Siswa Kediri Diduga Keracunan MBG, Mas Dhito Ancam Cabut Izin SPPG

Kompas.com - 29/04/2026, 10:56 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengancam mencabut izin operasional penyedia layanan program Makan Bergizi Gratis ( MBG) menyusul dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa di Kabupaten Kediri.

Langkah tegas itu disampaikan setelah enam siswa mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Satu siswa telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan lima lainnya masih dirawat karena kadar leukosit masih tinggi.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta menghentikan sementara layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.

Selain itu, sampel sisa makanan juga telah dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan.

“Kalau dari hasil lab ternyata masih ada kandungan yang tidak baik, SPPG-nya belum boleh beroperasi,” kata Mas Dhito dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Hal itu disampaikan Mas Dhito seusai membesuk para siswa yang menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: 12 Siswa SD di Deli Serdang Keracunan Usai Santap MBG, BGN: SPPG Kami Pastikan Tak Beroperasi

Dia menegaskan, Pemkab Kediri tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

Khusus bagi SPPG yang tidak memenuhi persyaratan atau standar operasional prosedur (SOP), Pemkab Kediri akan mencabut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Kalau tidak memenuhi itu (SLHS), ya kami cabut. Ini kasus pertama di kabupaten dan harapannya tidak ada lagi,” tegas Mas Dhito.

Sekolah diminta periksa makanan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkab Kediri melalui Dinas Pendidikan meminta sekolah melakukan pengecekan makanan dari SPPG sebelum dikonsumsi siswa.

Baca juga: Belajar dari Kasus Balita Tewas di Kediri, Tidak Bolehkah Menitipkan Anak ke Neneknya?

Pengecekan diharapkan dilakukan di seluruh sekolah, baik negeri, swasta, maupun yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri.

Mas Dhito menilai langkah tersebut penting karena makanan diproduksi pada pagi hari, tetapi baru dikonsumsi saat siang hari.

Dengan kondisi wadah makanan tertutup rapat, bukan tidak mungkin terjadi hal yang tidak diinginkan dan membahayakan saat makanan disantap.

“Kemarin gurunya sebenarnya sudah mencicipi, cuma sudah ada beberapa makanan yang telanjur didistribusikan ke anak-anak,” ujar Mas Dhito.

Baca juga: Eksperimen Petasan dari Internet Meledak, Siswa SD di Kediri Terluka Parah

Terkini Lainnya
Blusukan ke Puncu, Kediri, Mas Dhito Salurkan Bantuan Kesehatan hingga Modal Usaha

Blusukan ke Puncu, Kediri, Mas Dhito Salurkan Bantuan Kesehatan hingga Modal Usaha

Kediri Hari Ini
Populasi Sapi Kediri Tembus 216.000 Ekor, Mas Dhito Bidik Predikat Kontes Ternak Terbaik se-Jatim

Populasi Sapi Kediri Tembus 216.000 Ekor, Mas Dhito Bidik Predikat Kontes Ternak Terbaik se-Jatim

Kediri Hari Ini
Berikan Lansia Perhatian Khusus, Mas Dhito Fasilitasi Kursi Roda Jemaah Calon Haji Tertua

Berikan Lansia Perhatian Khusus, Mas Dhito Fasilitasi Kursi Roda Jemaah Calon Haji Tertua

Kediri Hari Ini
Siswa Kediri Diduga Keracunan MBG, Mas Dhito Ancam Cabut Izin SPPG

Siswa Kediri Diduga Keracunan MBG, Mas Dhito Ancam Cabut Izin SPPG

Kediri Hari Ini
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi

Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi

Kediri Hari Ini
Hari Jadi Ke-1.222, Pemkab Kediri Ajak ASN Tancap Gas Layani Masyarakat

Hari Jadi Ke-1.222, Pemkab Kediri Ajak ASN Tancap Gas Layani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Matangkan Persiapan Lebaran, Kediri Siagakan Pos Pengamanan di Titik Krusial

Matangkan Persiapan Lebaran, Kediri Siagakan Pos Pengamanan di Titik Krusial

Kediri Hari Ini
Bupati Dhito Ajak 200 Anak Yatim Kediri Borong Baju Baru di Mal

Bupati Dhito Ajak 200 Anak Yatim Kediri Borong Baju Baru di Mal

Kediri Hari Ini
Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Kediri Hari Ini
Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kediri Hari Ini
Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Kediri Hari Ini
Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Kediri Hari Ini
MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com