Wali Kota Hendi Dukung Semua Pekerja di Semarang Pakai BPJS Ketenagakerjaan

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 10 Februari 2020
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) ketika menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Semarang, Senin (10/2/2020). DOK. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) ketika menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Semarang, Senin (10/2/2020).

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendukung program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Ketenagakerjaan agar diikuti seluruh pekerja di Kota Semarang.

Pasalnya, lanjutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu warga masyarakat, khususnya para pekerja.

Dengan menjadi peserta program Jaminan Sosial ini, masyarakat bisa terkaver dalam hal keselamatan diri sekaligus ikut serta mengembangkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai BUMN milik pemerintah.

Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab Hendrar, usai menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Ini Upaya Nyata Pemkot Semarang Dukung Pengembangan UMKM dan Koperasi

Khusus bagi pekerja di jajarannya, secara detail Hendi memperinci kurang lebih 8.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah terkaver PT Taspen.

Sementara itu, untuk pegawai non-ASN, imbuhnya, terkaver BPJS Ketenagakerjaan.

Terkait wacana kepesertaan perangkat RT dan RW dalam Jaminan Sosial ketenagakerjaan, Hendi sangat terbuka dan membuka kesempatan sosialisasi serta perumusan programnya kepada warga masyarakat.

Baginya, ini penting mengingat pembayaran iuran harus dilakukan dengan ikhlas dan didasari kepercayaan kedua belah pihak.

Baca juga: 6 Manfaat Ini Akan Hilang jika Taspen Melebur ke BPJS Ketenagakerjaan?

“Jadi, kedua belah pihak baik peserta maupun pengelola harus terbuka dan saling percaya,” ujar Hendi seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dia yakin program jaminan sosial ini akan lebih berkelanjutan jika diikuti oleh semakin banyak peserta.

Menyerahkan klaim JKM

Pada kesempatan itu, Hendi menyerahkan klaim jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta kepada Sumiyati, warga Tanjung Mas, Semarang Utara.

Sumiyati merupakan ahli waris suaminya almarhum Panut yang meninggal karena sakit beberapa waktu lalu.

Baca juga: Asabri Disarankan Digabung dengan BPJS Ketenagakerjaan

Hendi bercerita, Panut meninggal dunia akhir Desember 2019 lalu dan baru dua bulan mengikuti program jaminan sosial yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan jaminan ini, lanjut Hendi, adalah wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang diikuti almarhum Panut sejak November 2019.

“Almarhum Pak Panut ini ikut program jaminan dengan biaya mandiri. Beliau meninggal dalam posisi tidak bekerja sehingga mendapatkan total jaminan sebesar Rp 42 juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, bagi peserta yang meninggal saat bekerja bisa terkaver sebesar Rp 175 juta.

Baca juga: Ini Cara Klaim Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Sebelum Pensiun

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
semarang
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
semarang
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
semarang
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
semarang
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
semarang
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
semarang
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
semarang
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
semarang
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
semarang
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
semarang
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
semarang
Jalankan PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi Jabarkan Aturan Kegiatan Baru
Jalankan PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi Jabarkan Aturan Kegiatan Baru
semarang
Pemkot Semarang Percepat Vaksinasi untuk Masyarakat Umum Daerah Rentan
Pemkot Semarang Percepat Vaksinasi untuk Masyarakat Umum Daerah Rentan
semarang
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19
semarang