Dapat Dana CSR dari Bank Mandiri, Pemkab Jembrana Bangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu

Kompas.com - 23/02/2023, 16:17 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana berhasil mendapatkan bantuan dana corporate social responsibility ( CSR) dari Bank Mandiri. Dana ini kemudian digunakan untuk membangun sentra pengolahan beras terpadu ( SPBT).

Penyerahan bantuan CSR dari Bank Mandiri ini ditandai dengan groundbreaking yang dilaksanakan langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama dengan Senior Vice Presiden Bank Mandiri Hendrianto Setiawan di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Rabu (22/2/2023).

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, ide pembangunan SPBT berawal dari kegelisahan petani Jembrana setiap menghadapi masa panen. Akibatnya, harga gabah justru menjadi anjlok hingga mengalami kerugian.

“Pembangunan SPBT di lahan subak seluas 3.500 meter persegi (m2) ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan para petani yang sering menyampaikan harga gabah yang kurang sesuai ketika mulai memasuki masa panen raya,” ungkap Tamba usai melakukan groundbreaking, Rabu.

Baca juga: Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Tamba menjelaskan, benang merah permasalahan ini membutuhkan solusi. Salah satunya adalah melalui pembangunan pabrik pengolahan gabah yang bisa menjaga stabilitas harga gabah petani.

“Ide itu kemudian ditindaklanjuti dengan menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membahas tentang rencana menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai lumbung pangan,” ujar Tamba dalam keterangan persnya, Kamis (23/2/2023). 

Menteri BUMN Erick Thohir lantas menyetujui ide tersebut. Akhirnya, Bank Bandiri memberikan bantuan dana CSR-nya untuk Pemkab Jembrana.

“Saya disarankan oleh Pak Menteri untuk belajar ke Ciamis, Jawa Barat (Jabar) sebagai proyek pertama pembangunan SPBT. Perlu waktu kurang lebih selama 14 bulan hingga hari ini bisa terealisasi sampai dengan groundbreaking,” jelas Tamba.

Baca juga: Tol Jagat Kerthi Bali Gilimanuk-Mengwi Ditarget Rampung 2025, Bupati Tamba: Tol Ini Kunci Jembrana Emas 2026

SPBT, lanjut Tamba, diharapkan bisa menjadi solusi bagi keluhan petani, khususnya petani padi yang saat panen sering mengalami kerugian.

“Solusinya harus ada pabrik pengolahan gabah yang bisa menjaga stabilitas harga gabah. Saya bertemu Menteri BUMN dan saya bicarakan masalah petani. Astungkara, Pak Menteri menerima dengan baik dan menghubungkan saya dengan Bank Mandiri," ucap Tamba.

Tamba menambahkan, SPBT diharapkan dapat memproduksi beras sebanyak tiga ton per jamnya. Dengan jumlah produksi beras yang semakin meningkat, stabilitas harga gabah dan beras pun bisa terjaga.

“Ke depannya semua petani bisa mendapat kesejahteraan dari keberadaan SPBT ini. Kemudian juga bisa menjaga stabilitas harga gabah dan juga bisa menurunkan harga beras. Ini harus memberikan manfaat kepada petani dan masyarakat Jembrana," katanya.

Baca juga: Paramount Theme Park Bali Bakal Dibangun, Bupati Tamba: Akan Bawa Perubahan Bagi Jembrana

Sementara itu, Senior Vice Presiden Bank Mandiri Hendrianto Setiawan mengatakan, pembangunan pabrik dengan teknologi modern tersebut diharapkan bisa menghasilkan beras dengan kualitas yang baik.

“Di atas lahan seluas 3500 m2 itu akan di bangun suatu pabrik yang cukup modern, mulai dari pengeringan sampai nanti di pastikan bahwa yang keluar adalah beras premium," ujar Hendrianto.

Hendrianto mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap kerja sama ini akan terus terjalin, sehingga dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat, khususnya para petani.

"Kami atas nama Bank Mandiri ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sangat tinggi atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat kabupaten Jembrana kepada Bank Mandiri dalam menjalankan kewirausahaan petani di kabupaten Jembrana,” ujar Hendrianto.

“Kami mengharapkan sinergi ini cukup kuat guna memastikan program-program yang akan kami bangun bersama semua dari dan untuk kita semua," tambahnya.

Salah seorang petani di Jembrana bernama Anak Agung Nyoman Geriya mengaku bahwa dirinya memiliki harapan tinggi akan pembangunan SPBT itu. Ia berharap harga beras dan gabah di Jembrana bisa terjaga dengan baik.

"Harapannya, pembangunan pabrik di sini bisa menjaga harga gabah dan beras yang naik, sehingga bisa sesuai standar," ucapnya.

Terkini Lainnya
Bupati Jembrana Rintis Bus Gratis Pemedek, Berangkat Perdana 18 April 2026

Bupati Jembrana Rintis Bus Gratis Pemedek, Berangkat Perdana 18 April 2026

Jembrana
Jembrana Tancap Gas, Targetkan Jadi Tercepat Implementasikan KDKMP di Bali

Jembrana Tancap Gas, Targetkan Jadi Tercepat Implementasikan KDKMP di Bali

Jembrana
Satu Tahun Kepemimpinan Kembang-Ipat di Jembrana, Hadirkan 20 Capaian Strategis

Satu Tahun Kepemimpinan Kembang-Ipat di Jembrana, Hadirkan 20 Capaian Strategis

Jembrana
Bupati Jembrana Lepas Misi Budaya Suar Agung ke Jepang, Perkuat Identitas Kota Jegog

Bupati Jembrana Lepas Misi Budaya Suar Agung ke Jepang, Perkuat Identitas Kota Jegog

Jembrana
Pemkab Jembrana Dukung Pengembangan

Pemkab Jembrana Dukung Pengembangan "Gelar River Adventure", Bupati Kembang: Cocok untuk Relaksasi

Jembrana
Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Jembrana
Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Jembrana
Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Jembrana
Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Jembrana
“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

Jembrana
Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Jembrana
Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Jembrana
Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Jembrana
Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Jembrana
Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara,

Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara, "Negaroa Pride"' Diusung Satukan Kebanggaan Lokal dan Jati Diri Daerah

Jembrana
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com