Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

Kompas.com - 16/11/2025, 10:26 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Lomba lari tahunan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 telah resmi dimulai di area Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Magelang, pada Minggu pagi, 16 November 2025, yang dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Acara ini menarik perhatian 11.500 peserta dari 38 negara, serta dimeriahkan oleh kehadiran 11 pelari elit internasional dan sejumlah pelari elit nasional.

Borobudur Marathon juga mendapat pengakuan global dengan meraih predikat Elite Label dari World Athletics, yang menurut Gubernur Luthfi, membuktikan bahwa ajang ini telah "naik kelas" menjadi maraton elit dunia.

"Borobudur Marathon itu sudah naik kelas, sekarang sudah elite marathon, artinya sudah kelas dunia,” kata Luthfi disela melepas peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2025.

Gubernur Luthfi menekankan bahwa Borobudur Marathon bukan hanya sekadar acara olahraga, melainkan juga berfungsi sebagai pemicu pariwisata, penggerak ekonomi masyarakat lokal, dan UMKM, serta sudah menyatu dengan budaya setempat.

Antusiasme peserta yang tinggi terbukti memberikan dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian secara keseluruhan.

Berangkat dari kesuksesan ini, Ahmad Luthfi berambisi untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai ikon maraton dunia dengan melahirkan berbagai event maraton internasional di berbagai lokasi, seperti moon marathon, night marathon, beach marathon, hingga mountain marathon.

Ia menyatakan bahwa Borobudur Marathon akan menjadi "pemicu" bagi gelaran maraton lainnya yang akan dilaksanakan secara terjadwal. "Event Borobudur Marathon akan menjadi trigger untuk marathon-marathon yang lain. Ini akan kita lakukan secara terjadwal,” kata Luthfi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat peserta, panitia menyediakan total bonus senilai Rp 600 juta dari Bank Jateng. Bonus ini dikhususkan bagi pemecah rekor di setiap kategori, baik pelari pria maupun wanita, termasuk bonus khusus bagi pemecah rekor dari peserta asal Jawa Tengah.

Lomba lari tahunan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 resmi dimulai di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Minggu, 16 November 2025, yang dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.DOK. PEMPROV JATENG Lomba lari tahunan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 resmi dimulai di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Minggu, 16 November 2025, yang dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

"Kita sudah siapkan dari Bank Jateng sebanyak Rp 600 juta, jadi yang pemecah rekor perempuan boleh, laki-laki boleh, kemudian yang anak/pelari khusus dari Jawa Tengah akan dapat. Total Rp 600 juta akan kita bagikan," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erik Thohir, mengapresiasi suksesnya acara ini dan menyatakan kemungkinan untuk membuat seri maraton di Indonesia, di mana Borobudur Marathon akan menjadi salah satu agendanya.

"Coba nanti saya undang pemangku dari yang punya event-event marathon ini," katanya.

Dia juga memuji komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung event besar, yang dianggap penting sebagai upaya untuk memiliki acara olahraga tingkat dunia seperti Borobudur Marathon tersebut.

Baca juga: Erick Thohir: Kemenpora Terbuka Kerja Sama dengan Borobudur Marathon

Semakin banyak pemerintah mendukung event-event besar seperti itu akan sangat bagus sebagai komitmen untuk memiliki event tingkat dunia.

"Saya terbuka, saya juga baru belajar, dalam arti event marathon ini bisa kita dorong. Jadi kita akan pelajari dan komitmen bagaimana kita punya event dunia," pungkasnya.

Terkini Lainnya
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com