KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengucurkan anggaran sekitar Rp 34 miliar untuk memperbaiki ruas Jalan Cepu-Randublatung di Kabupaten Blora.
Perbaikan jalan tersebut akan menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) dan ditargetkan rampung pada akhir 2026 guna mendukung konektivitas wilayah serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, perbaikan ruas Jalan Cepu-Randublatung harus segera dilaksanakan, dikerjakan secara profesional, dan selesai pada tahun ini.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perbaikan ruas Cepu-Randublatung menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Dia mengatakan, penanganan jalan rusak di wilayah Jateng menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Bahkan, pengerjaannya dilakukan tanpa menunggu pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 yang baru dijadwalkan pada September mendatang.
Baca juga: Usai Didemo Warga Blora, Ahmad Luthfi Prioritaskan Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu
Oleh karena itu, Pemprov Jateng melakukan realokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat.
Kebijakan tersebut diambil menyusul menurunnya tingkat kemantapan jalan provinsi akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan, penggunaan rigid pavement dipilih karena lebih kuat menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Perbaikan tersebut yang pertama ada alokasi Rp 5,276 miliar dan ditambah lagi melalui peraturan kepala daerah (perkada) sebesar Rp 28,7 miliar. Totalnya untuk satu ruas ini saja sekitar Rp 34 miliar. Insyaallah tuntas,” kata Henggar.
Hal itu disampaikan Henggar saat meninjau ruas Singget-Djoplang-Cepu pada Selasa (9/6/2026).
Dia menjelaskan, paket pekerjaan senilai Rp 5,276 miliar saat ini telah memasuki tahap tender. Setelah proses administrasi selesai, pekerjaan fisik akan segera dimulai.
Selain mengandalkan pendanaan dari APBD Provinsi Jateng, Pemprov Jateng juga mengusulkan dukungan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora.
“Mudah-mudahan kalau itu terealisasi, semakin tuntas lagi jalan yang ada di Blora,” terang Henggar.
Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini menyambut positif percepatan perbaikan ruas Jalan Cepu-Randublatung yang selama ini menjadi salah satu jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Baca juga: Warga Blora Blokade Jalan Randublatung-Cepu, Protes Gubernur Luthfi Cuma Anggarkan Rp5,2 M
“Harapan kami, Jalan Randublatung-Cepu ini bisa benar-benar selesai sesuai harapan Pak Gubernur. Kalau bisa tuntas tahun ini,” katanya.
Kabar perbaikan itu juga disambut antusias oleh warga yang sebelumnya sempat menyuarakan protes akibat kondisi jalan yang rusak.
Salah satu warga Desa Jetis, Gunawan Dwi Hananto, berharap perbaikan jalan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
“Semoga bisa meningkatkan akses ekonomi rakyat. Terima kasih kepada Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang sudah bersinergi sehingga jalan ini segera diperbaiki,” imbuhnya.
Senada dengan Gunawan, salah satu warga Kecamatan Jati, Greg, mengaku bersyukur karena perbaikan jalan yang telah lama dinantikan akhirnya direalisasikan.
“Terima kasih, Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Semoga tahun ini benar-benar tuntas dan bermanfaat bagi masyarakat Blora,” katanya.
Dukungan juga datang dari para pengguna jalan. Tomi, sopir truk yang rutin melintasi jalur tersebut, berharap kualitas pekerjaan diperhatikan mengingat tingginya volume kendaraan berat.
“Senang sekali. Yang penting perbaikannya maksimal karena jalan ini sering dilewati kendaraan berat,” ujarnya.
Sementara itu, warga Desa Gedangpecici, Sri Sulastri, berharap proses perbaikan berjalan lancar dan cepat selesai karena kerusakan jalan selama ini kerap memicu kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Baca juga: Rusak Akibat Kendaraan Berat, Ruas Randublatung-Cepu Diusulkan Jadi Jalan Nasional
“Alhamdulillah, senang banget kalau diperbaiki. Semoga lancar dan cepat selesai,” katanya.