KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah di Jawa Tengah ( Jateng), khususnya di Banyumas.
Salah satu yang dipuji ialah sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas.
Saat meninjau lokasi bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026), Prabowo menilai sistem tersebut layak menjadi standar baru pengelolaan sampah nasional.
“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta memberikan bantuan langsung agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.
Baca juga: Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat Pemprov Jateng: No Jastip, Jabatan adalah Amanah
Pabowo menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan.
“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan harus bisa kita kendalikan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jateng tidak ingin sekadar mengikuti arus, tetapi menjadi pelopor transformasi lingkungan.
Menurutnya, Presiden Prabowo juga menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan refuse-derived fuel (RDF) yang terus diperluas di Jateng.
“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sedangkan tiga kabupaten sudah beroperasi,” ujar Luthfi.
Baca juga: Pemprov Jateng Masih Kaji Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik
Menurutnya, model RDF di Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir.
“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kami kerjakan bersama,” katanya.
Luthfi menegaskan, Pemprov Jateng juga mempercepat pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah dengan dukungan empat pabrik semen sebagai penampung hasil olahan sampah.
“Kami punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelasnya.
Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Luthfi menegaskan, Jateng siap melampaui target nasional pengelolaan sampah.
Baca juga: Warga Jateng Kini Bisa Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Lama
“Target nasional 2029 bebas sampah. Jateng siap lebih cepat. Pada 2028 kami optimistis bisa tercapai,” tegasnya.
Luthfi menambahkan, Presiden juga mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng yang dinilai berada di jalur yang tepat.
“Jateng dinilai sudah baik dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD TPST Banyumas Edy Nugroho memaparkan sistem pengelolaan sampah kepada Prabowo dan Luthfi.
Dia menjelaskan, sistem yang diterapkan TPST BLE dilakukan dari hulu hingga hilir sehingga memiliki nilai ekonomi.
“Sistem kami dari hulu sampai hilir menuju waste to value karena sampah jadi bernilai ekonomi,” terangnya.
Baca juga: Jadi Media Baru Edarkan Narkoba, DPRD Jateng Dukung Pelarangan Vape
Edy menyampaikan, timbunan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 574,52 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sedangkan sekitar 164 ton per hari belum masuk ke TPST.
Dia menjelaskan, sampah dikelola mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga diproses di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif, seperti RDF.