Semarang Bakal Rehabilitasi Ribuan Rumah Kumuh

Kompas.com - Jumat, 27 April 2018
Hingga kini, masih ada 10.941 rumah dengan kondisi tidak layak huni di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang berencana  merehabilitasi 4.295 rumah tidak layak huni di Kota Semarang pada 2018 dan 2019.Dok. Humas Pemkot Semarang Hingga kini, masih ada 10.941 rumah dengan kondisi tidak layak huni di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang berencana merehabilitasi 4.295 rumah tidak layak huni di Kota Semarang pada 2018 dan 2019.

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berencana merehabilitasi 4.295 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2018 dan 2019.

Pemerintah Kota Semarang merehabilitasi 2.860 rumah tidak layak huni hingga akhir 2017. Hingga kini, masih ada 10.941 rumah tak layak huni di kota lumpia yang belum diperbaiki.

"Di Kota Semarang yang katanya kota metropolitan ini, faktanya masih ada lebih dari sepuluh ribu rumah yang kondisinya tidak layak huni," katanya saat meresmikan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Jumat (27/4/2018).

(Baca: Tiap Tahun Pemerintah Semarang Rehabilitasi 1000 RTLH)

Ia mengaku prihatin dengan tingginya angka Rumah Tidak Layak Huni di ibukota Provinsi Jawa Tengah itu.

Pemerintah Kota Semarang menargetkan tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni pada 2020.

"Maka dari itu komitmen saya, dari tahun ke tahun, jumlah Rumah Tidak Layak Huni yang direhab harus terus ditambah," ujarnya.

Pada 2011, Hendrar menambahkan, hanya ada 204 unit RTLH yang direhabilitasi dalam kurun waktu setahun.

Jumlah tersebut terus bertambah, hingga pada 2017 mencapai 1.162 rumah yang direhabilitasi dalam setahun.

(Baca: IAP: Semarang Salah Satu Kota Metropolitan Layak Huni)

 

Program rehabilitasi rumah dinilai penting untuk mendorong terciptanya lingkungan tempat tinggal warga yang sehat.

"Walau pun angka harapan hidup Kota Semarang saat ini sudah yang tertinggi dibanding daerah-daerah lainnya, tapi masih banyak PR yang harus dikerjakan," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Harapan Hidup (AHH) warga Kota Semarang pada 2017 yakni 77,21 tahun. Angka itu merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Sementara, AHH daerah lainnya seperti Kota Yogyakarta 74,35 tahun, Kota Denpasar 74,17 tahun, Kota Surabaya 73,88 tahun, Kota Bandung 73,86 tahun, Kota Jakarta Selatan 73,84 tahun, Kota Medan 72,4 tahun, serta Kota Makassar 71,51 tahun.

Menata wilayah kumuh

Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tersebut merupakan bagian dari program besar Penanganan Wilayah Kumuh di Kota Semarang.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga memiliki program Kampung Tematik, Peningkatan Infrastruktur Permukiman, hingga Kaki Kering.

Hingga kini, politikus PDI Perjuangan tersebut masih fokus menangani banjir di wilayah timur Kota Semarang.

Genangan di Jalan Mataram Semarang akibat hujan deras mengguyur kota itu, Kamis (4/5/2017). Beberapa titik jalan di Kota Semarang tergenang air hingga 30 centimeter.Kompascom/Nazar Nurdin Genangan di Jalan Mataram Semarang akibat hujan deras mengguyur kota itu, Kamis (4/5/2017). Beberapa titik jalan di Kota Semarang tergenang air hingga 30 centimeter.

 

Pemerintah telah menutup Kali Banger namun warga yang tinggal di kawasan Kemijen masih kebanjiran. Kemijen, ia melanjutkan, merupakan bantaran Kali Banger.

Oleh karenanya, Hendrar berencana mengevaluasi kebijakan pemerintah berdasarkan fakta di lapangan.  

"Dan ketika tadi pagi saya ketemu ibu-ibu di dekat rumah pompa Sedompyong, katanya air masuk ke rumah dari saluran permukiman. Maka ini akan menjadi koreksi penting," ujarnya.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021
semarang
Bersama “Gercep”, Walkot dan Ketua TP-PKK Semarang Aktif Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
Bersama “Gercep”, Walkot dan Ketua TP-PKK Semarang Aktif Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
semarang
Walkot Hendi: Covid-19 Munculkan Persoalan Sosial Baru bagi Anak yang Kehilangan Orangtua
Walkot Hendi: Covid-19 Munculkan Persoalan Sosial Baru bagi Anak yang Kehilangan Orangtua
semarang
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
semarang
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
semarang
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
semarang
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
semarang
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
semarang
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
semarang
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
semarang
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
semarang
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
semarang
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
semarang
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
semarang