Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Kompas.com - 22/04/2026, 21:09 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menjadi pusat perhatian dalam seminar nasional "Best Practice Kepemimpinan Daerah" yang digelar di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). 

Di hadapan para wali kota se-Sumatera bagian Utara, Luthfi membedah strategi membangun daerah melalui semangat kolaborasi tanpa ego sektoral.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah praktik baik yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Salah satunya adalah penegasan bahwa kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, harus berperan sebagai "manajer marketing". 

“Kepala daerah harus menguasai potensi daerahnya agar bisa ditawarkan kepada investor dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Jadi “Manajer Marketing” untuk Tarik Investasi

Menurut Luthfi, pendekatan tersebut telah diterapkan di Jateng dan berhasil mendorong realisasi investasi pada 2025 mencapai sekitar Rp 88,5 triliun.

Dalam setiap kunjungan ke provinsi lain, luar negeri, maupun pertemuan dengan duta besar negara sahabat, ia turut mengajak bupati dan wali kota, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Langkah tersebut bertujuan mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.

Terkait hal itu, Luthfi menekankan pentingnya penetapan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, tanpa mengorbankan lahan sawah dilindungi (LSD) yang menopang swasembada pangan.

Baca juga: Luthfi Harap 19.022 Koperasi Aktif di Jateng Bantu Bebaskan Warga dari Jeratan Rentenir

Perkuat kolaborasi lintas sektor

Selain investasi, kolaborasi juga diperkuat dengan perguruan tinggi. Tercatat sekitar 111 perguruan tinggi telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jateng.

Kontribusi perguruan tinggi dinilai penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi.

Luthfi juga menekankan pentingnya collaborative government (pemerintahan kolaboratif), yakni sinergi antara gubernur dan 35 bupati/wali kota di Jateng dalam pembangunan daerah.

“Jadi, kami membentuk super team dalam membangun daerah. Tidak boleh ada ego sektoral. Satu daerah dengan daerah lain harus tumbuh bersama,” katanya.

Kolaborasi antardaerah juga diwujudkan melalui pembentukan wilayah aglomerasi. Salah satu contohnya adalah kawasan Soloraya yang melibatkan tujuh kabupaten/kota.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Naik Sepeda ke Kantor, Ajak ASN Jateng Budayakan Hemat Energi

Pada 2025, kawasan tersebut menggelar Soloraya Great Sale (SGS) dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,7 triliun dalam satu bulan.

Di sektor kesehatan, Pemprov Jateng menjalankan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sementara itu, pengentasan kemiskinan dilakukan melalui berbagai program, seperti perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu, serta bantuan modal usaha.

Untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT), Pemprov Jateng juga memperkuat program link and match antara dunia pendidikan dan industri melalui kerja sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), dan politeknik.

Baca juga: Dua Bulan di Tenda, Warga Sekip Semarang Tagih Janji Ahmad Luthfi untuk Relokasi

Sebagai informasi, kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh serta Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026.

Seminar itu dihadiri wali kota dari wilayah Sumatera bagian utara, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, serta diikuti mahasiswa dan masyarakat umum.

Terkini Lainnya
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com