Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kompas.com - 05/03/2026, 20:42 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Kanada menunjukkan minat untuk berinvestasi di Jateng.

Hal itu disampaikan Lutfhi saat menerima audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton di Semarang, Kamis (5/3/2026).

Ketertarikan tersebut dipicu oleh komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam menyiapkan energi baru terbarukan (EBT) serta keseriusannya mengembangkan investasi di daerah.

"Realisasi investasi di Jateng tahun lalu (2025) sekitar Rp 88,6 triliun. Kanada baru di urutan ke 40-an negara sumber investasi. Makanya, saya ingin Kanada meningkatkan investasi di sektor lain dan dapat membantu memajukan Jateng," ujar Luthfi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Realisasi Investasi Jateng Capai Rp20 Triliun Pada Triwulan III, Kendal jadi Tertinggi

Untuk diketahui, pada periode 2021-2025, Kanada tercatat menempati peringkat ke-49 sebagai negara sumber investasi di Jateng dengan total investasi senilai Rp 4,35 miliar.

Adapun sektor unggulan investasi Kanada mencakup industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), hotel dan restoran (1 persen), serta industri lainnya (22 persen).

Pada kesempatan tersebut, Luthfi menawarkan peluang investasi pada sektor pertanian dan kesehatan.

Untuk diketahui, pada 2026, Pemprov Jateng akan memprioritaskan program yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Baca juga: Kejar Target Swasembada Pangan, Lahan Sawah Tidak Boleh Dialihfungsi

Sambut baik tawaran Gubernur Luhfi

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton membenarkan bahwa Pemerintah Kanada memang tertarik menjajaki peluang investasi di sektor teknologi pertanian dan kesehatan di Jateng.

"Hubungan Kanada dan Indonesia sudah terjalin baik selama ini. Pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto juga menandatangani kerja sama perdagangan yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara pada 2026. Karenanya, Kanada siap menjadi partner kerja sama," kata Jess.

Saat ini, Pemerintah Kanada tengah mengkaji berbagai peluang potensial untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia.

Baca juga: Cerita Intan, Mahasiswa Unair yang Lakukan Riset di Kanada lewat Beasiswa SEED

Menurut Jess, Jateng merupakan salah satu wilayah yang dinilai strategis. Ia juga memahami bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan sekaligus penopang penting perekonomian di provinsi tersebut.

Sementara itu, Kanada memiliki sumber bahan baku pupuk terbaik serta teknologi pertanian yang telah berkembang pesat. Oleh karena itu, Jess berharap Kanada dapat berkontribusi lebih luas dalam mengembangkan sektor pertanian Jateng.

"Sebenarnya, kami memiliki program di Jateng yang (dapat) membantu petani skala kecil untuk memastikan pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahan mereka benar-benar digunakan secara lebih efisien," ucapnya.

Baca juga: RI Sulit Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Jika Andalkan Sektor Pertanian

Selain unggul dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan, Kanada juga memiliki teknologi kesehatan yang canggih. Atas dasar itu, Jess berharap kerja sama di sektor kesehatan dapat dibahas secara rinci dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, peluang kerja sama bidang kesehatan antara Kanada dan Jateng dapat mencakup pengembangan teknologi kesehatan, program pertukaran maupun pendidikan dokter, serta pemanfaatan teknologi pengobatan berbasis robotik.

Jess menegaskan bahwa universitas di Kanada juga siap untuk menjalin kerja sama di bidang kesehatan.

Baca juga: Jajaki IKN, Austria Jual Teknologi Transportasi dan Layanan Kesehatan

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com