KOMPAS.com – Suasana Kediri Town Square mendadak dipenuhi gelak tawa dan keceriaan anak-anak pada Kamis (12/3/2026).
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama istrinya, Eriani Annisa, mengajak 200 anak yatim dari 26 kecamatan berbelanja baju Lebaran impian mereka.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu ingin anak-anak tidak sekadar menerima santunan, tetapi juga merasakan pengalaman memilih sendiri pakaian yang mereka sukai di pusat perbelanjaan modern.
"Tidak semua anak bisa mendapatkan baju Lebaran baru atau makanan seperti anak lain. Harapan kami tak lain hanya ingin berbagi kebahagiaan pada bulan yang penuh berkah bersama anak-anak ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026).
Mas Dhito menjelaskan, awalnya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri berencana memberikan paket makanan. Baca juga: Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan
Namun, rencana tersebut diubah karena sudah banyak pihak yang menyalurkan bantuan serupa menjelang Lebaran.
Sebagai gantinya, pemerintah daerah memilih memberikan baju Lebaran dengan cara yang lebih berkesan, yakni membiarkan anak-anak memilih sendiri.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi sebagian anak yang belum pernah mengunjungi pusat perbelanjaan.
Program serupa sebenarnya telah dilakukan pada 2025. Namun, pada tahun ini, bantuan diberikan dalam bentuk voucher senilai Rp 500.000 per anak, bukan uang tunai.
Baca juga: MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat
"Kami berikan dalam bentuk voucher ini supaya bisa dimaksimalkan anak-anak," kata Mas Dhito.
Selama berbelanja, anak-anak didampingi dua pendamping dari masing-masing kecamatan, serta petugas pusat perbelanjaan.
Setelah selesai berbelanja, mereka diajak menuju Pendopo Panjalu Jayati untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama.
Untuk melengkapi kebahagiaan, Mas Dhito juga membagikan bingkisan Lebaran, termasuk tas perlengkapan sekolah.
Baca juga: Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito