Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Kompas.com - 24/03/2026, 20:28 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan jalan nasional dan provinsi siap dilalui pemudik pada arus balik Lebaran 2026.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Jateng dalam kondisi prima dan tidak menimbulkan keluhan signifikan dari masyarakat. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga terpantau menurun.

“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya faktor jalan, tetapi kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga semakin baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/3/2026).

Upaya Pemprov Jateng dalam menyiapkan infrastruktur jalan pun mendapat apresiasi dari para pemudik yang melintasi wilayah tersebut, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Pemprov Jateng dinilai telah memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan.

Baca juga: Cek Tarif Tol Arus Balik Setelah Diskon 30 Persen, Ini Rinciannya

Pemudik asal Grobogan tujuan Jakarta, Haikal Faiz (18), menilai bahwa kondisi jalan di Jateng kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kalau dibanding dua tahun lalu, sekarang sudah banyak perubahan. Memang masih ada beberapa titik yang berlubang, tapi secara umum sudah bagus,” ucapnya, usai mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Lingkar Weleri Kendal, Selasa.

Haikal juga menilai fasilitas umum seperti masjid dan SPBU dalam kondisi bersih dan layak digunakan untuk beristirahat.

“Kebersihannya terjaga, airnya jernih, jadi nyaman untuk istirahat,” ungkapnya.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik

Meski demikian, ia berharap ada penambahan posko mudik di titik-titik strategis untuk membantu pemudik saat terjadi kepadatan arus.

Pemudik lain dari Kudus menuju Jakarta, Edi, mengaku perjalanan mudiknya terasa lebih nyaman dan lancar berkat kondisi jalan yang semakin baik.

“Sebulan yang lalu saya lihat jalan Semarang-Kudus itu banyak rusak dan berlubang, tetapi kemarin kami pulang lancar sekali,” katanya.

Senada, Tio Setiawan (36), pemudik asal Banjarnegara tujuan Jakarta, juga mengapresiasi kualitas jalan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Baca juga: Tips Hadapi Arus Balik Lebaran di Jalan Tol

“Infrastruktur bagus, jalannya halus, perjalanan relatif lancar,” tuturnya, saat singgah di Rest Area KM 424 Jatingaleh, Kota Semarang, Jateng.

Tio mengaku sempat melihat beberapa insiden di jalan, namun hal tersebut tidak mengganggu kelancaran perjalanan secara umum.

Sementara itu, Ken Aditya (40), pemudik asal Sumenep menuju Jakarta, menyebut jalur di Jateng dalam kondisi prima.

“Sepanjang Solo sampai Semarang bagus, tidak ada lubang. Jadi, perjalanan lancar tanpa kendala,” jelasnya.

Baca juga: 10 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mudik agar Perjalanan Lancar

Ia juga mengapresiasi fasilitas rest area yang dinilai lengkap dan bersih, mulai dari tempat ibadah hingga area kuliner.

“Fasilitasnya lengkap dan terawat, jadi pemudik bisa beristirahat dengan nyaman,” katanya.

Ken menambahkan, dirinya sempat menginap satu hari di Solo untuk mengunjungi Keraton Surakarta serta menikmati kuliner setempat.

Pastikan layanan kesehatan tetap siaga

Selain menyiapkan infrastruktur jalan, Pemprov Jateng juga memastikan layanan kesehatan bagi pemudik tetap siaga selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Petugas kesehatan di Posko Mudik Exit Tol Weleri, Kendal, Marlina menyampaikan bahwa layanan dibuka selama 16-25 Maret 2026 dan beroperasi selama 24 jam.

“Setiap shift ada dua petugas. Pemudik yang datang rata-rata melakukan pemeriksaan kesehatan ringan seperti cek tekanan darah,” ujarnya.

Baca juga: Ketahui Risiko Tekanan Darah Melonjak di Pagi Hari

Marlina menambahkan, tingkat kunjungan di posko exit tol relatif lebih landai karena pengaturan arus lalu lintas one way. Adapun pemudik cenderung memadati rest area.

Dengan seluruh fasilitas dan posko layanan yang tersedia, Pemprov Jateng mengimbau para pemudik untuk memanfaatkannya demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan arus balik Lebaran.

Terkini Lainnya
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com