Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Kompas.com - 11/03/2026, 17:25 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jateng, Rabu (11/3/2026), untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana.

Untuk diketahui, longsor tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang membuat debit Sungai Longkrang meningkat pada 1 Maret 2026. Arus sungai kemudian menggerus tebing hingga menyebabkan tanah menjadi jenuh dan memicu longsor.

Kondisi tersebut semakin parah ketika hujan deras kembali mengguyur Desa Cilibur pada 8 Maret 2026. Tebing sungai kembali terkikis arus air sehingga longsor pun tidak dapat dihindari.

Baca juga: Longsor di Paguyangan Brebes Sebabkan Jalan Putus dan Sekolah Hancur, Ini Tanggapan Bupati

Akibatnya, jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan ambrol. Sementara itu, kamar mandi dan beberapa bagian di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Paguyangan roboh. Meski demikian, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Dalam peninjauan tersebut, Luthfi menginstruksikan agar bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan segera dibenahi karena kegiatan sekolah harus tetap berjalan.

"Jadi, anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera lapor ke dinas mengenai kurangnya apa. Meskipun SMP kewajiban bupati, nanti provinsi akan ikut bantu," ujar Luthfi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Ini Wilayah Provinsi Jateng yang Diperkirakan Hujan Lebat pada Hari Ini 19 Desember 2025

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Ahmad Najib menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar saat ini dipindahkan sementara ke Gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah Desa Cilibur yang berjarak sekitar 200-300 meter dari titik longsor.

"Jumlah siswa kami ada 108 siswa. Kegiatan belajar masih berlangsung dengan baik," ungkapnya.

Terkait rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3, pihak sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mengaku telah menemukan tempat alternatif. Lokasi ini sudah didiskusikan dengan ketua ranting Muhammadiyah, hanya perlu dicek oleh dinas terkait.

"Sudah mengajukan laporan ke dinas dan memang harus direlokasi. Tempat sudah diskusi dengan ketua ranting, tinggal pengecekan," kata Ahmad.

Baca juga: Jalan Vital di Cilibur Brebes Putus Total, Pemkab Siapkan Relokasi Jalur

Perbaikan jalan ambrol

Setelah meninjau langsung kondisi di lapangan, Luthfi pun segera menggelar rapat tindak lanjut bersama seluruh stakeholder dan perwakilan masyarakat untuk menangani jalanan yang ambrol.

"Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa," jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan, pihaknya memiliki dua alternatif untuk menangani jalan yang ambrol.

Baca juga: Tebing dan Talud Ambrol, Dua Rumah di Kebumen Rusak Terdampak Longsor

Pertama, relokasi jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok. Kedua, tetap menggunakan jalan exsisting dengan membuat talud atau traping tebing pada titik yang longsor.

"Untuk alternatif kedua, kami akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan dinas kabupaten," ungkap Henggar.

Sebagai informasi, peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Sadimin.

Baca juga: Gebrakan Bupati Brebes, Pelantikan Sekda Digelar 60 Km dari Pusat Pemerintahan

Terkini Lainnya
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com