Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Kompas.com - 21/02/2026, 17:49 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemoen genap memimpin Jateng selama satu tahun sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025)

Selama setahun kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wagub untuk periode 2025–2030 itu, berbagai dinamika terjadi, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga capaian ekonomi dan investasi yang diklaim melampaui rerata nasional.

Sepanjang tahun pertama, Jateng menghadapi sejumlah bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, seperti banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung, longsor di lereng Gunung Slamet (Banjarnegara dan Cilacap), serta tanah gerak di Kabupaten Tegal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan telah melakukan langkah komprehensif, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana secara simultan.

Program prioritas dan pendekatan kolaboratif

Meski dihadapkan pada berbagai bencana, program prioritas pemerintahan Luthfi–Yasin disebut tetap berjalan. Program ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, pendidikan, kesehatan, hingga penurunan angka kemiskinan.

Sejumlah program yang digulirkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Baca juga: Momen Bupati Demak dan Gubernur Jateng Koordinasi Jarak Jauh Imbas Jalan Putus

Luthfi juga menekankan bahwa pendekatan pemerintahan kolaboratif atau collaborative government dengan menggandeng bupati/wali kota, perguruan tinggi, pengusaha, investor, provinsi tetangga, hingga organisasi masyarakat.

“Kami gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara kami bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” ujar Luthfi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, tidak dapat berjalan sendiri. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi menjadi landasan dalam setiap sektor pembangunan.

Capaian ekonomi dan investasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV-2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. 

Capaian tersebut menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa.

Realisasi investasi Jateng sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 88,50 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Dari total investasi tersebut, terdapat 105.078 proyek terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Baca juga: 9 Daerah di Jateng Bakal Diajukan Jadi Kawasan Industri, Berikut Daftarnya

Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. BPS mencatat, angka kemiskinan Jateng turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang. Angka ini turun 21.870 orang dibanding Maret 2025, serta turun 51.520 orang dibanding September 2024.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemoen genap memimpin Jateng selama satu tahun sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025).dok. Pemprov Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemoen genap memimpin Jateng selama satu tahun sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025).

Rasio gini Jateng pada 2025 berada di angka 0,350. Hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan relatif menyempit. 

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Jateng mencapai Rp 50,82 juta atau naik 5,9 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,32 persen per November 2025.

Masih ada pekerjaan rumah

Meski mencatat sejumlah capaian, Pemprov Jateng mengakui masih terdapat pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77.

Wagub Taj Yasin mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang berada di atas nasional harus terus dijaga dan diarahkan untuk program yang menyentuh masyarakat bawah.

“Penurunan angka kemiskinan harus kami masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas,” ujarnya.

Baca juga: Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Dampak kebijakan tersebut diklaim mulai terasa di tingkat masyarakat. Pada Agustus 2025, sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes dinyatakan keluar dari data kemiskinan dan tidak lagi menerima bantuan sosial.

Salah satu warga, Setia Puji, mengaku bahwa bantuan sosial yang diterimanya sejak 2020 membantu meringankan beban. Ia kemudian mengembangkan usaha bakso keliling hingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga secara mandiri.

“Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Akan tetapi, saya memiliki motivasi (harus) bisa mandiri. Kini, ekonomi kami lebih mampu,” katanya.

Upaya kolaboratif Pemprov Jateng tersebut mendapat apresiasi, salah satunya dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menilai Jateng menjadi magnet bagi investor.

Baca juga: Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Sepanjang 2025, Pemprov Jateng juga meraih sekitar 40 penghargaan dari berbagai lembaga. Namun, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan tujuan akhir.

“Penghargaan itu pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan Jawa Tengah sebagai proses “ngopeni” atau merawat, yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan.

“Tugas melayani rakyat adalah amanah yang tidak ada ujungnya,” katanya.

Terkini Lainnya
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com