KOMPAS.com - Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, telah memasuki tahap ketiga. Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan atap stadion.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi tahap ketiga dijadwalkan berlangsung selama 180 hari atau enam bulan, mulai 3 Juni hingga 29 November 2026.
Selain pemasangan atap, tahap ketiga pembangunan Stadion GDJ juga mencakup pekerjaan site development, salah satunya pembangunan akses jalan suporter.
“Bobot pekerjaan terbesar tahap ini, 70 persen pada pekerjaan pemasangan atap. Pemasangan atap kami selesaikan di 2026,” ujar pria yang akrab disapa Mas Dhito itu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Mas Dhito Temui Mbah Minem, Penjual Bunga Tabur yang Hidupi Keluarga di Kediri
Mengingat proses pembangunan yang masih panjang, Mas Dhito mengimbau kontraktor pelaksana untuk melanjutkan pembangunan Stadion GDJ sesuai komitmen dalam kontrak kerja.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu dan tepat guna, termasuk penggunaan material serta pencapaian bobot pekerjaan sesuai kontrak. Pasalnya, stadion berkapasitas 15.000 orang itu banyak dinantikan masyarakat.
“Saya berharap apa yang sudah dituangkan dalam kontrak dapat dipertanggungjawabkan, saya minta masing-masing memahami tugasnya. Saya minta komitmennya dan saya akan awasi karena ini betul-betul ditunggu masyarakat,” kata Mas Dhito.
Pernyataan tersebut disampaikan Mas Dhito saat mengunjungi sekaligus meninjau pembangunan Stadion GDJ bersama perwakilan manajemen kontruksi (MK) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Kediri, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Mengenal Tiga Jenis Struktur Atap Stadion yang Digunakan di Dunia
Merespons imbauan Mas Dhito, Deputi Project Manager PT Mitra Andalan Sakti selaku perwakilan pelaksana proyek Arif Sugiharto optimistis pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan vendor terkait pengerjaan atap stadion.
“Kami sudah berkoordinasi dengan vendor, timeline (enam bulan) masih cukup untuk saat ini. Nanti, kami juga akan melakukan pengawasan yang lebih ketat agar timeline yang diberikan bisa terpenuhi,” ungkap Arif.
Stadion yang menelan anggaran senilai Rp 57 miliar itu nantinya tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga kegiatan lain. Hal ini sesuai konsep yang diusung Stadion GDJ, yakni sport, business, dan entertainment.
Dengan alokasi anggaran yang fantastis, Pemkab Kediri meminta pendampingan dan rutin berkoordinasi dengan kejaksaan tinggi dan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan proses pembangunan bebas maladministrasi.
“Karena apapun step by step yang kami lakukan kami konsultasikan segala sesuatunya supaya tidak ada catatan maladministrasi,” ucap Mas Dhito.
Baca juga: Terungkap, Konflik Lahan Transmigran Kotabaru Dipicu Maladministrasi
Pembangunan Stadion GDJ merupakan proyek multi years yang dimulai pada 2023 dan ditargetkan rampung pada 2027.
Sesuai rencana, pembangunan tahap keempat akan dilanjutkan pada 2027 dengan pekerjaan mencakup pembangunan jalan kawasan stadion, serta pemasangan lampu dan 10.000 kursi penonton. Meski demikian, Mas Dhito berharap Stadion GDJ sudah bisa digunakan pada 2027.
Untuk memastikan standar minimal penggunaan stadion, Pemkab Kediri akan berkonsultasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI). Dengan begitu, Stadion GDJ diharapkan dapat difungsikan sementara sembari menunggu kelanjutan pembangunan.
“Kami akan konsultasi dengan konsultan dari PSSI, kira-kira standar minimalnya apa dulu untuk 2026, karena 2027 (pembangunan) kami masih berlanjut,” ucap Mas Dhito.
Baca juga: Perluas Basis Timnas Putri, PSSI Pantau Talenta Muda di Hydroplus Soccer League