KOMPAS.com - Bandara Dhoho Kediri resmi beroperasi pada Senin (10/11/2025). Hal ini ditandai dengan penerbangan perdana maskapai Super Air Jet rute Jakarta-Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri telah melakukan langkah strategis untuk menarik minat masyarakat luar daerah agar datang ke Kediri melalui Bandara Dhoho.
Salah satunya melalui pemberian tiket masuk objek wisata unggulan gratis dan diskon hotel dengan menunjukkan boarding pass.
Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi batas okupansi penumpang 70 persen agar keberlangsungan operasional Bandara Dhoho dapat terus terjaga.
Baca juga: Gratis Tiket Wisata Trenggalek bagi Penumpang yang Turun di Bandara Dhoho Kediri
Oleh karena itu, Mas Dhito berharap, okupansi penumpang dapat konsisten menyentuh 70 persen ke atas.
"Ini tidak mudah tapi kami berdoa semoga dilancarkan dan kalau memang ini lancar saya rasa bandara ini akan menjadi bandara yang membanggakan bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim)," ucap Mas Dhito dalam keterangan resminya, Selasa (18/11/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Mas Dhito seusai mendampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyambut kedatangan penumpang pada penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara Dhoho.
Mas Dhito meyakini bahwa para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kediri punya rasa memiliki yang besar terhadap Bandara Dhoho. Hal serupa juga dipercaya dimiliki oleh jajaran pemerintah kabupaten/kota lain di sekitar Wilis.
Baca juga: Pemkab Kediri Minta Pemprov Subdisi Maskapai Penerbangan di Bandara Dhoho
"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan konektivitas dan menyamakan persepsi dengan para kepala daerah lain," ungkap Mas Dhito.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Bandara Dhoho Kediri kini telah resmi ditetapkan sebagai bandara internasional. Dengan demikian, maskapai asing atau yang menggunakan tanda registrasi negara lain (maskapai non-PK) bisa masuk ke Bandara Dhoho Kediri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengaku bersyukur atas beroperasinya kembali Bandara Dhoho Kediri. Ia optimis, operasional Bandara Dhoho dapat terus berkelanjutan dengan dukungan semua pihak.
Menurut Emil, menjaga stabilisasi okupansi penumpang membutuhkan proses yang tidak bisa dilakukan secara instan.
Pasalnya, masyarakat diyakini masih membutuhkan adaptasi untuk mengubah pola perjalanan ke luar daerah menggunakan pesawat.
"Untuk itu perlu dukungan semua pihak. Kami mengapresiasi inovasi dari Bupati Kediri, bahkan juga Bupati Trenggalek yang telah menggratiskan wisatanya. Di Kediri hotel juga diberikan diskon kalau punya boarding pass," ucap Emil.