Kota Semarang Usung "Wayang Potehi" Jadi Tema Perayaan Imlek

Kompas.com - 16/01/2020, 17:50 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung penuh semua kegiatan yang menjunjung tinggi keberagaman di Pasar Imlek Semawis 2020.

Hal itu dia ungkapkan sehubungan akan digelarnya peringatan Tahun Baru Imlek di Pasar Imlek Semawis 2020, yang ada di kawasan Pecinan, Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, dari Jumat (17/1/2019) - Minggu (19/1/2020). 

Rencananya, Pasar Imlek Semawis 2020 ini akan bertema “ Wayang Potehi” dan dimulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

“Wayang Potehi pernah menjadi sejarah panjang bangsa Indonesia, maka Pemkot Semarang akan selalu mendukung dan mensosialisasikan agar keberadaan wayang Potehi tetap lestari,” ungkap Hendi, sapaan akrabnya.

Baca juga: Pandanaran Skybridge Dibuka untuk Umum, Wali Kota Semarang: Jangan Dirusak

Senada dengan Hendi, Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim mengatakan, Wayang Potehi merupakan sebuah seni budaya yang besar sehingga perlu dilestarikan agar bisa tetap bertahan dan bisa digunakan sebagai media untuk mengajarkan keberagaman.

“Jadi, saya berharap, dengan mengangkat tema Potehi ini ada pemerhati atau pelaku seni budaya yang bisa membantu mengembangkannya,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Nantinya, rangkaian acara Pasar Imlek Semawis akan diawali dengan Ketuk Pintu, yaitu doa bersama dan slametan di Klenteng Tay Kak Sie.

Acara lalu dilanjutkan dengan doa keliling Klenteng di area Pecinan, antara lain Klenteng Tong Pek Bio, Ling Hok Bio, Tek Hay Bio, Sioe Hok Bio dan Hoo Ho Bio.

Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan hingga Tingkatkan PAD, Alasan Tilang Elektronik Diterapkan di Semarang

Rencana rekayasa lalu lintas

Skema Perubahan Arus Lalu lintas dan penataan parkir jelang diadakannya Pasar Imlek Semawis 2571 di kawasan Pecinan, Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Jumat-Minggu (17-19/1/2020).DOK. Humas Pemkot Semarang Skema Perubahan Arus Lalu lintas dan penataan parkir jelang diadakannya Pasar Imlek Semawis 2571 di kawasan Pecinan, Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Jumat-Minggu (17-19/1/2020).

Adapun, untuk mengurai kemacetan dan mendukung kenyamanan pengunjung, panitia acara pun menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menyediakan kantong parkir di sejumlah titik.

Skema pengalihan arus lalu lintas tersebut di antaranya dari arah Jalan Beteng jalur akan dialihkan ke Jalan Wotgandul Barat dan tidak melalui Jalan Wotgandul Timur.

Sementara itu, dari arah Jalan Pekojan, jalur yang disediakan bisa lewat Jalan Kapuran atau Jalan Gang Warung.

Selain itu, bagi pengunjung yang akan menyaksikan Pasar Imlek Semawis bisa parkir di sepanjang Jalan Kapuran, Gang Pinggir, Gang Warung, Beteng, dan Wotgandul Barat.

Baca juga: Tilang Elektronik di Semarang, Warga: Membingungkan, Kalau Kendaraan Pelat Luar Kota Gimana?

Sedangkan sepanjang Gang Belakang, Gang Gambiran, Gang Tengah dan Gang Besen digunakan untuk parkir warga berstiker khusus.

Penutupan jalan sudah dimulai pada Rabu (15/1/2020) pukul 18.30 WIB dan dibuka kembali pada Senin (20/1) pukul 08.00 WIB.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com