Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Kompas.com - 25/04/2026, 16:00 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meraih penghargaan National Governance Award 2026 berkat keberhasilannya menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya menjadi 17,1 persen pada 2024.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar dalam ajang yang digelar di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia, angka stunting di Jateng turun dari 20,7 persen pada tahun sebelumnya menjadi 17,1 persen. Capaian ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 19,8 persen.

Luthfi menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di daerah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengakuan atas kerja bersama. Ke depan, kolaborasi dengan 369 rumah sakit akan terus diperkuat dan diintegrasikan dengan puskesmas, laboratorium, serta pemangku kepentingan hingga tingkat desa,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan

Penguatan layanan dan intervensi spesifik

Penurunan stunting di Jateng didorong oleh berbagai intervensi, mulai dari skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah (TTD), pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC), hingga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).

Selain itu, pemantauan pertumbuhan balita juga dilakukan secara rutin untuk memastikan deteksi dini dan penanganan cepat.

Upaya tersebut diperkuat melalui berbagai inovasi layanan kesehatan, seperti program Dokter Spesialis Keliling ( Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), fast track rumah sakit, serta penguatan pembiayaan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jateng Yunita Dyah Kusminar mengatakan, program Speling memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan.

“Prevalensi stunting cukup menurun. Kalau kita lihat data e-PPGBM, ada 1,9 juta balita yang telah ditimbang saat ini,” jelasnya.

Baca juga: Ironi Pasaman Barat: Penghasil Sawit Terbesar di Sumbar, tapi 4.056 Balita Alami Stunting

Inovasi Speling dan capaian layanan kesehatan

Program Speling menjadi salah satu inovasi unggulan karena mendekatkan layanan dokter spesialis ke masyarakat, terutama di wilayah desa yang memiliki keterbatasan akses.

Program itu mengintegrasikan skrining, layanan spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem layanan terpadu.

Per 21 April 2026, Speling telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan total sasaran 97.506 orang.

Program tersebut juga memperkuat pelaksanaan CKG. Sepanjang 2025, capaian CKG Jateng mencapai 14.297.407 orang atau 37,73 persen, melampaui target 36 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Sementara hingga April 2026, capaian CKG telah mencapai 6.072.281 orang atau 15,79 persen dari target tahunan sebesar 54 persen.

Baca juga: Kemenhaj Ingin Gunakan CKG untuk Periksa Kesehatan Calon Jemaah Haji

Peran daerah dalam capaian nasional

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa kinerja daerah berkontribusi langsung terhadap capaian pembangunan nasional.

“Kinerja nasional merupakan agregasi dari kinerja pemerintah pusat dan daerah. Satu daerah saja yang kinerjanya menurun dapat memengaruhi capaian nasional,” ujarnya.

Selain Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, penghargaan dalam ajang tersebut juga diberikan kepada sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Kebumen untuk kategori Transformasi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi, serta Kabupaten Sragen untuk kategori Kepemimpinan Strategis dalam Pertumbuhan Inklusif dan Tata Kelola Pemerintahan.

Ajang National Governance Award 2026 memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah pada enam sektor strategis, yakni economic growth, health ecosystem, education, infrastructure, good governance, dan strategic leadership.

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com