KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan blusukan ke Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (5/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kediri Bramastyo Priaji, dan Komandan Kodim 0809/Kediri Dhavid Nur Hadiansyah.
Orang nomor satu di Bumi Panji itu menyalurkan sejumlah bantuan, mulai dari layanan kesehatan, perbaikan rumah, beasiswa pendidikan, hingga modal usaha.
Agenda pertama blusukan adalah mengunjungi kediaman Sumiran (61) dan Leginah (56), pasangan suami istri lanjut usia (lansia) dengan keterbatasan penglihatan yang tinggal di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Dengan kondisi tersebut, Sumiran sudah lama tidak bekerja. Keduanya mengandalkan bantuan dari pemerintah untuk menopang kebutuhan hidup.
Baca juga: Di tengah Impitan Kebutuhan Hidup, Fotografer Keliling Monas Berjuang di Era Digital
"Kami melihat kondisi riil di lapangan bagaimana warga kami di desil 1-4. Untuk pasangan suami istri ini penglihatannya terganggu, tidak bisa melihat secara utuh, tidak bisa bekerja dan (kehidupannya) hanya mengharapkan bantuan," ujar Mas Dhito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan bahwa Pemkab Kediri akan membantu pemeriksaan kesehatan Sumiran dan Leginah.
Sebelumnya, kata Mas Dhito, Kodim 0809/Kediri juga telah membangun hunian yang kini ditempati pasangan tersebut melalui program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.
"Kamar mandinya telah diperbaiki, tetapi hal-hal minor lainnya akan kami bantu," ucapnya.
Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Dana Tahap II, Perbaikan Rumah Terdampak Bencana Dipercepat
Seusai berdialog dan meninjau kondisi rumah, Mas Dhito bersama Kapolres dan Dandim Kediri menyerahkan bantuan sembako.
Bagi Sumiran dan Leginah, kehadiran pemimpin daerah di rumah mereka menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.
"Maturnuwun nggih rawuhipun, kulo dongake sedoyo sehat (terima kasih kedatangannya, saya doakan semoga semua sehat," ucap Leginah.
Baca juga: Kakek di Kediri Hilang Terseret Arus Sungai Brantas Saat Sambut Tradisi Pladu
Bupati Kediri Mas Dhito mengunjungi kediaman Bunga Febriana di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (5/5/2026).Agenda berikutnya masih berada di dusun yang sama. Kali ini, Mas Dhito dan rombongan mengunjungi kediaman Bunga Febriana, remaja 16 tahun yang terpaksa berhenti sekolah demi merawat ibunya, Zainul Sarpianik (58), yang mengalami stroke.
Selain karena kondisi ibunya, keterbatasan ekonomi keluarga juga membuat Bunga harus merelakan mimpinya. Saat sang ibu jatuh sakit, ayah Bunga, Suryanto, menjual rumah pada 2023 dan menghabiskan tabungan hasil usaha untuk biaya pengobatan.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, Mas Dhito menawarkan Bunga yang putus sekolah sejak November 2025 untuk kembali melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YP 17 Pare, sekolah tempat ia pernah belajar.
"Sekolah lagi ya nduk nanti bulan Juli," ucapnya pada Bunga.
Baca juga: Kejar 20 Juni, Menteri PU Pantau Ketat Pasokan Baja Sekolah Rakyat Lhokseumawe
Tawaran itu disambut antusias oleh Bunga karena ia masih memiliki keinginan besar melanjutkan pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Mas Dhito pun berkomitmen memberikan beasiswa agar Bunga dapat menyelesaikan sekolah hingga lulus, sekaligus bantuan modal usaha bagi Suryanto untuk membuka warung.
"Bulan depan kami masukkan lagi adik Bunga ke sekolah, bantuan modal usaha juga kami berikan kepada bapaknya adik Bunga karena (beliau) masih ingin bekerja sambil menjaga istrinya," jelasnya.
Mas Dhito menegaskan, pihaknya tidak ingin ada anak di Kabupaten Kediri putus sekolah karena alasan biaya.
Baca juga: Lebak dan Tingginya Putus Sekolah: Ketimpangan yang Terus Berulang
Bupati Kediri Mas Dhito menjenguk kondisi Muhammad Alza Octaviana di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (5/5/2026).Menutup rangkaian kunjungan, Mas Dhito beserta rombongan menuju Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, untuk menjenguk Muhammad Alza Octaviana, anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan penglihatan.
Bocah berusia 12 tahun itu kini duduk di kelas 5 SD Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Puncu. Ia tinggal bersama kakeknya, Mari (61), yang berjualan sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama Alza dan anak perempuannya, Nina (19).
Dalam kunjungan itu, Mas Dhito memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk Alza serta memperbaiki rumah yang banyak mengalami kebocoran.
"Tadi kami cek atapnya beberapa banyak yang bolong-bolong. Jadi, kalau hujan airnya masuk ke rumah dan itu akan kami perbaiki," ungkapnya.
Baca juga: Musim Hujan, Ini Tiga Titik Rawan Atap Rumah Bocor dan Cara Tepat Menanganinya
Selain itu, Mas Dhito juga akan memberikan bantuan modal usaha dan sepeda untuk mendukung Mari berjualan, serta membantu mencarikan pekerjaan bagi Nina.
"Alhamdulilah, besok (Nina) bisa mulai bekerja," ucapnya.
Mas Dhito juga menyebut pihaknya akan menebus biaya pendidikan Nina yang khawatir ijazahnya ditahan karena tunggakan biaya sekolah.
"Saya juga mengimbau bagi seluruh warga Kabupaten Kediri yang tidak mampu dan ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah tolong dilaporkan kepada Dinas Pendidikan," kata Mas Dhito.
Baca juga: Pabrik Plastik di Madiun Berulang Kali Tahan Ijazah Karyawan, Ini Kata Disnakerin