KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersiap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI/2026 yang akan digelar di Semarang pada 11–20 September 2026.
Perhelatan akbar tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 8.000 kafilah dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Pemprov Jateng terus mematangkan persiapan penyelenggaraan, mulai dari penentuan lokasi hingga rangkaian kegiatan.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
"Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sukses dalam acaranya dan prestasinya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sukses mengungkit pertumbuhan ekonomi di masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Daftar Wilayah Rawan Karhutla di Jateng 2026, Blora hingga Wonogiri Masuk Zona Merah
Hal itu disampaikan Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI/2026 di Gedung Grhadika Bakti Praja, Semarang, Senin (20/4/2026).
Menurut Taj Yasin, kedatangan ribuan tamu diperkirakan akan berdampak positif terhadap perekonomian Jateng sehingga perlu dipersiapkan secara optimal.
"Apalagi nanti akan ada event penyerta sebagaimana yang diusulkan (Pemkot) Kota Semarang, antara lain festival rebana, dugderan mini, dan syiar keagamaan, dan lainnya,” terangnya.
Taj Yasin pun meminta semua pihak mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional agar berjalan sukses, lancar, tertib, aman, dan sesuai standar nasional.
"Kepada panitia, berikan pelayanan yang prima agar Jateng dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional," katanya.
Baca juga: Dana Transfer untuk Kabupaten/Kota di Jateng Anjlok: Dari Rp 60 Triliun Jadi Rp 53 Triliun
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan kesiapan daerahnya menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.
Dia menyebutkan, akan ada sejumlah kegiatan khusus untuk menyambut rangkaian MTQ Nasional 2026.
“Kami mengusulkan pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk menyanyikan Mars MTQ dengan peserta terbanyak saat pembukaan. (Kegiatan ini) akan melibatkan siswa, santri, dan ibu-ibu pengajian,” kata Agustina.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno menyampaikan, Pemprov Jateng telah menyiapkan logo, maskot, dan tema MTQ Nasional XXXI/2026.
"Logo, maskot, dan usulan tema ini akan diusulkan ke Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk disetujui dan ditetapkan," katanya.
Baca juga: 7 Daerah di Jateng Rawan Kekeringan, 123 Juta Liter Air Disiapkan
Sumarno menjelaskan, logo MTQ kali ini menggambarkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas Kota Semarang.
“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum membangun generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya,” ujar Sumarno.
Adapun rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI meliputi:
Kegiatan pembukaan dan penutupan MTQ Nasional 2026 akan digelar di Lapangan Simpang Lima.
Selain itu, terdapat sejumlah kegiatan pendukung, seperti Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ di halaman Kantor Gubernur Jateng.
Baca juga: Imbas Konflik Global, Pengusaha di Jateng Kencangkan Ikat Pinggang dan Rumahkan Karyawan
Pawai Ta’aruf juga akan digelar dengan rute dari halaman Balai Kota Semarang menuju halaman Kantor Gubernur Jateng.
Sejumlah lokasi akan digunakan sebagai venue perlombaan, antara lain Lapangan Simpang Lima Semarang, Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Convention Hall Masjid Agung Jateng, Aula Masjid Baiturrahman, serta Rumah Dinas Wali Kota Semarang.
Selain itu, perlombaan juga akan berlangsung di Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus III Universitas Islam Negeri Walisongo, serta Gedung Prof. Soedarto dan Gedung Imam Bardjo di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.