Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kompas.com - 18/11/2025, 16:17 WIB
Fikriyyah Luthfiatuzzahra,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menaruh perhatian terhadap penurunan angka stunting di wilayah Kediri yang dinilai belum signifikan.

Berdasarkan data Bulan Timbang Agustus, angka stunting di Kabupaten Kediri tercatat berada di angka 8,46 persen pada 2024. Pada 2025, penurunan yang terjadi hanya 0,42 persen sehingga menyisakan angka 8,04 persen.

Sebelumnya, Mas Dhito, sapaan akrab Hanindhito, telah melakukan Rembug Stunting tingkat Kabupaten Kediri di Gedung Bagawanta Bhari, Selasa (28/10/2025).

Dalam forum tersebut, ia  menekankan sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan stunting tidak berjalan optimal.

Menurut Mas Dhito, gizi buruk serta rendahnya kepedulian warga terhadap kebersihan air dan sanitasi menjadi faktor utama yang memengaruhi lambatnya penurunan angka stunting

Untuk mengatasi hal itu, ia meminta para camat melakukan identifikasi komprehensif di wilayah masing-masing.

Baca juga: Catat Prevalensi Stunting Terendah di Indonesia, Pemkab Klungkung Dapat Apresiasi Wapres Gibran

“Untuk menangani stunting, saya minta tiap camat melakukan identifikasi, termasuk kondisi sanitasi dan kebersihan air di wilayah masing-masing. Terutama di lingkungan warga yang masuk kategori Desil 1–4 atau kelompok miskin, ini hal-hal yang perlu kita perbaiki,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/11/2025).

Selain persoalan sanitasi, Mas Dhito juga menyoroti adanya indikasi pemeriksaan yang berpindah-pindah sehingga memengaruhi akurasi data.

"Itu yang menyebabkan data tidak akurat. Ini yang kita akan terus lakukan perbaikan. Saya harapkan satu sampai dua tahun ke depan angka stunting bisa di bawah 5 persen," tambahnya.

Mas Dhito menegaskan bahwa penurunan angka stunting di tiap kecamatan menjadi salah satu indikator bupati dalam menilai kinerja camat.

Ia berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam intervensi penanganan stunting agar target Kabupaten Kediri, yakni zero stunting dan zero growth stunting bisa terwujud.

“Intervensi penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tugas bersama, termasuk instansi vertikal yang juga memiliki instrumen hingga ke tingkat bawah. Jadi kerja bersama, kerja kolaboratif bareng bareng kita intervensi," pungkas Mas Dhito.

Baca juga: Soal Stunting, Gibran: Tantangan Masih Besar, Target Penurunan Jadi 14,2 Persen di 2029

Kediri diakui berprestasi tekan stunting

Meski angka penurunan angka belum signifikan, Kabupaten Kediri berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik pertama atas kinerja pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting 2025 tingkat Jawa Timur.

Wakil Bupati Kediri sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Dewi Mariya Ulfa menyatakan, capaian tersebut merupakan hasil intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, sehingga pola penanganannya pun tidak sama. Karena itu, TP3S dari tingkat kabupaten hingga desa terus dioptimalkan melalui kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

Terkini Lainnya
Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Kediri Hari Ini
Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kediri Hari Ini
Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Kediri Hari Ini
Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Kediri Hari Ini
MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Kediri Hari Ini
Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Kediri Hari Ini
Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Kediri Hari Ini
Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Kediri Hari Ini
Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Kediri Hari Ini
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com