TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Kompas.com - 28/04/2026, 17:59 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah di Jawa Tengah ( Jateng), khususnya di Banyumas.

Salah satu yang dipuji ialah sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas.

Saat meninjau lokasi bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026), Prabowo menilai sistem tersebut layak menjadi standar baru pengelolaan sampah nasional.

“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta memberikan bantuan langsung agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat Pemprov Jateng: No Jastip, Jabatan adalah Amanah

Pabowo menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan.

“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan harus bisa kita kendalikan,” tegasnya. 

Jateng bidik target lebih cepat

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jateng tidak ingin sekadar mengikuti arus, tetapi menjadi pelopor transformasi lingkungan.

Menurutnya, Presiden Prabowo juga menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan refuse-derived fuel (RDF) yang terus diperluas di Jateng.

“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sedangkan tiga kabupaten sudah beroperasi,” ujar Luthfi.

Baca juga: Pemprov Jateng Masih Kaji Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Menurutnya, model RDF di Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir.

“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kami kerjakan bersama,” katanya.

Luthfi menegaskan, Pemprov Jateng juga mempercepat pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah dengan dukungan empat pabrik semen sebagai penampung hasil olahan sampah.

“Kami punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelasnya.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Luthfi menegaskan, Jateng siap melampaui target nasional pengelolaan sampah.

Baca juga: Warga Jateng Kini Bisa Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Lama

“Target nasional 2029 bebas sampah. Jateng siap lebih cepat. Pada 2028 kami optimistis bisa tercapai,” tegasnya.

Luthfi menambahkan, Presiden juga mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng yang dinilai berada di jalur yang tepat.

“Jateng dinilai sudah baik dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujarnya.

Sistem TPST bernilai ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD TPST Banyumas Edy Nugroho memaparkan sistem pengelolaan sampah kepada Prabowo dan Luthfi.

Dia menjelaskan, sistem yang diterapkan TPST BLE dilakukan dari hulu hingga hilir sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Sistem kami dari hulu sampai hilir menuju waste to value karena sampah jadi bernilai ekonomi,” terangnya.

Baca juga: Jadi Media Baru Edarkan Narkoba, DPRD Jateng Dukung Pelarangan Vape

Edy menyampaikan, timbunan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 574,52 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sedangkan sekitar 164 ton per hari belum masuk ke TPST.

Dia menjelaskan, sampah dikelola mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga diproses di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif, seperti RDF.

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com