Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Kompas.com - 23/05/2026, 10:35 WIB
I Jalaludin S,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah ( Jateng) melakukan aksi jemput bola untuk mengakselerasi investasi energi baru dan terbarukan ( EBT).

Salah satunya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama jajanan Pemprov Jateng hadir langsung dalam jamuan makan malam pertukaran tokoh politik dan bisnis China-Indonesia program DBA Enterpreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pengusaha asal China yang sudah menanamkan investasi di Indonesia.

Di hadapan para pengusaha asal China, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luthfi mengapresiasi penyelenggaraan acara dan menawarkan paket investasi strategis di sektor EBT dan megaproyek pengelolaan sampah ( waste to energy).

Ia pun mengajak para pengusaha China untuk berkunjung ke Jateng yang terbuka untuk penanaman investasi.

Realisasi investasi di Jateng sendiri mencapai Rp 110,02 triliun pada 2025. Angka ini terdiri dari penanaman modal asing (PMA) Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta usaha mikro dan kecil (UMK) Rp 21,52 triliun.

Baca juga: Aturan Baru Larang Honorer Mengajar Per 2027, PGRI Jateng Khawatir Terjadi Kekosongan Guru di Sekolah Negeri

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jateng sudah mencapai Rp 23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89 persen.

Luthfi menyampaikan, Jateng serius dalam mengembangkan ekonomi baru di sektor EBT dan pengelolaan sampah. 

Ada tujuh proyek yang siap ditawarkan kepada investor untuk sektor EBT, antara lain pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste-to-energy, dan panas bumi atau geothermal.

"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jateng sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).

Kemudian, ada tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota Jateng.

Baca juga: Pekerja Informal di Jateng Tembus 13 Juta, Belum Mampu Terserap Lapangan Kerja Formal

Selain itu, juga ada 12 daerah yang sedang menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru untuk menunjang investasi dan pemerataan ekonomi.

"China menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jateng. Nilainya mencapai sekitar Rp 10,13 triliun," tuturnya.

Perlu diperluas 

Pada kesempatan itu, CEO PT WOOK Global Technology Cu Longhua mengatakan, pertemuan para pengusaha dari berbagai industri perlu terus diperluas. 

Menurutnya, perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi sehingga sangat kompatibel dan dapat diterapkan secara mendalam. 

Sektor yang digarap mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang untuk restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern.

Baca juga: Wacana Dapur MBG Masuk Kampus, Wagub Jateng Taj Yasin: Karakteristiknya Beda dengan Sekolah

"Saat ini, Presiden Prabowo Subianto dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah, seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka pada industri ini di China," katanya.

CEO PT AAC Technologies Holding Benjamin Pan mengatakan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas, lingkungan pembangunan yang sangat baik, dan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

"Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas,” kata dia.

Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB merupakan program doktoral eksekutif bergengsi.

Program itu menggabungkan riset akademik tingkat lanjut dengan praktik kewirausahaan dan bisnis yang ditujukan bagi para pendiri bisnis dan pemimpin perusahaan senior.

CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen dan nirlaba terkemuka di China dengan jaringan alumni kuat dari berbagai perusahaan unicorn, hingga korporasi multinasional dunia.

Baca juga: Kemarau Panjang 2026 Ancam Produksi Pangan Jateng, Keterbatasan Air Jadi Tantangan

Terkini Lainnya
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com