H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Kompas.com - 13/03/2026, 15:21 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sepekan menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) resmi mengoperasikan kembali ruas jalan Semarang-Godong. Hal ini ditandai dengan pembukaan blokade jalan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada Jumat (13/3/2026).

Untuk diketahui, ruas jalan Semarang-Godong sempat terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada 15 Februari 2026. Terputusnya jalur tersebut membuat masyarakat harus mengambil jalan memutar yang jauh.

Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa jalur Semarang-Godong merupakan ruas jalan vital karena menjadi akses utama penghubung perekonomian, logistik, dan pergerakan masyarakat.

"Ini (Semarang-Godong) menghubungkan Semarang, Demak, Purwodadi. Jadi, sangat penting. Makanya, kemarin saya minta harus cepat selesai. Targetnya H-7 Lebaran selesai dan ternyata bisa selesai," ujar Luthfi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Jalan Semarang-Godong Dipastikan Siap Dilintasi H-7 Lebaran

Selain membuka blokade ruas jalan Semarang-Godong, Luthfi juga meresmikan pengoperasian kembali tanggung Sungai Tuntang yang telah selesai diperbaiki.

Ia berpesan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dan Demak serta stakeholder terkait agar konsisten merawat tanggul sungai, misalnya dengan menanam pohon atau perawatan lainnya.

"Rawat tanggulnya, tanami pohon di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan," kata Luthfi.

Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang Demak yang Jebol Mulai Tertutup, Pakai Pancang Bambu dan Glugu

Antusiasme warga

Pengoperasian kembali ruas jalan Semarang-Godong mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan pengguna jalan. Mereka antusias saat mendengar kabar bahwa Gubernur Luthfi akan meresmikan pembukaan jalan dan tanggul di daerahnya. 

Melihat antusiasme tersebut, Luthfi pun menghampiri dan berdialog singkat dengan sejumlah warga yang telah menunggu kehadirannya.

"Seneng napa mboten? (Senang apa tidak?) Semoga tidak banjir lagi. Selamat berpuasa, sebentar lagi Lebaran, semoga sejahtera semuanya," ucapnya.

Baca juga: Antisipasi Macet Saat Lebaran di Temanggung, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Salah satu warga Desa Tinanding, Yanti, mengaku lega dengan rampungnya perbaikan tanggul Sungai Tuntang.

"Ayem, mak plong (tenang, lega). Tidak takut banjir lagi. Kemarin pas jebol itu airnya langsung masuk ke desa, ke rumah-rumah," ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh pengguna jalan yang rutin melintasi ruas jalan Semarang-Godong.

"Alhamdulillah sudah jadi, sudah lancar. Tidak perlu berputar jauh lagi," ujar seorang pengendara sepeda motor.

Baca juga: 7 Cara Antisipasi Blind Spot untuk Pengendara Sepeda Motor

Terkini Lainnya
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com