KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, pendampingan teknis, serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.
Komitmen tersebut telah diwujudkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito dengan menyerahkan bantuan alat mesin pertanian ( alsintan) dan benih padi kepada petani di Kabupaten Kediri.
Penyerahan bantuan dilaksanakan bersamaan dengan acara tasyakuran atas capaian swasembada pangan pada 2025 yang digelar di lapangan belakang kompleks Kantor Pemkab Kediri, Kamis (5/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Mas Dhito menyerahkan 34 traktor roda empat, 15 traktor roda dua, 11 unit combine harvester, 6 pompa air, 11 handsprayer, serta 73 ton benih padi.
Baca juga: Kementan Kirim Puluhan Traktor dan Komben ke Indramayu untuk Percepat Musim Tanam
Sebelumnya, pada 2025, Pemkab Kediri juga telah menyerahkan 17 traktor roda empat, 4 traktor roda dua, dan 75 ton benih padi.
"Di tahun 2026 ini, kami masih akan menyalurkan 150-190 bantuan alsintan lagi sesuai kebutuhan petani," ujar Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Penyerahan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Kediri untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi guna mempertahankan posisi Kabupaten Kediri sebagai lumbung pangan nasional.
Pada 2025, Kabupaten Kediri memiliki luas tanam padi seluas 49.743 hektar (ha) dengan jumlah produksi 307.000 ton gabah kering giling (GKG) serta luas tanam jagung 55.807 ha dengan jumlah produksi 373.000 ton jagung pipil kering. Adapun luas tanam tebu mencapai 20.683 ha dengan jumlah produksi 1.985.302 ton.
Baca juga: Mentan Targetkan Luas Tanam Padi Capai 1,3 Juta Hektare pada April 2025, Produksi 7,5 Ton Gabah
Melalui penyerahan bantuan alsintan dan benih padi tersebut, para petani diharapkan mampu mempertahankan capaian swasembada pangan, termasuk gula, yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto.
"Kabupaten Kediri bisa memberikan bantuan alsintan yang cukup banyak di tengah kondisi efisiensi anggaran karena kami bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk memenuhi target dari bapak Presiden," ucap Mas Dhito.
Pada acara tasyakuran tersebut, ia turut mendorong generasi muda lokal untuk menjadi petani dengan memberikan bantuan kepada delapan petani di bawah usia 30 tahun sebagai bentuk apresiasi karena telah berkontribusi langsung menggarap lahan pertanian di usia muda.
"Harapan saya petani tidak lagi didominasi usia 50 tahun ke atas, tetapi 40 tahun ke bawah, dan tadi sudah terlihat embrionya," ungkap Mas Dhito.
Baca juga: Menyemai Petani Muda dari Pesantren Al-Muttaqin di Muaro Jambi