Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Kompas.com - 15/03/2026, 20:23 WIB
Aningtias Jatmika,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Ratusan armada bus mulai berdatangan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (15/3/2026).

Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut ribuan warga Jawa Tengah (Jateng) dalam program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng pada Senin (16/3/2026).

Di lokasi, panitia tampak sibuk menyiapkan bus yang akan digunakan mengangkut pemudik. Setiap bus yang masuk ke lokasi dicek nomor serta daerah tujuan mudik, termasuk kelengkapan hasil ramp check dari dinas perhubungan (dishub).

Baca juga: H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jateng Risturino mengatakan, jumlah armada bus untuk mudik gratis 2026 dari TMII Jakarta mencapai 325 unit.

“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi. Sesuai standar, bus sudah dilakukan ramp check oleh dishub masing-masing,” kata Risturino dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Dia merinci, ratusan bus tersebut terdiri atas 70 unit dari Pemprov Jawa Tengah, 175 unit dari pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, 53 unit dari Bank Jateng, 17 unit dari PT Jasa Raharja, 8 unit dari PT Semen Gresik, serta masing-masing 1 unit dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.

Adapun jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Peningkatan tersebut seiring penambahan armada dari 289 unit pada 2025 menjadi 325 unit pada 2026.

Baca juga: Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Rencananya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi akan melepas rombongan pemudik pada Senin (16/3/2026) pukul 09.00 WIB.

“Total pemudik yang terdaftar sebanyak 16.186 orang. Tujuan terbanyak adalah Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Rata-rata pekerjaannya pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, dan buruh dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta,” jelas Risturino.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis terbilang tinggi. Hal ini terlihat dari kuota pendaftaran yang habis hanya dalam waktu 25 menit setelah dibuka secara daring.

“(Kuota) pendaftaran online langsung habis,” ujarnya.

Widodo, salah satu sopir bus, mengatakan bahwa dirinya telah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik. Persiapan tersebut meliputi pengecekan kendaraan hingga kesiapan fisik pengemudi.

“Bus sudah dicek, sudah lulus dan dipasang stiker ramp check, ada tes kesehatan juga. Setiap bus ada dua kru ditambah sopir cadangan,” ujarnya.

Baca juga: Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Tahun ini merupakan kali kelima Widodo mengantar peserta mudik gratis dari Jakarta ke sejumlah daerah di Jawa Tengah. Ia mengaku senang dapat membantu para pemudik pulang ke kampung halaman.

“Dulu saya juga pernah merasakan antre cari tiket untuk mudik. Sekarang, (saya) bisa ikut mengantar mereka pulang. Tahun ini, saya membawa pemudik ke Demak, tahun lalu ke Semarang, sebelumnya ke Solo dan Wonogiri,” ujar sopir asal Boyolali tersebut

Bus dari Bandung dan kereta dari Stasiun Pasar Senen

Titik pemberangkatan mudik gratis menggunakan bus tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bandung yang mencapai terdapat 23 unit bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang.

Bus tersebut terdiri atas 11 unit dari Baznas Jawa Tengah, 2 unit dari Kabupaten Banjarnegara, 7 unit dari Kabupaten Cilacap, serta 3 unit dari Kabupaten Sukoharjo.

Rencananya, rombongan dari Bandung akan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen pada Senin (16/3/2026) pukul 12.00 WIB.

Selain menggunakan bus, Pemprov Jawa Tengah juga menyelenggarakan mudik gratis 2026 dengan moda transportasi kereta api. Sebanyak 17 rangkaian kereta dengan 1.288 kursi akan diberangkatkan pada Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Keberangkatan dibagi menjadi dua rute. Pertama, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan dengan 8 rangkaian kereta atau 576 kursi menggunakan KA Jaka Tingkir serta satu rangkaian tambahan dengan 72 kursi.

Kedua, dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Poncol Semarang dengan 8 rangkaian kereta atau 640 kursi menggunakan KA Tawang Jaya.

Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk pelayanan dan perhatian Pemprov serta pemerintah kabupaten/kota bagi warga Jateng yang merantau.

Oleh karena itu, ia meminta para bupati dan wali kota di Jateng untuk ikut menjemput warganya yang mudik dari wilayah Jabodetabek.

“Bupati dan wali kota saya minta ikut menjemput dan menyapa masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan dan sebagian besar pekerja informal. Kita ingin memberikan layanan terbaik bagi masyarakat kita,” ujar Gubernur.

Terkini Lainnya
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com