KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan posko layanan aduan tunjangan hari raya ( THR) untuk memastikan pemenuhan hak bagi seluruh pekerja di Jateng.
Posko tersebut telah disiapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, berlokasi di Kantor Disnakertrans serta enam wilayah satuan pengawasan ketenagakerjaan (satwasker), yaitu Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan, Banyumas, dan Magelang.
" Posko layanan aduan sudah ada sampai kabupaten/kota. Silakan buruh atau siapa pun yang (mau) mengadu terkait tenaga kerja bisa 24 jam. Ini untuk melindungi tenaga kerja kita agar tetap produktif," ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam rilis persnya, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Investasi di Jateng Diklaim Serap 418.000 Tenaga Kerja, Industri Alas Kaki Mendominasi
Selain menyiapkan posko layanan aduan, Pemprov Jateng juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Desk Tenaga Kerja Kepolisian Daerah (Polda) Jateng untuk memantau pemenuhan THR dan permasalahan ketenagakerjaan lainnya.
Luthfi menyebut, sejauh ini belum ada laporan atau aduan terkait pemberian THR dan Bonus Hari Raya (BHR) di Jateng.
Untuk memastikan perusahaan memenuhi hak THR para pekerjanya, Luthfi turun langsung meninjau penyaluran THR di PT Selalu Cinta Indonesia (SCI), Kota Salatiga, Jateng, Selasa (10/3/2026).
"Saya ingin memastikan bahwa hak buruh terkait THR diberikan maksimal H-7 Lebaran, sesuai surat edaran kementerian," ucapnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Luthfi mengapresiasi pihak manajemen produsen alas kaki tersebut karena telah memberikan THR kepada para karyawan pada 5 Maret 2026.
Baca juga: THR 2026 Sumbar: Wajib Penuh, Perusahaan Dilarang Mencicil
Menurutnya, upaya yang dilakukan PT SCI dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain agar memberikan THR lebih awal.
"Saya mengapresiasi PT SCI karena hak teman-teman buruh telah diberikan. Ini suatu bentuk hubungan industrial yang sehat sekali," kata Luthfi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PT SCI merupakan contoh investasi padat karya yang telah lama hadir di Jateng. Pada 2016, perusahaan tersebut hanya memiliki 1.500 tenaga kerja, kini jumlahnya meningkat signifikan menjadi 18.000 tenaga kerja.
Baca juga: 22.000 Tenaga Kerja Asing Tercatat di Jateng, WN China Mendominasi
Luthfi menilai, investasi padat karya memiliki peran penting karena dinilai mampu mengurangi angka pengangguran di Jateng.
Oleh karena itu, sektor investasi perlu terus digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat.
Pemprov Jateng pun terus berupaya menjaga iklim investasi yang sehat dengan menawarkan jaminan kepastian hukum, rasa aman, tenaga kerja kompetitif, lahan yang luas, serta perizinan yang mudah dan cepat.
"Kami dengan para bupati/wali kota juga bersepakat menjadi manajer marketing untuk wilayah kita. Saya yakin Jateng menjadi gudangnya investasi,” tegas Luthfi.
Sebagai informasi, hingga 9 Maret 2026, Jateng memiliki 263.853 perusahaan yang terdiri atas 250.074 usaha mikro, 5.594 usaha kecil, 5.326 usaha menengah, dan 2.859 usaha besar.
Sementara itu, jumlah total tenaga kerja di Jateng mencapai 2.506.916 orang, meliputi 1.047.558 laki-laki dan 1.459.358 perempuan.
Baca juga: Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan