Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Kompas.com - 25/05/2026, 17:34 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kinerja ekonomi dan sektor pertanian Jawa Tengah ( Jateng) di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi mencatatkan rapor hijau pada pertengahan 2026. 

Keberhasilan Jateng dalam mengawinkan strategi swasembada pangan dengan pertumbuhan ekonomi makro yang progresif mendapat apresiasi dari sejumlah pemangku kepentingan di bidang ekonomi nasional.

Capaian itu tecermin dari pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,89 persen pada triwulan I 2026.

Apresiasi untuk Jateng disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertajuk "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor" yang digelar di Balai Kartini Grand Ballroom, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK), Frederica Widyasari Dewi mengatakan, Gubernur Luthfi memiliki program swasembada pangan yang disusun berdasarkan pemetaan potensi daerah sehingga didukung program-program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Baca juga: Banyumas Ranking 3 Kasus Narkoba di Jateng, Mayoritas Korban Berusia Muda

"Pak Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) yang mendukung ketahanan pangan nasional," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Frederica menyampaikan, strategi yang dijalankan Pemprov Jateng merupakan wujud dari komitmen kuat untuk memajukan wilayah sesuai dengan potensi yang dimiliki. 

Oleh karena itu, OJK juga mendorong sektor jasa keuangan untuk ikut serta dalam mendukung program yang telah dijalankan di daerah.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pujian atas pertumbuhan ekonomi Jateng yang berada di atas nasional.

"Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat)," ujarnya.

Baca juga: Aturan Baru Larang Honorer Mengajar Per 2027, PGRI Jateng Khawatir Terjadi Kekosongan Guru di Sekolah Negeri

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Luthfi mengatakan bahwa untuk mencapai swasembada pangan 2026, pihaknya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan produktivitas.

Salah satu alasannya, musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dibanding musim kemarau 2025.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) diinstruksikan menjamin ketersediaan air.

Pemprov Jateng juga menyiapkan petani milenial dengan melatih petani muda melalui program Kecamatan Berdaya

Langkah tersebut dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Hingga April 2026, capaian produksi padi di Jateng tergolong tinggi. Per triwulan I 2026, produksi padi mencapai 4.696.422 ton atau sekitar 44,48 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton.

Baca juga: Disdik Jateng Usul 700 Formasi Guru CPNS dan PPPK Jelang Aturan 2027

Berdasarkan data BPS, prognosis padi Jateng periode Januari-Juni 2026 sebesar 5.674.991 ton gabah kering giling (GKG). Angka ini menduduki peringkat kedua setelah Jawa Timur.

Keberhasilan program swasembada pangan secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, yang berkontribusi pula pada pertumbuhan ekonomi di level nasional. 

Selain itu, Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng juga mengangkat usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar naik kelas melalui pelatihan, permodalan, hingga pendampingan penjualan produk.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, Luthfi menjadi salah satu narasumber yang diundang OJK untuk memaparkan capaian program swasembada pangan di Jawa Tengah.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering di Solo Baru: 38 Tersangka, Raup Rp 41,1 M

Terkini Lainnya
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com