KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyerahkan 36 unit rumah relokasi kepada warga terdampak tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Senin (23/2/2026).
Selain hunian tetap, para warga juga menerima sertifikat tanah yang sah dan sudah dapat langsung menempati rumah tersebut.
Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya relokasi warga yang selama bertahun-tahun diliputi kecemasan akibat ancaman tanah bergerak di wilayah tersebut.
“Senang atau tidak? Masih ingat rumah dulu? Tidak usah ingat yang dulu karena tidak bisa dipakai lagi dan bahaya. Yang penting pada puasa dan Lebaran ini tinggal di rumah baru, gratis, tidak bayar. Semoga berkah bagi kita semuanya,” ujar Luthfi saat menyerahkan kunci hunian di lokasi relokasi.
Ia menegaskan, Jateng merupakan wilayah rawan bencana sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga hingga tahap pascabencana.
“Harus ada kerja sama dan kolaborasi, termasuk cara mengatasinya, sehingga masyarakat merasa tidak ditinggalkan. Pejabat yang bersangkutan harus menyertai,” kata Luthfi.
Baca juga: BMKG Tetapkan 7 Kabupaten Jateng Ini Siaga Hujan Lebat Periode 21–28 Februari 2026
Relokasi 36 rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.
Pemkab Banjarnegara menyiapkan lahan relokasi, Pemprov Jateng memberikan bantuan pembangunan rumah, sementara Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyiapkan sertifikat tanah bagi warga.
“Manfaatkan rumah ini untuk masa depan bapak-ibu sekalian,” kata Luthfi yang hadir bersama Bupati Banjarnegara Amalia Desiana dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah Boedyo Dharmawan.
Adapun rumah relokasi tersebut dibangun menggunakan teknologi Ruspin. Teknologi ini dikenal tahan gempa, proses pembangunannya cepat, lebih ekonomis dan efisien, serta fleksibel dan kuat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jateng dalam percepatan relokasi tersebut.
“Kami mewakili masyarakat berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Awalnya proses cukup lama, sudah dari 2022, tapi di masa Gubernur Ahmad Luthfi bisa dipercepat dan sudah diserahkan kuncinya ke warga,” ujarnya.
Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Malang Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026
Amalia menambahkan, pemerintah daerah masih akan melengkapi sejumlah fasilitas umum di kawasan relokasi, seperti akses jalan, musala, instalasi listrik, serta air bersih. Dalam waktu dekat, pembangunan musala akan dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
“Setelah kunci dan sertifikat diberikan, sudah bisa ditempati. Total seluruh relokasi di Banjarnegara ada 80 unit, dan ini terakhir 36 unit,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Yanto, mengaku bersyukur atas bantuan hunian tetap tersebut. Sebelum direlokasi, rumahnya nyaris roboh dan tidak lagi aman untuk ditempati.
“Terima kasih banget atas bantuannya. Dulu rumah sudah mau roboh, tidak bisa ditempati lagi. Rumah di sini lebih bagus, langsung dapat sertifikat juga. Senang sekali,” ujar Yanto yang kini tinggal bersama istri dan anaknya.