Pemkab Jember Borong 3 Penghargaan, dari Layanan Publik hingga Pemberdayaan Perempuan

Kompas.com - 22/04/2026, 16:48 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - April 2026 menjadi momentum emas bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Kabupaten Jember berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi dari berbagai institusi media nasional dan regional.

Rentetan prestasi tersebut menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam meningkatkan pelayanan publik, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat peran perempuan.

Salah satu apresiasi diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur yang menganugerahkan penghargaan kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Regar Jeane Dealen Nangka pada Puncak Acara Hari Pers Nasional 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI Jatim di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Hari Pers Nasional 2026, Pertamina Dorong Peran Media Lawan Hoaks dan “Scam” Digital

"Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jatim atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember," ujar Gus Fawait dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan tersebut diraih berkat tiga program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember, yakni Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pelayanan Tuntas Cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan (Peta Cinta), serta Wadul Gus'e.

Program UHC Prioritas menjamin seluruh warga pemegang KTP Jember, khususnya masyarakat kurang mampu, mendapatkan akses layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit di Indonesia.

Sementara itu, Peta Cinta bertujuan memangkas birokrasi antara wilayah kota dan desa. Melalui program ini, layanan administrasi kependudukan, seperti pencetakan KTP dan Kartu Keluarga (KK), dapat diselesaikan langsung di kantor kecamatan.

Baca juga: Hari Pertama WFH, Pembuat KTP dan KK Malah Membeludak di Pamekasan

Adapun Wadul Gus’e merupakan platform komunikasi langsung antara masyarakat dan bupati. Program ini memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi secara langsung.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemkab Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju," tegas Gus Fawait.

Keberhasilan menekan kemiskinan

Pemkab Jember menerima penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, Selasa (21/4/2026).Dok. Pemkab Jember Pemkab Jember menerima penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Gus Fawait kembali menerima penghargaan dari Beritajatim.com sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan secara masif.

Gus Fawait mengatakan bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jatim, khususnya di Jember.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga: Pemerintah Ubah Cara Ukur Kemiskinan Pekerja, Tak Lagi Cuma Angka Kemiskinan

"Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari stunting, kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan," ungkap Gus Fawait.

Ia menekankan bahwa kunci pengentasan kemiskinan terletak pada keakuratan data agar intervensi pembangunan tepat sasaran.

Menurut Gus Fawait, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja secara terintegrasi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemkab Jember tidak akan berpuas diri meski mencatatkan kinerja penurunan kemiskinan terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda.

Baca juga: Selain WFH, Pemkab Jember Juga Siapkan Skema Sekolah Daring untuk Hemat BBM

"Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200.000. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini," tegas Gus Fawait.

Kekuatan pemberdayaan keluarga

Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta menerima penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang digelar Kompas TV di Menara 1 Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).Dok. Pemkab Jember Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta menerima penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang digelar Kompas TV di Menara 1 Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Capaian Pemkab Jember turut diperkuat oleh prestasi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita.

Ia menerima penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada ketua TP PKK kabupaten/kota yang dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Selain Kabupaten Jember, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Dairi (Sumatera Utara), Kabupaten Puncak (Papua Tengah), dan Kota Balikpapan (Kalimantan Timur).

Baca juga: Terima Anugerah Puspa Bangsa, Ning Gyta: Saya Dedikasikan untuk Perempuan Tangguh di Jember

Ning Ghyta dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan perempuan berbasis keluarga melalui program Mlijo Cinta serta penguatan 1.200 tenaga kesehatan (nakes).

Program Mlijo Cinta terintegrasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan. Program ini berfungsi layaknya klinik usaha yang menyediakan layanan perizinan, pengembangan desain produk, hingga strategi pengemasan.

Selain itu, penguatan 1.200 nakes dilakukan melalui sinergi lintas sektor, dengan peran PKK sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Ning Ghyta menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga komunitas seperti Praja Muda Karana (Pramuka).

“Bagi saya, banyak persoalan di daerah berakar dari keluarga. Karena itu, PKK hadir untuk mendampingi dan menguatkan perempuan agar mampu menjadi penggerak dari lingkup terkecil,” ujarnya.

Baca juga: Pidato di Riyadh, Megawati Sebut Pemberdayaan Perempuan Penentu Kualitas Negara

Ning Ghyta juga mengajak perempuan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

“Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Perempuan memiliki peran luar biasa dalam membentuk generasi masa depan, baik di ruang publik maupun dalam keluarga,” tuturnya.

Sebagai informasi, Anugerah Puspa Bangsa 2026 turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa.

Baca juga: Anugerah Puspa Bangsa 2025 untuk Kartini Masa Kini

Terkini Lainnya
Pemkab Jember Borong 3 Penghargaan, dari Layanan Publik hingga Pemberdayaan Perempuan

Pemkab Jember Borong 3 Penghargaan, dari Layanan Publik hingga Pemberdayaan Perempuan

Jember Baru
Kemiskinan Jember Turun ke 8,01 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

Kemiskinan Jember Turun ke 8,01 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

Jember Baru
Program Bunga Desaku Pemkab Jember Tuai Dukungan, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Program Bunga Desaku Pemkab Jember Tuai Dukungan, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Jember Baru
Gus Fawait Apresiasi Komitmen Kementerian PU Percepat Pembangunan Infrastruktur Jember

Gus Fawait Apresiasi Komitmen Kementerian PU Percepat Pembangunan Infrastruktur Jember

Jember Baru
Pemkab Jember Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah bagi Warga Pinggir Hutan

Pemkab Jember Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah bagi Warga Pinggir Hutan

Jember Baru
Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi Petani

Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi Petani

Jember Baru
Bantu Warga Miskin Ekstrem, Reforma Agraria Jember Fokus Legalisasi Permukiman

Bantu Warga Miskin Ekstrem, Reforma Agraria Jember Fokus Legalisasi Permukiman

Jember Baru
Banyak Warga Miskin Ekstrem di Jember Tinggal di Lahan BUMN, Begini Kata Pakar Kebijakan Publik

Banyak Warga Miskin Ekstrem di Jember Tinggal di Lahan BUMN, Begini Kata Pakar Kebijakan Publik

Jember Baru
Kemiskinan Ekstrem di Jember, Akses Bantuan Terkendala Administrasi

Kemiskinan Ekstrem di Jember, Akses Bantuan Terkendala Administrasi

Jember Baru
Warga Miskin Ekstrem Bertahan di Sekitar Aset BUMN, Pakar Soroti Mandeknya Reforma Agraria

Warga Miskin Ekstrem Bertahan di Sekitar Aset BUMN, Pakar Soroti Mandeknya Reforma Agraria

Jember Baru
DPRD Jember Usulkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Lahan BUMN

DPRD Jember Usulkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Lahan BUMN

Jember Baru
Tiket Masuk Watu Ulo–Papuma Resmi Satu Pintu Mulai Januari 2026

Tiket Masuk Watu Ulo–Papuma Resmi Satu Pintu Mulai Januari 2026

Jember Baru
Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Jember Mantapkan Diri sebagai Gerbang Ekonomi Tapal Kuda

Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Jember Mantapkan Diri sebagai Gerbang Ekonomi Tapal Kuda

Jember Baru
Kementerian P2MI dan Pemkab Jember Kawal Pemulangan PMI dari Malaysia

Kementerian P2MI dan Pemkab Jember Kawal Pemulangan PMI dari Malaysia

Jember Baru
Program OPLAH 2025 Siap Jadikan Jember Lumbung Pangan Utama Jatim

Program OPLAH 2025 Siap Jadikan Jember Lumbung Pangan Utama Jatim

Jember Baru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com