KOMPAS.com - Program mudik gratis dengan moda kereta api (KA) yang difasilitasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mendapat respons positif dari masyarakat. Para pemudik mengaku program ini sangat membantu mereka pulang ke kampung halaman tanpa biaya.
Salah satu pemudik asal Purworejo, Legiman, mengaku sudah beberapa kali mengikuti mudik gratis menggunakan kereta api. Pada 2026, ia kembali memanfaatkan program tersebut bersama saudaranya.
"Mudah-mudahan tahun depan ada lagi. Terima kasih Pak Gubernur, ini membantu banget," ujar pria yang sudah kerja 10 tahun di pabrik ban tersebut.
Hal serupa disampaikan Rina Setyani dan Nia Retno Setyawati. Kakak beradik asal Purwokerto itu baru pertama kali mengikuti mudik gratis setelah sebelumnya tidak mendapatkan kuota bus.
“Saya tahu dari Instagram. Awalnya ikut war tiket bus, tapi tidak dapat. Lalu mencoba mudik gratis pakai kereta api. Alhamdulillah bisa dapat tiga tiket,” ujar Rina.
Program mudik gratis menyasar berbagai kalangan, mulai dari karyawan swasta, pengemudi ojek online (ojol), pedagang, hingga mahasiswa. Mereka memanfaatkan fasilitas ini untuk bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa terbebani biaya perjalanan.
Baca juga: Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar 19 Maret: Ini Jadwal Lengkap dan Prediksi Tanggal Lebaran
Sementara itu, Ahmad Luthfi secara langsung melepas keberangkatan ratusan pemudik dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Sebanyak 648 peserta diberangkatkan menggunakan KA Joko Tingkir menuju Stasiun Solo Balapan.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menjelaskan, program mudik gratis dengan kereta api dilakukan dalam beberapa kali pemberangkatan.
Keberangkatan pertama dilakukan pukul 11.50 WIB menggunakan KA Joko Tingkir dengan tujuan akhir Stasiun Solo Balapan.
Selanjutnya, KA Tawang Jaya dengan tujuan Stasiun Semarang Tawang dijadwalkan berangkat pukul 18.00 WIB. Selain itu, terdapat satu gerbong tambahan yang diberangkatkan pada pukul 12.30 WIB.
Sebelum keberangkatan, Luthfi menyempatkan diri menyapa para pemudik di dalam gerbong serta membagikan suvenir kepada peserta mudik gratis ke berbagai kota tujuan di Jateng, seperti Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Solo, Sragen, dan lainnya, termasuk pemudik ke daerah Yogyakarta.
“Mudik ke mana saja? Senang tidak ikut mudik gratis? Semoga selamat sampai tujuan,” ujar Luthfi kepada para penumpang.
Baca juga: Harunya Wawan Mudik Gratis Bareng Keluarga: Biasanya Saya Naik Motor, Istri-Anak Naik Bus
Ia menjelaskan, mudik gratis dengan kereta api ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kuota mudik gratis menggunakan bus.
Selain kereta api, Pemprov Jateng juga telah memberangkatkan ratusan armada bus dari Jakarta dan Bandung untuk mengangkut pemudik menuju berbagai daerah di Jateng.
Luthfi berharap program ini dapat membantu masyarakat, khususnya pekerja informal di Jabodetabek, agar tetap bisa pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Tidak hanya dengan kereta api, tapi juga ada 325 bus dari Jakarta dan 23 bus dari Bandung yang sudah diberangkatkan kemarin,” ucapnya.