Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Kompas.com - 10/02/2026, 15:24 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program Dokter Spesialis Keliling ( Speling) telah melayani 88.979 warga di berbagai desa di Jateng.

Program yang diluncurkan pada Maret 2025 ini menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa, sehingga masyarakat tidak lagi harus datang ke rumah sakit di kota untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan.

Sejak diluncurkan, program Speling telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan dari target 1.278 desa. Para dokter spesialis turun langsung ke wilayah pelosok untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis secara gratis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng per 9 Februari 2026, sebanyak 88.979 orang telah mendapatkan layanan kesehatan melalui program Speling.

Baca juga: Jateng Punya Speling, Ahmad Luthfi: Kita Punya Pencegahan Luar Biasa untuk Virus Nipah

Jumlah tersebut terdiri atas 11.777 ibu hamil yang memperoleh layanan antenatal care (ANC), 4.230 orang menjalani pemeriksaan kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang menjalani pemeriksaan tuberkulosis (TBC), serta pemeriksaan untuk sejumlah penyakit lainnya.

Luthfi mengatakan, program Dokter Spesialis Keliling menjadi salah satu andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam meningkatkan kesadaran masyarakat desa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.

“Program dokter spesialis keliling itu yang menjadi andalan kami sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani oleh dokter spesialis. Untuk cek kesehatan gratis (CGK), Jateng nomor satu nasional,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

Hal itu disampaikan Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan CGK di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa.

Dalam pelaksanaannya, program Speling juga terintegrasi dengan program CKG yang digagas pemerintah pusat.

Baca juga: Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

“Jawa Tengah sudah mendukung penuh program cek kesehatan gratis,” kata Luthfi.

Sepanjang 2025, tercatat 13.789.318 warga Jateng telah memanfaatkan layanan CKG.

Sementara itu, hingga 9 Februari 2026, program itu telah melayani 1.045.924 orang.

 

Selain pemeriksaan kesehatan secara umum, CKG juga mencakup layanan pemeriksaan penyakit tertentu oleh dokter spesialis, seperti pemeriksaan TBC, kanker serviks, pemeriksaan ANC bagi ibu hamil, layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sudah berjalan sepanjang 2025. 

Baca juga: Wamenkes Puji Program Speling Pemprov Jateng, Usulkan ke Presiden Jadi Program Nasional

Pada 2026, cakupan CKG tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mencakup pengobatan.

"Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit, seperti darah tinggi dan gula itu harus dijaga. Jangan dianggap enteng karena bisa menyerang organ lainnya, termasuk jantung, kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat," ujar Budi. 

Terkini Lainnya
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com