Program Bunga Desaku Pemkab Jember Tuai Dukungan, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Kompas.com - 25/03/2026, 14:29 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan ( Bunga Desaku) yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, Madini Farouq.

Pria yang akrab disapa Gus Mamak itu mengapresiasi konsistensi program Bunga Desaku yang mengadopsi gaya kepemimpinan blusukan.

Menurutnya, langkah tersebut efektif memperkuat kedekatan antara kepala daerah dan masyarakat.

“Kepala daerah tidak boleh hanya menjadi penerima laporan di atas kertas. Pemimpin seharusnya melepaskan kenyamanan di balik meja kerja dan turun ke akar rumput untuk memvalidasi data di lapangan,” ujar Gus Mamak dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Dari Istana ke Akar Rumput: Kaleidoskop Sinergi NU–Pemerintah Selama 2025

Ia menilai, kehadiran langsung bupati bersama jajaran perangkat daerah di desa memungkinkan kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

"Dengan berkantor di desa bersama jajaran kepala dinas, bupati bisa melihat fakta riil di masyarakat. Ini adalah langkah preventif agar kebijakan tidak salah sasaran akibat laporan bawahannya yang sekadar 'asal bapak senang'," ucap Gus Mamak.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menyerap aspirasi formal, tetapi turut membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

"Komunikasi langsung di lapangan itu membangun silaturahmi yang autentik. Ada ikatan emosional yang tercipta saat bupati hadir di tengah-tengah warga, sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika hanya mengandalkan komunikasi searah," jelas Gus Mamak.

Senada dengan Gus Mamak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Regar Jeane Dealen Nangka menilai kehadiran langsung pemerintah melalui program Bunga Desaku merupakan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Lebaran, Pemkab Jember Siagakan Ambulans dan Nakes di Destinasi Wisata, Fokus di 9 Titik

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Regar Jeane Dealen Nangka.Dok. Pemkab Jember Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Regar Jeane Dealen Nangka.

“Negara tidak boleh hanya menunggu laporan. Negara harus hadir langsung memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

Menurut Regar, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau teknologi, baik karena keterbatasan akses maupun literasi digital.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada (kelompok) lanjut usia (lansia), masyarakat di wilayah tertentu, serta warga dengan keterbatasan literasi digital yang belum optimal memanfaatkan layanan berbasis online,” jelas Regar.

Ia menilai, pendekatan blusukan dalam program Bunga Desaku justru mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

Baca juga: Wali Kota Serang Tiadakan Open House, Pilih Blusukan Temui Warga Saat Lebaran

Regar menambahkan, Pemkab Jember akan terus mengembangkan pelayanan yang adaptif dengan mengintegrasikan kanal digital dan kehadiran langsung di lapangan.

"Digital tetap berjalan, tetapi kehadiran langsung tidak bisa digantikan. Keduanya harus berjalan bersama agar pelayanan benar-benar menjangkau semua,” ungkapnya.

Jawab kekhawatiran publik

Bupati Jember Muhammad Fawait dalam salah satu rangkaian program Bunga Desaku.Dok. Pemkab Jember Bupati Jember Muhammad Fawait dalam salah satu rangkaian program Bunga Desaku.

Di sisi lain, program Bunga Desaku juga sempat menjadi sorotan publik karena dinilai berpotensi membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD).

Menanggapi hal itu, Gus Mamak menilai program tersebut telah melalui kalkulasi finansial yang matang. Ia bahkan melihatnya sebagai investasi untuk menggali potensi daerah.

Baca juga: Dana Surplus sebagai Aset Strategis bagi Ketahanan Finansial Organisasi

"Justru dengan turun langsung, bupati bisa mengidentifikasi potensi sumber daya alam (SDA) Jember yang selama ini mungkin belum tergarap. Jadi, tujuannya adalah mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), bukan malah menjebolkan anggaran," kata Gus Mamak.

Terkait isu efisiensi, termasuk kenaikan bahan bakar minyak (BBM), ia menyebut pelaksanaan program Bunga Desaku tetap dapat dilakukan dengan penghematan operasional.

"Bupati sudah memberikan teladan dengan memangkas jumlah iring-iringan kendaraan. Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bagian (kabag) kini dibawa dalam satu kendaraan besar. Artinya, secara substansi program tetap jalan, namun secara operasional tetap hemat energi dan efisien," tutur Gus Mamak.

Terkini Lainnya
Kemiskinan Jember Turun ke 8,01 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

Kemiskinan Jember Turun ke 8,01 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

Jember Baru
Program Bunga Desaku Pemkab Jember Tuai Dukungan, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Program Bunga Desaku Pemkab Jember Tuai Dukungan, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Jember Baru
Gus Fawait Apresiasi Komitmen Kementerian PU Percepat Pembangunan Infrastruktur Jember

Gus Fawait Apresiasi Komitmen Kementerian PU Percepat Pembangunan Infrastruktur Jember

Jember Baru
Pemkab Jember Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah bagi Warga Pinggir Hutan

Pemkab Jember Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah bagi Warga Pinggir Hutan

Jember Baru
Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi Petani

Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi Petani

Jember Baru
Bantu Warga Miskin Ekstrem, Reforma Agraria Jember Fokus Legalisasi Permukiman

Bantu Warga Miskin Ekstrem, Reforma Agraria Jember Fokus Legalisasi Permukiman

Jember Baru
Banyak Warga Miskin Ekstrem di Jember Tinggal di Lahan BUMN, Begini Kata Pakar Kebijakan Publik

Banyak Warga Miskin Ekstrem di Jember Tinggal di Lahan BUMN, Begini Kata Pakar Kebijakan Publik

Jember Baru
Kemiskinan Ekstrem di Jember, Akses Bantuan Terkendala Administrasi

Kemiskinan Ekstrem di Jember, Akses Bantuan Terkendala Administrasi

Jember Baru
Warga Miskin Ekstrem Bertahan di Sekitar Aset BUMN, Pakar Soroti Mandeknya Reforma Agraria

Warga Miskin Ekstrem Bertahan di Sekitar Aset BUMN, Pakar Soroti Mandeknya Reforma Agraria

Jember Baru
DPRD Jember Usulkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Lahan BUMN

DPRD Jember Usulkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Lahan BUMN

Jember Baru
Tiket Masuk Watu Ulo–Papuma Resmi Satu Pintu Mulai Januari 2026

Tiket Masuk Watu Ulo–Papuma Resmi Satu Pintu Mulai Januari 2026

Jember Baru
Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Jember Mantapkan Diri sebagai Gerbang Ekonomi Tapal Kuda

Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Jember Mantapkan Diri sebagai Gerbang Ekonomi Tapal Kuda

Jember Baru
Kementerian P2MI dan Pemkab Jember Kawal Pemulangan PMI dari Malaysia

Kementerian P2MI dan Pemkab Jember Kawal Pemulangan PMI dari Malaysia

Jember Baru
Program OPLAH 2025 Siap Jadikan Jember Lumbung Pangan Utama Jatim

Program OPLAH 2025 Siap Jadikan Jember Lumbung Pangan Utama Jatim

Jember Baru
Pemkab Jember Siapkan Pengiriman 20 Calon PMI ke Jepang dan Korea Selatan

Pemkab Jember Siapkan Pengiriman 20 Calon PMI ke Jepang dan Korea Selatan

Jember Baru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com