semarang: Alhamdulillah Banyak Masyarakat Peduli
Terima Bantuan untuk Korban Banjir, Plt Wali Kota Semarang: Alhamdulillah Banyak Masyarakat Peduli
semarang
Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan
Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan
semarang
Pemkot Semarang bersama DP2K Bahas Refleksi 2022 dan Prioritas Pembangunan Kota 2023
Pemkot Semarang bersama DP2K Bahas Refleksi 2022 dan Prioritas Pembangunan Kota 2023
semarang
Pemkot Semarang Bakal Evaluasi Perijinan Perumahan, yang Melanggar Akan Ditindak
Pemkot Semarang Bakal Evaluasi Perijinan Perumahan, yang Melanggar Akan Ditindak
semarang
Kota Semarang Catatkan Angka Inflasi Terendah Se-Jateng
Kota Semarang Catatkan Angka Inflasi Terendah Se-Jateng
semarang
Mitigasi Banjir Bandang, Plt Walkot Semarang Jalin Koordinasi dengan Pemkab Semarang
Mitigasi Banjir Bandang, Plt Walkot Semarang Jalin Koordinasi dengan Pemkab Semarang
semarang
Pemkot Semarang Intensif Lakukan Pembersihan Lumpur di Lingkungan Terdampak Banjir
Pemkot Semarang Intensif Lakukan Pembersihan Lumpur di Lingkungan Terdampak Banjir
semarang
Respons Cepat Banjir di Dinar Indah Semarang, Plt Wali Kota Ita Siapkan Dapur Umum hingga Tempat Pengungsian
Respons Cepat Banjir di Dinar Indah Semarang, Plt Wali Kota Ita Siapkan Dapur Umum hingga Tempat Pengungsian
semarang
Wujudkan Ketahanan Pangan, Plt Walkot Semarang Berencana Masukkan Urban Farming ke Kurikulum Merdeka Belajar
Wujudkan Ketahanan Pangan, Plt Walkot Semarang Berencana Masukkan Urban Farming ke Kurikulum Merdeka Belajar
semarang
Bantu Atasi Banjir di Kota Semarang, Kementerian PUPR Datangkan Pompa Air Tambahan
Bantu Atasi Banjir di Kota Semarang, Kementerian PUPR Datangkan Pompa Air Tambahan
semarang
Pemkot Semarang Berkolaborasi dengan BBWS Tangani Banjir, dari Tarik Air hingga Bangun Sheet Pile
Pemkot Semarang Berkolaborasi dengan BBWS Tangani Banjir, dari Tarik Air hingga Bangun Sheet Pile
semarang