17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Kompas.com - 16/03/2026, 13:41 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Sebanyak 17 juta orang diprediksi akan masuk dan melintas di Jawa Tengah (Jateng) selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Menghadapi lonjakan pergerakan tersebut, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyiapkan berbagai infrastruktur serta memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) untuk menyambut para pemudik.

Menurut Luthfi, tradisi mudik tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga peluang untuk mendorong perputaran ekonomi daerah.

“Makanya kami sudah siapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan sampai UMKM di tempat-tempat strategis dan kampung-kampung tujuan mudik,” kata Luthfi usai melepas peserta Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, Jateng merupakan salah satu daerah tujuan mudik terbesar di Indonesia. Selain menjadi tujuan akhir para pemudik, wilayah ini juga menjadi jalur perlintasan utama masyarakat yang melakukan perjalanan dari Jabodetabek dan Jawa Barat menuju Jawa Timur, maupun sebaliknya.

Oleh karena itu, Luthfi berharap mobilitas masyarakat selama mudik dapat meningkatkan perputaran uang di berbagai wilayah di Jateng.

Baca juga: Perantau Hemat Ongkos hingga Rp 5 Juta Berkat Mudik Gratis Jateng

Ia menambahkan, kesiapan menyambut pemudik telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa.

Menurut Luthfi, momentum mudik perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jadi kebutuhan dasar pemudik terlayani, termasuk pemudik di tempat-tempat tertentu silakan belanjakan uang sakunya di Jateng, khususnya di UMKM,” ujarnya.

Selain berbelanja, pemudik juga diimbau memanfaatkan berbagai fasilitas istirahat yang tersedia di Jateng, mulai dari rest area hingga hotel atau penginapan.

“Silakan istirahat dan tidur di penginapan yang ada di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Diperkirakan, sekitar 17 juta orang akan masuk atau melintas di Jateng selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Baca juga: Halte Transjakarta di Tanah Abang Jadi Lorong Jualan Pedagang Jelang Lebaran

Sebagian di antaranya merupakan warga yang pulang ke kampung halaman di Jateng, sementara lainnya hanya melintas menuju daerah lain, seperti dari Jabodetabek dan Jawa Barat ke Jawa Timur atau sebaliknya.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bersama 35 kabupaten/kota, BUMD, dan sejumlah instansi juga menyelenggarakan program Mudik Gratis Jateng 2026.

Program tersebut memberangkatkan 348 armada bus, yang terdiri dari 325 unit bus dari Jakarta dengan total 16.186 pemudik serta 23 unit bus dari Bandung yang mengangkut 1.133 pemudik.

Selain transportasi bus, pemerintah juga menyediakan program mudik gratis menggunakan kereta api dengan total kuota sekitar 1.288 kursi yang dijadwalkan diberangkatkan pada Selasa (17/3/2026).

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com